Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Bupati Berau Sri Juniarsih membawa potensi wisata, perikanan, perkebunan dan kebutuhan infrastruktur dalam audiensi bersama Wamendagri.
Balikpapan TV - Hai Ces! Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menemui Wamendagri Bima Arya di Jakarta untuk memperkuat koordinasi pusat-daerah dan membahas pengembangan potensi Berau.
Pertemuan ini menarik perhatian karena pembahasan tidak hanya berkaitan dengan promosi potensi daerah, tetapi juga kebutuhan pembangunan di tengah kemampuan anggaran Kabupaten Berau yang terbatas.
Potensi Berau Dibawa ke Meja Pemerintah Pusat
Audiensi berlangsung di kediaman Bima Arya, Jakarta, Senin (21/9/2026). Sri Juniarsih hadir bersama Sekretaris Daerah Berau Muhammad Said, Kepala BPKAD Sapransyah, Kepala Bapenda Djupiansyah Ganie dan Kepala Bapperida Endah Ernany Triariani.
Bima Arya dalam pertemuan tersebut didampingi Direktur Fasilitas Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Nasrun.
Bagi Pemkab Berau, forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan potensi sekaligus kebutuhan daerah secara langsung kepada pemerintah pusat.
Berau memiliki sejumlah sektor yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi daerah, terutama pariwisata, perikanan, perkebunan dan komoditas unggulan lainnya.
Baca Juga: Hasil Perjalanan Pemkab Berau Dapat Dukungan Pusat Rp150 Miliar untuk Kesehatan dan Peralatan Sampah
Derawan dan Maratua Jadi Bagian dari Potensi Pariwisata
Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dibawa dalam pembahasan. Kepulauan Derawan dan Maratua merupakan bagian dari kekuatan wisata bahari Berau yang memiliki nilai ekonomi bagi daerah.
Pengembangan sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata. Infrastruktur, konektivitas wilayah, akses transportasi serta fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting agar potensi daerah dapat memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Arah ini sejalan dengan langkah Pemkab Berau dalam mendorong pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi unggulan. Pada Agustus 2026, Berau juga membawa potensi pariwisata, perikanan dan perkebunan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 untuk membuka peluang investasi dan kerja sama.
Persoalan Anggaran Menjadi Bagian Penting Pembahasan
Potensi daerah saja belum cukup untuk menggerakkan pembangunan. Pemkab Berau menyampaikan kondisi kemampuan anggaran daerah yang masih terbatas untuk mengoptimalkan berbagai sektor tersebut.
Kebutuhan pembangunan infrastruktur dan konektivitas membutuhkan dukungan yang terintegrasi. Artinya, pengembangan destinasi wisata, sektor perikanan maupun perkebunan perlu berjalan bersama dengan peningkatan akses dan fasilitas dasar.
Upaya mencari dukungan pemerintah pusat juga sudah dilakukan Pemkab Berau melalui sejumlah agenda di Jakarta. Pada 16 September 2026, misalnya, audiensi Bupati Berau dengan Wakil Menteri Kesehatan menghasilkan dukungan anggaran Rp150 miliar untuk sarana dan prasarana kesehatan di Berau.
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan bahwa koordinasi pusat-daerah menjadi salah satu jalur yang ditempuh Pemkab Berau ketika kebutuhan pembangunan tidak seluruhnya dapat ditopang kemampuan fiskal daerah.
Baca Juga: DPRD Berau Minta Efisiensi Anggaran Tak Pangkas Bantuan Alsintan untuk Petani
Pengembangan Potensi Perlu Terhubung dengan Ekonomi Warga
Pengembangan potensi daerah pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya destinasi atau komoditas yang dimiliki.
Manfaat ekonominya perlu dirasakan masyarakat melalui aktivitas usaha, lapangan pekerjaan, peningkatan nilai tambah produk serta berkembangnya sektor pendukung.
