Berau Cari Ruang Fiskal, Potensi Derawan hingga Perikanan Jadi Andalan

Arya Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:17 WIB
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas audiensi dengan Wamendagri Bima Arya di Jakarta.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas audiensi dengan Wamendagri Bima Arya di Jakarta.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pemkab Berau memperkuat komunikasi pusat untuk ruang fiskal sekaligus mengembangkan pariwisata, perikanan, perkebunan, dan konektivitas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mencari dukungan fiskal sekaligus mendorong pengembangan potensi daerah, mulai dari pariwisata, perikanan, perkebunan hingga komoditas unggulan.

Langkah itu ditempuh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melalui audiensi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di Jakarta, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Pemkab Berau menyampaikan kebutuhan pembangunan sekaligus kondisi kemampuan anggaran daerah.

Dalam pertemuan itu, Sri Juniarsih didampingi Sekretaris Daerah Berau Muhammad Said, Kepala BPKAD Sapransyah, Kepala Bapenda Djupiansyah Ganie, serta Kepala Bapperida Endah Ernany Triariani. Bima Arya didampingi Direktur Fasilitas Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Nasrun.

Pertemuan ini berlangsung ketika Pemkab Berau juga melakukan penyesuaian belanja APBD. Sebelumnya, Muhammad Said menyampaikan bahwa perangkat daerah diminta memusatkan anggaran pada belanja wajib, termasuk kebutuhan pegawai, operasional kantor, serta dana kampung.

Ruang Fiskal Berau Sedang Jadi Perhatian

Keterbatasan kemampuan fiskal membuat Pemkab Berau perlu menentukan prioritas pembangunan secara cermat. Pemerintah daerah sekaligus berharap dukungan transfer dari pemerintah pusat dapat memberi ruang bagi program pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat.

Muhammad Said menyebut Pemkab Berau membahas optimalisasi Transfer ke Daerah (TKD), termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah.

“Kita berharap dana ke daerah semakin banyak, kemudian program pembangunan dari pusat semakin ditingkatkan ke daerah,” ujar Muhammad Said dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Kebutuhan fiskal tersebut tidak berdiri sendiri. Berau sedang berhadapan dengan kebutuhan membangun konektivitas, infrastruktur, pelayanan publik, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi yang menjadi sumber potensi daerah.

Baca Juga: Kolaborasi Berau Bersama Kemendagri, Kejar Dukungan Untuk Pariwisata dan Konektivitas

Derawan dan Maratua Masuk Peta Pengembangan

Dalam audiensi dengan Bima Arya, Sri Juniarsih memaparkan sejumlah sektor yang menjadi kekuatan Berau.

Pariwisata menjadi salah satu yang menonjol. Kawasan bahari Derawan dan Maratua disebut sebagai bagian dari potensi yang terus dikembangkan untuk mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Namun, potensi wisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik destinasi. Infrastruktur dan konektivitas wilayah menjadi bagian penting agar pergerakan wisatawan, barang, jasa, dan kegiatan ekonomi dapat terhubung dengan kawasan lain.

Berau juga membawa sektor perikanan, perkebunan, serta berbagai komoditas unggulan sebagai bagian dari potensi ekonomi daerah yang ingin dikembangkan secara berkelanjutan.

Artinya, ruang fiskal memiliki hubungan langsung dengan kemampuan daerah mengembangkan potensi tersebut. Ketika anggaran terbatas, pilihan pembangunan harus diarahkan pada kebutuhan yang memiliki hubungan kuat dengan pelayanan publik dan penggerak ekonomi masyarakat.

Pesan Bima Arya: Potensi Daerah Perlu Dihubungkan

Arah pembicaraan Pemkab Berau dengan Wamendagri juga memiliki konteks yang lebih luas dalam kebijakan hubungan pemerintah pusat dan daerah.

Sebelumnya, Bima Arya menyampaikan pentingnya kolaborasi antardaerah saat membuka APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, 27 Agustus 2026.

Bima Arya dalam forum tersebut mendorong pemerintah daerah memetakan potensi masing-masing secara tepat, termasuk menghubungkannya dengan peluang investasi dan kerja sama.

