Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Berau memperkuat komunikasi dengan pusat setelah pesan kolaborasi antardaerah mengemuka di Apkasi Otonomi Expo 2026.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemkab Berau memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi daerah, setelah pesan kolaborasi antarpemerintah daerah mengemuka pada Apkasi Otonomi Expo 2026 di Tangerang pada akhir Agustus.
Bagi daerah dengan ruang fiskal terbatas, promosi potensi saja belum cukup; dukungan konektivitas dan infrastruktur menentukan apakah peluang ekonomi benar-benar sampai ke masyarakat.
Pesan kolaborasi mulai menemukan bentuk di Berau
Pertemuan di Jakarta pada 21 September 2026 menjadi kelanjutan dari gagasan yang mengemuka dalam Apkasi Otonomi Expo 2026. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bertemu Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya untuk audiensi membicarakan potensi sekaligus kebutuhan pembangunan daerah.
Langkah Berau ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Bima Arya ketika membuka Apkasi Otonomi Expo 2026 pada 27 Agustus lalu. Saat itu, ia menekankan perlunya kolaborasi antarkepala daerah serta pemetaan potensi agar mampu memberikan manfaat bagi daerah dan membuka peluang investasi.
Dalam audiensi tersebut, Sri Juniarsih memaparkan sejumlah sektor yang menjadi kekuatan Berau, mulai pariwisata, perikanan, perkebunan hingga komoditas unggulan.
Pertemuan itu juga berlangsung ketika kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan secara bersamaan.
Kondisi tersebut membuat komunikasi dengan pemerintah pusat memiliki arti strategis bagi daerah. Bukan hanya soal mencari dukungan anggaran, tetapi juga membuka ruang koordinasi agar potensi ekonomi dapat ditopang kebutuhan infrastrukturnya.
Derawan dan Maratua masuk dalam peta potensi ekonomi
Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi utama yang dibawa Berau dalam komunikasi dengan pemerintah pusat.
Kawasan bahari seperti Derawan dan Maratua menjadi bagian dari kekuatan pariwisata daerah. Potensi tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi, tetapi pengembangannya membutuhkan dukungan yang terhubung dengan kondisi wilayah.
Infrastruktur dan konektivitas menjadi bagian penting karena destinasi wisata tidak berdiri sendiri. Akses menuju kawasan wisata, mobilitas masyarakat, layanan pendukung, hingga hubungan dengan pelaku usaha ikut menentukan seberapa besar aktivitas ekonomi dapat berkembang.
Pemkab Berau juga menyampaikan potensi perikanan dan perkebunan sebagai sektor lain yang memiliki ruang pengembangan. Pengolahan komoditas menjadi produk bernilai tambah menjadi salah satu cara agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
Konteks ini membuat promosi daerah melalui expo memiliki fungsi yang cukup luas. Produk dan potensi memang diperkenalkan, tetapi ujung berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut dapat terhubung dengan pasar, investasi, infrastruktur, serta pelaku ekonomi lokal.
Berau sendiri sebelumnya ikut tampil dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 dengan membawa potensi daerah dan membuka peluang investasi. AOE 2026 berlangsung selama tiga hari di Hall ICE BSD, Tangerang, dan dibuka Bima Arya bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri serta Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi.
Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Audiensi dengan Wamendagri, Bahas Potensi Daerah dan Dukungan Pusat
Tantangan berikutnya bukan sekadar mempromosikan potensi
Ada perbedaan penting antara memperkenalkan potensi daerah dan membuat potensi tersebut menghasilkan aktivitas ekonomi.
Berau memiliki sumber daya pariwisata, perikanan dan perkebunan yang dapat ditawarkan kepada pasar. Namun, kebutuhan pembangunan yang menyertainya juga harus berjalan beriringan.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Pemkab Berau menyampaikan kebutuhan pembangunan yang berkaitan dengan penguatan infrastruktur dan konektivitas agar potensi ekonomi dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Bagi warga, ukuran keberhasilan akhirnya bukan hanya seberapa banyak potensi daerah tampil dalam expo. Ukurannya juga dapat dilihat dari munculnya peluang usaha, terbukanya akses pasar, meningkatnya aktivitas ekonomi dan tersedianya fasilitas yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Dari forum nasional menuju kebutuhan pembangunan daerah
Apkasi Otonomi Expo 2026 mempertemukan kepala daerah dengan berbagai kepentingan ekonomi dan investasi. Bagi Berau, forum tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring.
