Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: RSUD dr Abdul Rivai Berau menyiapkan fasilitas dan SDM untuk menerima bantuan alat kesehatan dari Kemenkes. Di tengah persiapan itu, penggantian CT Scan berusia sekitar 15 tahun menjadi kebutuhan mendesak.
Balikpapan TV - Hai Ces! Ada kabar penting dari sektor kesehatan Berau. RSUD dr Abdul Rivai sedang berbenah untuk menyambut bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan nilai peralatan yang dialokasikan diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
Bukan cuma soal mendatangkan alat baru. Rumah sakit harus memastikan ruangan, fasilitas pendukung, hingga tenaga kesehatan siap sebelum peralatan tersebut bisa digunakan untuk melayani pasien.
Di sisi lain, ada satu perangkat yang justru sedang dikejar penggantiannya: CT Scan yang sudah berusia sekitar 15 tahun dan disebut telah berstatus discontinued selama kurang lebih tiga tahun.
Bantuan Alkes Kemenkes Perlu Diikuti Kesiapan Rumah Sakit
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Joesram, mengatakan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) menjadi syarat sebelum bantuan peralatan dikirim ke rumah sakit.
Persiapannya dilakukan agar ketika alat tiba, peralatan tersebut tidak hanya tersimpan, tetapi bisa langsung dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan masyarakat.
“Barangnya sebenarnya sudah ada sejak 2025. Tinggal didroping ke kita. Tetapi alat tidak akan diturunkan kalau rumah sakit belum menyiapkan sarana, prasarana dan SDM,” kata Joesram.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pengadaan alat kesehatan tidak berhenti pada proses penyediaan barang. Ada pekerjaan lanjutan yang harus disiapkan rumah sakit sebelum teknologi medis tersebut benar-benar menghasilkan pelayanan.
Mulai dari ruang yang sesuai, fasilitas pendukung, sampai tenaga yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan menjadi bagian dari persiapan.
Baca Juga: Atap Ruko di Sambaliung Berau Terbang Diterjang Angin, Kerugian Rp7 Juta
Ada Cath Lab hingga Layanan Kemoterapi
Peralatan yang disiapkan untuk RSUD dr Abdul Rivai mencakup sejumlah layanan strategis.
Di antaranya adalah kateterisasi jantung atau cath lab, layanan kesehatan ibu dan anak, kemoterapi, urologi, neurologi, serta pelayanan ginjal.
Jika seluruh dukungan tersebut dapat direalisasikan dan dioperasikan sesuai kebutuhan, cakupan layanan rumah sakit di Berau berpotensi semakin luas.
Bagi pasien, dampaknya bukan sekadar bertambahnya daftar fasilitas rumah sakit. Yang lebih penting adalah semakin banyak kebutuhan pemeriksaan dan perawatan yang dapat ditangani di daerah sendiri.
Mengapa Alat yang Sudah Ada Belum Langsung Dikirim?
Sebagian besar peralatan disebut sudah ditetapkan sejak 2025. Namun, Kemenkes belum menurunkannya karena RSUD Abdul Rivai masih harus memenuhi kesiapan fasilitas dan SDM.
Manajemen rumah sakit kini melanjutkan persiapan sambil berkoordinasi dengan Kemenkes. Mekanisme pemanfaatan dan tahapan realisasi bantuan masih menunggu pengaturan lebih lanjut.
Penyesuaian terhadap kebutuhan rumah sakit juga masih memungkinkan dilakukan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa modernisasi rumah sakit tidak sesederhana mengganti perangkat lama dengan perangkat baru. Setiap alat membawa kebutuhan pendukungnya sendiri, termasuk ruangan, instalasi, tenaga terlatih, pemeliharaan, dan tata kelola pelayanan.
CT Scan 15 Tahun Jadi Pekerjaan Rumah
Di tengah persiapan menerima berbagai peralatan baru, RSUD dr Abdul Rivai memiliki kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak, yakni penggantian CT Scan.
Perangkat yang saat ini digunakan sudah berusia sekitar 15 tahun. Kondisinya juga disebut telah berstatus discontinued selama kurang lebih tiga tahun.
“Yang paling kita perlukan sekarang sebenarnya CT Scan. Usianya sudah 15 tahun dan sudah tiga tahun discontinued. Ini yang kami anggap cukup urgent,” ujar Joesram.
Status discontinued menjadi persoalan tersendiri karena ketika perangkat mengalami kerusakan, rumah sakit dapat menghadapi kesulitan dalam memperoleh suku cadang.
Padahal CT Scan merupakan bagian dari pemeriksaan penunjang yang dapat dibutuhkan dalam penanganan berbagai kondisi pasien. Karena itu, gangguan terhadap perangkat tersebut berpotensi ikut memengaruhi kelancaran pelayanan pemeriksaan.