Konteks ini relevan bagi Berau. Daerah memiliki potensi pariwisata, perikanan, perkebunan, dan komoditas unggulan, sementara pengembangannya membutuhkan dukungan infrastruktur, konektivitas, pembiayaan, serta jejaring antardaerah.

Dari Potensi ke Dampak bagi Masyarakat

Bagi masyarakat Berau, pembahasan fiskal bukan sekadar persoalan angka dalam APBD.

Keputusan mengenai transfer daerah dan prioritas belanja dapat berkaitan dengan keberlanjutan pelayanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, dukungan terhadap kampung, hingga kemampuan daerah membuka ruang ekonomi baru.

Pemkab Berau menyatakan pengembangan potensi daerah diarahkan agar mampu membuka peluang usaha, memperluas akses masyarakat, serta mendukung kesejahteraan warga.

Di titik ini, dua agenda yang dibawa Berau bertemu: mencari ruang fiskal dan mengoptimalkan potensi ekonomi.

Ruang fiskal memberi kemampuan untuk menjalankan program. Potensi daerah memberi arah mengenai sektor yang hendak dikembangkan. Keduanya membutuhkan perencanaan yang terhubung agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Audiensi dengan Wamendagri, Bahas Potensi Daerah dan Dukungan Pusat

Kolaborasi Kaltim Jadi Konteks Penting

Pesan kolaborasi yang disampaikan dalam APKASI Otonomi Expo juga memberi konteks bagi posisi Berau sebagai bagian dari Kalimantan Timur.

Pengembangan pariwisata, perikanan, perkebunan, dan komoditas daerah tidak hanya berkaitan dengan kebijakan kabupaten. Konektivitas dengan kabupaten dan kota lain, dukungan pemerintah provinsi, serta hubungan dengan pemerintah pusat ikut menentukan ruang pengembangannya.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi bagian dari proses pembangunan yang sedang berjalan. Berau membawa kebutuhan fiskal sekaligus daftar potensi yang ingin dikembangkan.

Bagi warga, ukuran akhirnya bukan sekadar seberapa banyak program yang direncanakan. Yang terasa adalah apakah pembangunan tersebut hadir dalam akses yang semakin terbuka, peluang usaha yang tumbuh, pelayanan publik yang berjalan, serta manfaat ekonomi yang sampai ke masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Berau sedang menghadapi dua kebutuhan yang saling berkaitan: ruang fiskal untuk menjalankan pembangunan dan strategi mengubah potensi daerah menjadi aktivitas ekonomi. Kuncinya bukan sekadar tambahan anggaran, tetapi keterhubungan program. Kalau sektor unggulan punya konektivitas dan pasar, manfaatnya bisa terasa sampai masyarakat. Ini yang perlu dikawal bubuhan Berau bersama.

Ruang fiskal, konektivitas, dan potensi ekonomi akhirnya berada dalam satu meja. Ikam bisa mengikuti perkembangannya lewat Balikpapan TV.

Setiap perkembangan pembangunan Berau punya cerita yang perlu diikuti, Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa yang dibahas Pemkab Berau dengan Wamendagri?

Pembahasan mencakup kebutuhan pembangunan, dukungan Transfer ke Daerah, serta pengembangan potensi ekonomi Berau.

2. Potensi apa yang dipaparkan Bupati Berau?

Sri Juniarsih memaparkan sektor pariwisata, perikanan, perkebunan, serta berbagai komoditas unggulan daerah.

3. Mengapa Derawan dan Maratua disebut dalam pembahasan?

Kedua kawasan tersebut merupakan potensi wisata bahari Berau yang pengembangannya membutuhkan dukungan infrastruktur dan konektivitas.

4. Apa kaitannya dengan kolaborasi pemerintah daerah?

Bima Arya sebelumnya menekankan kolaborasi antardaerah agar program pembangunan, pengembangan potensi, dan pelayanan masyarakat dapat berjalan secara terhubung.

5. Apa yang menjadi perhatian Pemkab Berau dalam APBD berjalan?

Pemkab Berau melakukan penyesuaian belanja dengan memprioritaskan kebutuhan wajib, termasuk belanja pegawai, operasional kantor, dan dana kampung.

Editor : Arya Kusuma
berau kalimantan timur bima arya Sri Juniarsih Mas