Rangkaian Perjalanan 4 Hari Bupati Berau Membawa Potensi dan Kebutuhan Berau ke Pemerintah Pusat

Arya Kusuma • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:52 WIB
Sri Juniarsih dalam rangkaian agenda pemerintah pusat di Jakarta, membawa kebutuhan pembangunan Berau.
Sri Juniarsih dalam rangkaian agenda pemerintah pusat di Jakarta, membawa kebutuhan pembangunan Berau.

Durasi Baca: 4–5 menit

Ikhtisar: Bupati Berau Sri Juniarsih menjalani agenda di Jakarta pada 21–24 September 2026, membahas infrastruktur, fiskal, hunian, guru dan pendidikan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Empat hari di Jakarta, 21–24 September 2026, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membawa sejumlah kebutuhan pembangunan daerah ke pemerintah pusat.

Agenda tersebut mencakup pertemuan dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

Isu yang dibawa bergerak dari potensi ekonomi, akses wisata dan infrastruktur, hingga fiskal, hunian layak, guru dan fasilitas sekolah.

Potensi Berau Dibawa ke Wamendagri

Pada 21 September, Sri Juniarsih bertemu Wamendagri Bima Arya.

Potensi pariwisata, perikanan, perkebunan dan konektivitas menjadi bagian pembahasan. Derawan dan Maratua termasuk potensi wisata yang menjadi perhatian.

Sri Juniarsih menyampaikan:

“Berau memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata yang menjadi salah satu kekuatan utama daerah.”

Potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur agar aktivitas ekonomi dan masyarakat dapat berkembang. Wilayah Berau yang luas juga membuat konektivitas antarwilayah menjadi kebutuhan penting.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekda Berau Muhammad Said, Kepala BPKAD Sapransyah, Kepala Bapenda Djupiansyah Ganie dan Kepala Bapperida Endah Ernany Triariani.

Baca Juga: Marathon 4 Hari di Jakarta, Sri Juniarsih Mas Bawa Agenda Strategis Berau ke Lima Kementerian

Akses Wisata Masuk Pembahasan Kementerian PU

Pada 22 September, Sri Juniarsih melanjutkan agenda ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Kebutuhan peningkatan jalan dan sarana pendukung menjadi salah satu pembahasan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka akses serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Sri Juniarsih mengatakan:

“Banyak objek wisata kita yang masih perlu mendapatkan perhatian, terutama akses menuju lokasi. Ini yang terus kita upayakan agar bagaimana aksesnya bisa lebih baik.”

Bagi Berau, kebutuhan jalan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan masyarakat. Akses juga berhubungan dengan pariwisata, distribusi barang dan aktivitas ekonomi.

Kebutuhan Daerah Dibawa ke Kementerian Keuangan

Masih pada 22 September, Sri Juniarsih menemui jajaran Kementerian Keuangan.

Pemkab Berau menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pariwisata, infrastruktur, kesehatan hingga pendidikan.

Sri Juniarsih menjelaskan:

“Kami menyampaikan apa yang menjadi permasalahan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Berau. Mulai dari wisata dan kebutuhan-kebutuhan yang lain, termasuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, semuanya kami sampaikan.”

Ia juga menyebut adanya solusi dari pertemuan tersebut.

“Alhamdulillah kami mendapatkan solusi. Mudah-mudahan solusi ini bisa menjadi kabar baik untuk masyarakat Kabupaten Berau dan dapat dirasakan sesegera mungkin oleh masyarakat di Kabupaten Berau.”

Informasi tersebut menunjukkan adanya tindak lanjut yang diharapkan Pemkab Berau. Namun, tidak seluruh hasil pembahasan dapat disebut sebagai realisasi anggaran atau program yang sudah berjalan.

Hunian Layak Dibahas Bersama Wamen PKP

Pada 23 September, kebutuhan perumahan dibawa kepada Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.

Pembahasan mencakup hunian layak, peningkatan kualitas rumah dan kawasan permukiman.

Sri Juniarsih menyampaikan:

“Harapan kita tentunya apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa mendapatkan perhatian dan dukungan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Kabupaten Berau.”