Kebutuhan CT Scan baru tersebut sudah disampaikan kepada Kemenkes.
Baca Juga: Penduduk Berau Capai 312.550 Jiwa, Bertambah 4.530 Orang dalam Enam BulanPenduduk Berau Capai 312.55
Tantangannya Bukan Sekadar Menambah Alat
Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto juga meminta pengelolaan RSUD dr Abdul Rivai terus diperkuat seiring peningkatan fasilitas.
Menurutnya, ketersediaan obat juga perlu menjadi perhatian agar peningkatan fasilitas tidak berhenti pada sisi teknologi medis.
“Jangan sampai terjadi kekurangan obat yang berdampak terhadap pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut relevan dengan tantangan rumah sakit ke depan. Penambahan alat kesehatan harus berjalan beriringan dengan ketersediaan obat, SDM, pemeliharaan peralatan, serta sistem pelayanan.
Sebab, alat kesehatan yang mahal belum otomatis membuat layanan menjadi lebih baik apabila tidak didukung sumber daya manusia dan sistem operasional yang memadai.
Harapannya, Pasien Tidak Perlu Jauh Berobat
Penguatan fasilitas RSUD dr Abdul Rivai memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memperbarui peralatan.
Dengan semakin lengkapnya layanan, kebutuhan pasien untuk memperoleh pelayanan tertentu di luar Berau diharapkan dapat ditekan.
Bagi masyarakat, manfaatnya akan terasa ketika pemeriksaan dan perawatan yang sebelumnya membutuhkan perjalanan keluar daerah bisa dilakukan lebih dekat dengan tempat tinggal.
Di titik inilah persiapan menerima bantuan alkes menjadi penting. Rp150 miliar bukan sekadar angka besar dalam daftar anggaran. Nilainya baru benar-benar terasa ketika berubah menjadi ruang layanan yang siap, tenaga kesehatan yang kompeten, alat yang berfungsi, dan pasien yang memperoleh pelayanan secara lebih mudah.
Poin Penting:
- RSUD dr Abdul Rivai Berau menyiapkan fasilitas dan SDM untuk menerima bantuan alkes dari Kemenkes.
- Nilai peralatan yang dialokasikan diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
- Sebagian besar peralatan telah ditetapkan sejak 2025.
- Bantuan mencakup cath lab, kesehatan ibu dan anak, kemoterapi, urologi, neurologi, serta pelayanan ginjal.
- CT Scan RSUD telah berusia sekitar 15 tahun.
- CT Scan tersebut disebut sudah berstatus discontinued selama kurang lebih tiga tahun.
- Penggantian CT Scan menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak.
- Penguatan fasilitas diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pasien mendapatkan layanan tertentu di luar Berau.
Insight Redaksi
Penguatan rumah sakit bukan hanya tentang seberapa banyak alat baru yang datang. Ada pekerjaan yang tidak kalah penting di belakangnya: memastikan alat bisa digunakan, tenaga yang mengoperasikan tersedia, pemeliharaan berjalan, obat tidak bermasalah, dan pelayanan tetap berkesinambungan.
Untuk Berau, tantangan berikutnya adalah mengubah dukungan peralatan tersebut menjadi layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan rumah sakit bukan berada di gudang berapa banyak alat yang dimiliki, melainkan berapa banyak kebutuhan pasien yang bisa ditangani dengan aman dan layak.
Kalau fasilitas makin lengkap, harapannya bubuhan Berau juga makin punya alasan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dekat dari rumah.
FAQ
1. Berapa nilai peralatan kesehatan yang dialokasikan?
Total nilai peralatan yang dialokasikan diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
2. Mengapa RSUD Abdul Rivai belum langsung menerima seluruh peralatan?
Rumah sakit harus terlebih dahulu memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta SDM yang akan mengoperasikan peralatan tersebut.
3. Apa saja layanan yang mendapat dukungan peralatan?
Dukungan mencakup kateterisasi jantung atau cath lab, kesehatan ibu dan anak, kemoterapi, urologi, neurologi, serta pelayanan ginjal.
4. Mengapa penggantian CT Scan dianggap mendesak?
CT Scan yang digunakan saat ini telah berusia sekitar 15 tahun dan berstatus discontinued selama kurang lebih tiga tahun. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan rumah sakit memperoleh suku cadang apabila terjadi kerusakan.
5. Apa tujuan penguatan fasilitas RSUD Abdul Rivai?
Dengan bertambahnya fasilitas dan layanan, kebutuhan pasien untuk memperoleh pelayanan tertentu di luar Berau diharapkan dapat ditekan.
Sumber Informasi: Direktur RSUD dr Abdul Rivai dr Joesram; Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto; Kementerian Kesehatan; Pemerintah Kabupaten Berau.
Editor : Arya Kusuma