Dalam konteks pariwisata, misalnya, kunjungan wisatawan dapat membuka ruang bagi pelaku usaha akomodasi, transportasi, kuliner, kerajinan hingga jasa wisata. Pada sektor perikanan dan perkebunan, pengolahan produk menjadi bagian penting untuk menciptakan nilai ekonomi dari komoditas lokal.
Karena itu, pembahasan mengenai infrastruktur dan konektivitas memiliki kaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi yang tersedia.
Koordinasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Pengembangan Berau
Pertemuan dengan Wamendagri juga memperlihatkan posisi pemerintah daerah dalam menghubungkan potensi lokal dengan kebijakan dan dukungan pemerintah pusat.
Bima Arya sebelumnya menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menerjemahkan agenda pembangunan menjadi program yang konkret, termasuk dalam pengembangan ekonomi daerah dan pemanfaatan potensi lokal. Dalam forum AOE 2026, ia juga mendorong pemerintah kabupaten mengenali kekuatan ekonomi wilayah dan meningkatkan nilai tambahnya.
Bagi Berau, tantangannya adalah memastikan potensi yang sudah dikenal luas seperti wisata bahari, perikanan dan perkebunan dapat berkembang bersama infrastruktur serta konektivitas yang memadai.
Sri Juniarsih menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar potensi Bumi Batiwakkal dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.
Poin Penting
- Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bertemu Wamendagri Bima Arya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
- Pemkab Berau membawa pembahasan mengenai potensi pariwisata, perikanan, perkebunan dan komoditas unggulan.
- Derawan dan Maratua menjadi bagian dari potensi wisata bahari Berau.
- Infrastruktur dan konektivitas dinilai penting untuk mendukung pengembangan potensi daerah.
- Keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan dalam koordinasi dengan pemerintah pusat.
- Pemkab Berau sebelumnya juga melakukan audiensi dengan Kementerian Kesehatan yang menghasilkan dukungan anggaran Rp150 miliar untuk sektor kesehatan.
Insight Redaksi
Potensi Berau sudah dikenal, tetapi pekerjaan besarnya ada pada konektivitas dan nilai tambah ekonomi. Wisata, perikanan, serta perkebunan perlu bertemu dengan infrastruktur yang memadai. Kalau dukungan pusat dan perencanaan daerah bisa nyambung, manfaatnya dapat terasa sampai pelaku usaha dan masyarakat Bumi Batiwakkal. Nah, di situlah ukuran pembangunan mulai terasa nyata.
Koordinasi pusat-daerah perlu diarahkan pada program yang punya dampak konkret bagi warga, bukan sekadar pertemuan administratif.
Kalau ikam melihat pembangunan Berau dari sisi warga, pertanyaannya sederhana: potensi daerah sudah ada, lalu bagaimana manfaat ekonominya bisa sampai ke masyarakat?
Bagikan artikel ini ke bubuhan yang ingin mengikuti perkembangan pembangunan dan ekonomi Bumi Batiwakkal.
Berau punya modal alam yang kuat. Tantangannya sekarang adalah mengubah potensi itu menjadi kesempatan ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat.
FAQ
Siapa yang bertemu dalam audiensi tersebut?
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bertemu Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya di Jakarta.
Apa yang dibahas Pemkab Berau?
Pembahasan mencakup potensi pariwisata, perikanan, perkebunan, komoditas unggulan, kebutuhan infrastruktur dan konektivitas.
Mengapa dukungan pemerintah pusat dibutuhkan?
Pemkab Berau menyampaikan keterbatasan kemampuan anggaran daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi pembangunan.
Apa potensi wisata yang disebut dalam pembahasan?
Kawasan kepulauan Derawan dan Maratua menjadi bagian dari potensi pariwisata bahari Berau.
Apa langkah lain yang dilakukan Pemkab Berau di tingkat pusat?
Pada 16 September 2026, Pemkab Berau melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan dan memperoleh dukungan anggaran Rp150 miliar untuk sarana serta prasarana kesehatan.
Editor : Arya Kusuma