Dalam agenda tersebut juga muncul arahan pengembangan hingga 4.000 unit rumah untuk Berau. Angka tersebut masih membutuhkan tindak lanjut mengenai lokasi, penerima, mekanisme, pembiayaan dan waktu pelaksanaan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Terima Aspirasi Berau, Beasiswa Guru hingga Fasilitas Sekolah Dibahas

Guru dan Sekolah Menjadi Agenda Terakhir

Pada 24 September, sektor pendidikan menjadi agenda terakhir.

Sri Juniarsih bertemu Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk membahas peningkatan sumber daya manusia, terutama guru, serta fasilitas pendidikan.

Ia mengatakan:

“Alhamdulillah, kami menyampaikan terkait pendidikan yang ada di Kabupaten Berau, termasuk peningkatan sumber daya manusia, yaitu guru-guru. Disampaikan tadi bahwa guru berhak mendapatkan beasiswa, baik mengajar di sekolah negeri maupun swasta, yang penting terdaftar di Dapodik.”

Sri menilai peningkatan kapasitas guru berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia peserta didik.

“Ini penting untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar, sehingga kemampuan dan kapasitas SDM anak-anak kita juga bisa meningkat.”

Fasilitas sekolah juga menjadi perhatian.

“Termasuk juga peningkatan fasilitas sekolah. Sarana dan prasarana merupakan hal penting dalam menunjang pendidikan di Kabupaten Berau.”

Sri menyebut pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap aspirasi tersebut.

“Alhamdulillah, Menteri beserta jajarannya mengapresiasi dan mengatensi apa yang kami sampaikan.”

Empat Hari, Lima Kebutuhan Pembangunan

Jika dirangkum berdasarkan sektor, perjalanan Sri Juniarsih membawa lima kebutuhan utama Berau:

Kelima agenda tersebut memiliki keterkaitan. Infrastruktur membantu membuka akses ekonomi. Pertumbuhan kawasan membutuhkan hunian. Pendidikan membutuhkan guru dan fasilitas. Seluruh kebutuhan pembangunan juga membutuhkan dukungan pembiayaan.

Karena itu, rangkaian pertemuan tersebut tidak berhenti pada agenda di Jakarta. Tahap berikutnya adalah memastikan pembahasan dan arahan dapat diterjemahkan menjadi program yang jelas.

Poin Penting

Insight Redaksi

Empat hari di Jakarta memperlihatkan kebutuhan Berau yang saling terhubung: potensi, akses, pembiayaan, hunian dan manusia. Kada cukup hanya memiliki destinasi wisata jika akses terbatas. Begitu pula pembangunan sekolah membutuhkan guru dan fasilitas. Kini yang perlu dikawal bubuhan Berau adalah tindak lanjutnya: program, lokasi, anggaran, penerima dan waktu pelaksanaan.

Dari Jakarta, kebutuhan Berau sudah dibawa ke sejumlah kementerian. Tahap berikutnya berada pada tindak lanjut di daerah.

Masyarakat tentu akan menunggu hasil yang dapat dilihat, mulai dari akses yang semakin baik, rumah layak, sekolah yang mendukung hingga kesempatan guru meningkatkan kapasitas.

Di situlah perjalanan empat hari tersebut akan menemukan manfaat nyatanya bagi Bumi Batiwakkal.

 

FAQ

Apa saja yang dibahas Sri Juniarsih di Jakarta?

Pembahasannya meliputi potensi ekonomi, infrastruktur, dukungan fiskal, hunian layak, guru, beasiswa dan fasilitas pendidikan.

Kapan agenda tersebut berlangsung?

Rangkaian pertemuan berlangsung pada 21–24 September 2026.

Apakah 4.000 rumah sudah pasti dibangun?

Belum. Angka tersebut merupakan bagian dari arahan atau pembahasan dan masih membutuhkan tindak lanjut program.

Apa yang dibahas terkait guru?

Peluang beasiswa bagi guru, termasuk guru sekolah negeri maupun swasta yang terdaftar di Dapodik, serta peningkatan kapasitas mengajar.

Apa yang perlu dipantau setelah kunjungan?

Bentuk program, sumber pembiayaan, lokasi, penerima manfaat, jadwal dan realisasi di lapangan.

Sumber Informasi: Pemerintah Kabupaten Berau, Prokopim Kabupaten Berau, serta bahan agenda dan kutipan langsung yang digunakan dalam naskah sumber.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Pembangunan Berau pemerintah pusat berau sri juniarsih