Berau Dorong Wisata Bersih, Sampah Diminta Tak Jadi Pengganggu Pengalaman Turis

Arya Kusuma • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:10 WIB
Sri Juniarsih Mas, Wisata Berau Bukan Cuma Soal Pemandangan, Sampah Ikut Menentukan Pengalaman
Sri Juniarsih Mas, Wisata Berau Bukan Cuma Soal Pemandangan, Sampah Ikut Menentukan Pengalaman

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Berau memperkuat kebersihan destinasi wisata agar sampah tidak mengganggu kenyamanan pengunjung dan citra pariwisata daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemkab Berau meminta OPD, masyarakat, dan pelaku usaha memperkuat kebersihan kawasan wisata demi menjaga kenyamanan pengunjung dan citra pariwisata daerah.

Masalahnya bukan cuma soal sampah yang terlihat. Di destinasi wisata, pengelolaannya ikut menentukan pengalaman orang selama berkunjung. Mari lihat kenapa urusan ini mulai mendapat perhatian serius.

Kebersihan mulai ditempatkan sebagai bagian dari layanan wisata

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta jajaran OPD terkait bergerak cepat menjaga kebersihan kawasan destinasi wisata. Masyarakat serta pelaku usaha sekitar juga diminta mengambil peran.

Menurut Sri Juniarsih, Berau memiliki banyak destinasi unggulan yang menjadi daya tarik wisatawan. Potensi tersebut perlu berjalan bersama pengelolaan lingkungan yang baik.

“Kebersihan ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai kawasan wisata yang kita miliki bagus, tetapi kemudian terganggu karena persoalan sampah,” ujarnya.

Pesannya cukup jelas. Destinasi indah saja belum cukup ketika persoalan sampah mulai mengganggu pengalaman pengunjung.

Baca Juga: APBD Perubahan Berau 2026 Naik Rp949 Miliar, Bupati Ungkap Gerilya di Kementrian

Sampah di destinasi wisata punya persoalan yang berbeda

Kawasan wisata menghadapi tekanan sampah yang ikut bergerak mengikuti aktivitas pengunjung. Derawan, misalnya, memiliki fasilitas TPS3R berbasis masyarakat yang diresmikan Pemkab Berau pada Februari 2026.

ANTARA melaporkan, timbulan sampah dari aktivitas wisata di Pulau Derawan dapat mencapai 46,1 ton per hari saat musim liburan. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan pengelolaan khusus pada periode kunjungan tinggi.

Pada Mei 2026, Pemkab Berau juga menyebut timbulan sampah daerah mencapai 54.568,41 ton sepanjang 2024. Sebanyak 67,67 persen telah terkelola, sedangkan 32,33 persen masih belum tertangani.

Artinya, pembenahan kawasan wisata perlu menyentuh sistem dari hulu sampai hilir, bukan sekadar menambah petugas kebersihan.

Pengalaman wisatawan ikut dipertaruhkan

Sri Juniarsih menilai kondisi lingkungan dapat memengaruhi penilaian wisatawan terhadap sebuah destinasi. Kawasan yang bersih dan tertata memberi ruang bagi pengunjung menikmati perjalanan dengan nyaman.

“Kalau wisatawan datang dan melihat kawasan wisata kita bersih, tentu mereka akan merasa nyaman. Ini juga menjadi bagian dari pelayanan kita kepada wisatawan,” katanya.

Pengalaman tersebut kemudian dapat memengaruhi cerita yang dibawa pulang wisatawan. Sri Juniarsih menyebut kepuasan pengunjung berpotensi mendorong kunjungan ulang sekaligus promosi dari keluarga dan kerabat.

“Kalau mereka puas, nyaman, dan melihat objek wisata kita bersih, tentu mereka bisa kembali lagi dan mengajak keluarga atau kerabat. Itu menjadi promosi secara gratis untuk daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Rangkaian Perjalanan 4 Hari Bupati Berau Membawa Potensi dan Kebutuhan Berau ke Pemerintah Pusat

Derawan menunjukkan bahwa solusi perlu masuk ke sistem

Pembenahan pengelolaan sampah di Berau sudah bergerak menuju pendekatan berbasis kawasan. TPS3R Rupiah di Pulau Derawan menyediakan pemilahan serta pengolahan sampah organik dan anorganik.

