Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Berau memperoleh dukungan pusat untuk kesehatan, puskesmas, laboratorium, serta pengelolaan sampah kawasan wisata.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemkab Berau memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui dua agenda di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026, untuk memperkuat layanan kesehatan dan pengelolaan lingkungan.
Dua kebutuhan dasar ini bersentuhan langsung dengan kehidupan warga, mulai dari akses layanan medis hingga kebersihan kawasan wisata. Ceritanya menarik karena dukungan yang dibawa pulang punya bentuk berbeda.
Rp150 Miliar Disiapkan untuk Layanan Kesehatan Berau
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bertemu Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Berau.
Sri didampingi Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait. Ia memaparkan kondisi fasilitas kesehatan serta kebutuhan peningkatan kapasitas layanan di daerah.
Dari pertemuan itu, Kementerian Kesehatan menyatakan alokasi anggaran sebesar Rp150 miliar untuk Kabupaten Berau. Dana tersebut diarahkan bagi sarana dan prasarana RSUD dr Abdul Rivai, puskesmas, serta laboratorium kesehatan.
Bagi masyarakat di 13 kecamatan, fasilitas kesehatan yang berada dekat dengan tempat tinggal punya arti praktis. Kapasitas layanan yang memadai dapat mendukung penanganan pasien di daerah sebelum kebutuhan rujukan ke luar wilayah muncul.
Pemkab Berau juga menyebut terdapat 21 puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan. Kebutuhan penguatan fasilitas pada tingkat layanan dasar menjadi salah satu bagian yang disampaikan kepada Kemenkes.
Sri Juniarsih menyampaikan, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, dari pertemuan tadi, kita membawa anggaran ke Berau dari Kemenkes sebesar Rp150 miliar.”
Anggaran tersebut menjadi dukungan fiskal dari pemerintah pusat untuk kebutuhan infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang sebelumnya dihadapkan pada keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Bukan Cuma Rumah Sakit, Puskesmas dan Laboratorium Ikut Diperkuat
Ruang lingkup dukungan kesehatan tersebut mencakup beberapa lapisan layanan. RSUD dr Abdul Rivai menjadi salah satu fasilitas yang masuk dalam kebutuhan sarana dan prasarana.
Puskesmas juga menjadi perhatian karena fasilitas ini tersebar di berbagai kecamatan. Posisi layanan primer membuat keberadaannya penting bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa harus langsung menuju rumah sakit.
Laboratorium kesehatan turut disebut dalam alokasi dukungan tersebut. Artinya, penggunaan anggaran tidak hanya berpusat pada bangunan rumah sakit, tetapi mencakup sarana pendukung layanan kesehatan daerah.
Baca Juga: DPRD Berau Minta Efisiensi Anggaran Tak Pangkas Bantuan Alsintan untuk Petani
Hari yang Sama, Berau Juga Membawa Urusan Sampah ke Jakarta
Agenda Pemkab Berau pada 16 September tidak berhenti di sektor kesehatan. Pada hari yang sama, Sri Juniarsih bertemu Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup, Menara Plaza Kuningan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas pengelolaan persampahan, terutama kawasan yang menjadi tujuan pariwisata Berau. Sri didampingi Muhammad Said dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Berau Zulkifli Ashari.
Dalam audiensi itu, Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kesiapan memberikan dukungan berupa peralatan persampahan untuk Kabupaten Berau.
Sri menyebut bantuan peralatan tersebut diharapkan memperkuat sarana pengelolaan sampah, khususnya pada kawasan wisata.
Pariwisata Berau Bertemu Persoalan Kebersihan
Kawasan wisata membutuhkan bukan hanya daya tarik alam, tetapi juga pengelolaan lingkungan yang berjalan bersamaan.
Dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Pemkab Berau menyampaikan komitmen mengembangkan potensi pariwisata dengan memperhatikan kebersihan, kelestarian lingkungan, serta ketentuan peraturan yang berlaku.
Dukungan berupa peralatan persampahan dapat membantu dari sisi sarana. Namun, manfaatnya bagi kawasan wisata akan bergantung pada pengelolaan di lapangan, termasuk penggunaan peralatan dan tata kelola persampahan setelah bantuan diterima.
Di titik ini, urusan kesehatan dan lingkungan punya benang merah yang sederhana: fasilitas publik baru terasa manfaatnya ketika benar-benar berfungsi bagi warga.
Baca Juga: Berau Mulai Siapkan Ekonomi Pasca-Tambang, Pariwisata dan UMKM Jadi Andalan
Dua Dukungan Pusat, Dua Kebutuhan Dasar Berau
Dalam satu agenda kunjungan ke Jakarta, Pemkab Berau memperoleh dua bentuk dukungan berbeda.
Pertama, alokasi Rp150 miliar dari Kementerian Kesehatan untuk sarana dan prasarana RSUD dr Abdul Rivai, puskesmas, serta laboratorium kesehatan.
Kedua, dukungan peralatan persampahan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah, khususnya kawasan pariwisata.
Bagi warga Berau, hasil akhirnya bukan sekadar angka anggaran atau daftar peralatan. Ukuran manfaatnya akan terlihat ketika layanan kesehatan semakin mampu menjangkau kebutuhan warga dan kawasan wisata memiliki pengelolaan sampah yang berjalan.
Poin Penting
- Kemenkes menyatakan alokasi anggaran Rp150 miliar untuk Kabupaten Berau.
- Dukungan kesehatan mencakup RSUD dr Abdul Rivai, puskesmas, dan laboratorium.
- Berau memiliki 21 puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan.
- Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kesiapan membantu peralatan persampahan.
- Pengelolaan sampah diarahkan khususnya untuk mendukung kawasan pariwisata.
Insight Redaksi
Dua agenda ini menunjukkan kebutuhan Berau bergerak pada dua ruang yang saling berkaitan: layanan publik dan kualitas lingkungan. Anggaran kesehatan perlu berujung pada akses layanan yang nyata, sementara bantuan persampahan perlu hadir dalam kerja lapangan. Ukuran manfaatnya ada di situ, pang.
Kalau fasilitasnya sudah datang, pekerjaan berikutnya justru dimulai: memastikan sarana tersebut benar-benar dipakai dan dirasakan warga.
Bagikan info ini ke bubuhan ikam, supaya kabar pembangunan Berau kada berhenti di ruang rapat.
Pantau terus kabar daerah dan perkembangan layanan publik hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa anggaran yang dialokasikan Kemenkes untuk Berau?
Kementerian Kesehatan menyatakan alokasi anggaran sebesar Rp150 miliar untuk Kabupaten Berau.
2. Anggaran kesehatan tersebut digunakan untuk apa?
Dukungan diarahkan untuk sarana dan prasarana RSUD dr Abdul Rivai, puskesmas, serta laboratorium kesehatan.
3. Berapa jumlah puskesmas di Kabupaten Berau?
Pemkab Berau menyebut terdapat 21 puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan.
4. Apa dukungan Kementerian Lingkungan Hidup untuk Berau?
Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kesiapan memberikan dukungan berupa peralatan persampahan.
5. Peralatan persampahan itu diarahkan untuk kawasan mana?
Dukungan tersebut terutama diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah di kawasan pariwisata Berau.
Sumber Informasi: Pemerintah Kabupaten Berau dan Prokopim Kabupaten Berau mengenai agenda audiensi 16 September 2026.
Editor : Arya Kusuma