Beberapa pekan setelah agenda tersebut, komunikasi dengan pemerintah pusat kembali dilakukan melalui audiensi. Fokusnya pun bergerak pada kebutuhan pembangunan dan kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Rangkaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi daerah bukan hanya istilah dalam forum pemerintahan. Dalam praktiknya, kolaborasi berkaitan dengan bagaimana potensi lokal diterjemahkan menjadi program, dukungan pembangunan, konektivitas, investasi dan manfaat ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Berau kini membawa sektor pariwisata, perikanan, perkebunan serta komoditas unggulan dalam pembicaraan pembangunan. Sementara kebutuhan infrastruktur dan keterbatasan kemampuan fiskal menjadi bagian penting dari konteksnya.
Bagi Kaltim, pola tersebut juga memperlihatkan hubungan antara kekuatan kabupaten dan peran pemerintah provinsi dalam membangun koordinasi lintas pemerintahan. Potensi daerah ada di masing-masing wilayah, tetapi pengembangannya membutuhkan koneksi yang saling menguatkan.
Baca Juga: Hasil Perjalanan Pemkab Berau Dapat Dukungan Pusat Rp150 Miliar untuk Kesehatan dan Peralatan Sampah
Poin Penting
- Berau kembali membangun komunikasi dengan pemerintah pusat pada 21 September 2026.
- Potensi yang dibahas mencakup pariwisata, perikanan, perkebunan dan komoditas unggulan.
- Derawan dan Maratua menjadi bagian dari kekuatan wisata bahari Berau.
- Infrastruktur dan konektivitas disebut penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi.
- Apkasi Otonomi Expo 2026 menjadi ruang promosi potensi sekaligus peluang investasi.
- Seno Aji menekankan kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.
Insight Redaksi
Bagi Berau, pesan kolaborasi dari forum nasional kini mendapat bentuk yang lebih konkret melalui komunikasi langsung dengan pemerintah pusat. Fokusnya bukan sekadar mempromosikan Derawan atau komoditas, tetapi mencari dukungan agar infrastruktur, konektivitas, dan kapasitas fiskal bisa bergerak bersama. Potensinya ada, pang; pekerjaan rumahnya memastikan manfaat ekonomi lokal benar-benar sampai ke warga Berau.
Peluang investasi terasa nyata kalau promosi daerah nyambung dengan proyek, akses, dan kebutuhan warga, pang.
Bagikan info ini ke kawalan ikam, siapa tahu ada peluang usaha yang nyambung dengan potensi Berau.
Pantau kabar Kaltim di Balikpapan TV, ikam kada ketinggalan cerita daerah. Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa yang dibahas Bupati Berau bersama Wamendagri?
Sri Juniarsih memaparkan potensi dan kebutuhan pembangunan Berau, termasuk pariwisata, perikanan, perkebunan, infrastruktur dan konektivitas.
2. Mengapa konektivitas penting bagi pengembangan Berau?
Konektivitas mendukung akses menuju kawasan ekonomi dan wisata, sekaligus membantu memperluas aktivitas usaha serta akses masyarakat.
3. Apa pesan Seno Aji dalam Apkasi Otonomi Expo 2026?
Seno Aji menekankan kolaborasi pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota agar program pembangunan dapat didukung bersama.
4. Apa hubungan AOE 2026 dengan pengembangan Berau?
AOE menjadi ruang bagi Berau untuk memperkenalkan potensi daerah, memperluas jejaring serta membuka peluang perdagangan dan investasi.
Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi Pemprov Kalimantan Timur mengenai Apkasi Otonomi Expo 2026 dan informasi Pemkab Berau mengenai audiensi Bupati Berau dengan Wamendagri. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma