Lulus Kuliah Bukan Akhir, Bupati Berau Dorong Sarjana Jadi Penggerak Ekonomi

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:29 WIB
Bupati Berau mendorong lulusan UMB menerapkan ilmu melalui karya, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Bupati Berau mendorong lulusan UMB menerapkan ilmu melalui karya, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Bupati Sri Juniarsih mendorong lulusan UMB tidak hanya mencari kerja, tetapi menciptakan peluang dan berkontribusi bagi pembangunan Berau.

Balikpapan TV – Hai Ces! Menyandang gelar sarjana maupun magister bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Bagi Bupati Berau Sri Juniarsih, ijazah justru menjadi bekal untuk membuktikan kemampuan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sri Juniarsih saat menghadiri Wisuda ke-6 Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) hari kedua untuk Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) di SM Tower, Kamis (10/9/2026).

Di hadapan para lulusan, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi harus dilanjutkan dengan keberanian mengambil peran di masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk menunjukkan hasil dari perjuangan selama menempuh pendidikan. Kita ditunggu oleh masyarakat untuk memberikan dampak dan kinerja yang positif,” ujarnya.

Gelar Akademik Perlu Dibuktikan Lewat Karya

Perjalanan hingga mencapai wisuda tentu tidak singkat. Para mahasiswa telah melewati proses perkuliahan dan berbagai tantangan akademik sebelum akhirnya memperoleh gelar.

Namun, menurut Sri Juniarsih, capaian tersebut sebaiknya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.

Kabupaten Berau membutuhkan lulusan yang mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab persoalan sekaligus melihat peluang di sekitarnya.

Karena itu, keberhasilan pendidikan perlu dilihat dari apa yang dilakukan setelah seseorang menyelesaikan studinya.

Kemampuan akademik dapat menjadi modal awal. Setelah itu, dibutuhkan keberanian untuk berinovasi, membangun jejaring, bekerja sama, dan mengambil kesempatan yang tersedia.

Baca Juga: Disbudpar Berau Dorong Destinasi Wisata Dilengkapi Infrastruktur dan Lingkungan Bersih

Jangan Semua Lulusan Hanya Mengejar Status Pekerja

Salah satu pesan utama Sri Juniarsih kepada lulusan UMB adalah perubahan pola pikir dalam melihat dunia kerja.

Ia berharap lulusan tidak hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau bekerja sebagai karyawan perusahaan.

Menurutnya, peluang untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan juga perlu dilihat sebagai pilihan setelah lulus.

“Lulusan UMB bukan hanya sebagai pencari pekerjaan, tetapi mampu memberikan peluang dan memberikan solusi ke depannya untuk Kabupaten Berau,” tuturnya.

Dorongan tersebut bukan berarti pekerjaan sebagai ASN maupun karyawan tidak penting. Namun, lulusan perguruan tinggi juga memiliki kesempatan untuk mengambil peran sebagai pelaku usaha dan pencipta lapangan kerja.

Dengan semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha, peluang ekonomi baru juga dapat tumbuh di daerah.

“Kita memerlukan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi untuk Berau yang kita cintai,” sambungnya.

Ilmu Ekonomi Bisa Jadi Modal Berwirausaha

Sri Juniarsih secara khusus mendorong lulusan bidang ekonomi agar tidak berhenti pada pemahaman teori.

Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dapat dikembangkan menjadi modal untuk masuk ke dunia usaha.

Namun, membangun usaha tentu tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Jejaring, kolaborasi, dan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Kemampuan menjalin hubungan dengan berbagai pihak dapat membuka peluang kerja sama maupun memperluas pasar.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dunia kerja membutuhkan kompetensi yang lebih luas daripada sekadar kepemilikan ijazah.

Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus bergerak membuat lulusan perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

Karakter dan Komunikasi Tetap Penting

Selain kompetensi profesional, Sri Juniarsih mengingatkan lulusan agar tetap memperhatikan karakter dan kemampuan berkomunikasi.

Dalam perjalanan karier maupun kehidupan bermasyarakat, berbagai persoalan dapat muncul. Setiap persoalan tersebut dapat menjadi pengalaman sekaligus proses pembelajaran.

Karena itu, lulusan didorong untuk aktif bergerak dan tidak takut menghadapi tantangan.

“Bekerja, bergerak dan berkomunikasi. Bangun dan berikan kiprah terbaik untuk Berau yang kita cintai,” pesannya.

Pesan tersebut menempatkan kemampuan berkomunikasi sebagai bagian dari modal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia profesional maupun membangun usaha sendiri.

UMB Didorong Menjawab Kebutuhan Daerah

Pesan Sri Juniarsih tidak hanya ditujukan kepada para wisudawan.