Program tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan Plastic Smart Islands pada Mei 2026. Peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand meninjau praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Derawan.

Pemkab Berau juga menyampaikan pada September 2026 bahwa Kementerian Lingkungan Hidup siap memberikan dukungan peralatan persampahan bagi daerah. Dukungan itu diarahkan untuk memperkuat tata kelola persampahan, khususnya kawasan pariwisata.

Jadi, pekerjaan rumahnya bukan sekadar menyediakan tempat sampah. Pengangkutan, pemilahan, pengolahan, pengawasan, dan keterlibatan warga harus saling terhubung.

Wisata bersih perlu menjadi kebiasaan, bukan agenda musiman

Sri Juniarsih meminta kebersihan kawasan wisata dijaga secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada agenda besar atau lonjakan kunjungan.

OPD terkait diminta memperkuat koordinasi mulai dari ketersediaan tempat pembuangan sampah, pengangkutan hingga pengawasan kawasan wisata. Masyarakat sekitar juga memiliki peran dalam mencegah sampah masuk ke lingkungan.

Langkah serupa terlihat di Pulau Maratua. Pada Juni 2026, Pemkab Berau menempatkan pengelolaan sampah dan penyediaan air bersih sebagai kebutuhan mendasar untuk mendukung perkembangan destinasi wisata tersebut.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga. Kalau kita ingin pariwisata Berau semakin maju, maka kebersihan harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Berau memiliki destinasi bahari seperti Kepulauan Derawan yang tercatat dalam sistem pariwisata nasional, dengan fasilitas wisata dan sanitasi sebagai bagian dari informasi destinasi.

Karena itu, kebersihan bukan urusan kecil di balik foto indah sebuah destinasi. Ia menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dirasakan sejak datang hingga pulang.

Poin Penting

Insight Redaksi

Wisata Berau punya modal alam yang kuat, tetapi pengalaman wisatawan juga dibentuk hal-hal sederhana seperti sampah dan sanitasi. Destinasi bagus tanpa tata kelola lingkungan akan kehilangan sebagian nilainya. Nah, di sinilah pekerjaan besar pemerintah, warga, dan pelaku usaha bertemu. Kada cukup cantik untuk difoto, kawasan wisata juga harus nyaman untuk dikunjungi.

Pengelolaan sampah di destinasi perlu dihitung mengikuti pola kunjungan, bukan sekadar menunggu tempat sampah penuh.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang melihat kebersihan wisata sebagai urusan bersama.

Kalau Berau ingin wisatawan datang kembali, pengalaman bersih harus terasa sejak kaki menginjak destinasi sampai perjalanan pulang. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa kebersihan penting bagi destinasi wisata Berau?

Kebersihan memengaruhi kenyamanan pengunjung sekaligus kesan mereka terhadap destinasi yang dikunjungi.

2. Apa contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Berau?

Pulau Derawan memiliki TPS3R Rupiah untuk pemilahan dan pengolahan sampah organik maupun anorganik.

3. Siapa yang bertanggung jawab menjaga kebersihan destinasi?

Pemkab melalui OPD terkait, masyarakat, pemerintah kampung, dan pelaku usaha memiliki peran masing-masing.

4. Apakah persoalan sampah hanya muncul ketika musim liburan?

Volume sampah dapat meningkat saat kunjungan wisata tinggi, seperti yang dilaporkan terjadi di Pulau Derawan.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi mengenai arahan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas terkait kebersihan destinasi wisata, kemudian diperdalam menggunakan informasi resmi Pemerintah Kabupaten Berau, Prokopim Berau, serta ANTARA mengenai pengelolaan sampah di kawasan wisata.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
pulau derawan kabupaten berau pengelolaan sampah Sri Juniarsih Mas