Ia juga memberikan perhatian kepada UMB sebagai salah satu perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Berau.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Karena itu, UMB diharapkan terus berinovasi dan menyesuaikan pengembangan pendidikannya dengan potensi yang dimiliki Berau.

Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah banyak. Kualitas dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan daerah juga menjadi hal yang penting.

Baca Juga: Kabut Asap Berau Belum Reda, Dinkes Minta Aktivitas Anak Dibatasi

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jadi Peluang

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berau memiliki potensi wisata yang terus berkembang. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia lokal yang memiliki pengetahuan serta kemampuan profesional untuk mengelolanya.

Di sinilah perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih besar.

Pendidikan dapat diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan daerah, termasuk pengelolaan destinasi, pengembangan ekonomi kreatif, kewirausahaan, hingga kemampuan membangun kolaborasi.

Jika pendidikan dan potensi daerah dapat berjalan beriringan, lulusan tidak hanya mencari peluang di luar daerah, tetapi juga dapat menciptakan peluang dari kekuatan ekonomi yang ada di Berau.

Sri Juniarsih berharap UMB terus berkembang dan mampu menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM yang dibutuhkan daerah.

“Harapan kita UMB terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” katanya.

Dari Wisuda Menuju Kontribusi Nyata

Wisuda menjadi momentum penting bagi para lulusan UMB. Namun, pesan yang disampaikan Bupati Berau menunjukkan bahwa perjalanan setelah toga dikenakan justru menjadi tahap yang tidak kalah penting.

Gelar akademik dapat membuka pintu, tetapi karya, kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, serta kontribusi nyata yang akan menentukan seberapa jauh ilmu tersebut memberi manfaat.

Bagi Berau, semakin banyak lulusan yang mampu menciptakan usaha, lapangan kerja, dan solusi bagi masyarakat berarti semakin besar pula peluang sumber daya manusia lokal menjadi penggerak pembangunan daerah.

Nah, tantangannya kini ada di tangan para lulusan: membawa ilmu dari ruang kuliah menjadi sesuatu yang benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pesan Bupati Sri Juniarsih memperlihatkan bahwa tantangan pendidikan tinggi tidak berhenti pada persoalan mencetak lulusan.

Yang lebih penting adalah bagaimana lulusan tersebut masuk ke masyarakat dengan kemampuan untuk menciptakan nilai baru.

Di tengah perubahan dunia kerja, pola pikir bahwa lulusan hanya memiliki dua pilihan—menjadi ASN atau karyawan—perlu diperluas. Kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja juga dapat menjadi bentuk kontribusi kepada daerah.

Berau sendiri memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk mengembangkan keahlian sekaligus membangun usaha.

Namun, hal tersebut membutuhkan ekosistem. Perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan daerah, sementara lulusan membutuhkan ruang, jejaring, pendampingan, dan akses untuk mengembangkan gagasannya.

Jika hubungan antara pendidikan dan kebutuhan daerah semakin kuat, wisuda tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi awal munculnya lebih banyak SDM lokal yang mampu menggerakkan Berau.

Menurut ikam, apakah lulusan perguruan tinggi sekarang perlu lebih banyak didorong menjadi pencipta lapangan kerja? Bagikan artikel ini ke bubuhan kawalan yang baru lulus atau sedang mempersiapkan masa depan kariernya.

Dari gelar akademik menuju karya nyata, masa depan Berau juga dibangun oleh keberanian para lulusannya. Ikuti info pendidikan dan perkembangan Berau hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Wisuda ke-6 UMB digelar?

Wisuda ke-6 Universitas Muhammadiyah Berau hari kedua untuk Program S1 dan S2 berlangsung di SM Tower, Kamis (10/9/2026).

2. Apa pesan utama Bupati Berau kepada para wisudawan?

Sri Juniarsih mengingatkan agar lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi melanjutkannya melalui karya, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat.

3. Apakah lulusan UMB didorong menjadi ASN atau karyawan?

Sri Juniarsih mendorong lulusan untuk memperluas orientasi. Selain bekerja sebagai ASN atau karyawan, lulusan juga diharapkan mampu menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan.

4. Mengapa kemampuan komunikasi penting bagi lulusan?

Komunikasi dibutuhkan untuk membangun jejaring, berkolaborasi, menjalin hubungan dengan berbagai pihak, serta menghadapi persoalan dalam perjalanan karier dan kehidupan bermasyarakat.

5. Apa harapan Bupati Berau kepada UMB?

Sri Juniarsih berharap UMB terus berinovasi, berkembang, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah melalui sumber daya manusia yang kompeten.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Hadiri Wisuda UMB, Bupati Sri Juniarsih",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : BERAU POST
UMB berau sri juniarsih pendidikan