Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Pemkab Berau memperluas pasar UMKM melalui berbagai expo nasional sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada investor dan mitra usaha.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau mendapat ruang lebih luas untuk memperkenalkan produknya ke pasar di luar daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memanfaatkan berbagai pameran berskala nasional sebagai sarana promosi produk lokal. Strategi ini tidak hanya bertujuan membuat produk Berau dikenal lebih luas, tetapi juga membuka peluang terjadinya kerja sama bisnis dan investasi.
Salah satu momentum tersebut terlihat dalam keikutsertaan Berau pada Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Hall ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 27–29 Agustus 2026.
Melalui ajang tersebut, Pemkab Berau membawa potensi daerah sekaligus memperkenalkan produk unggulan UMKM kepada pengunjung, pelaku usaha, hingga calon investor.
Expo Nasional Jadi Pintu Masuk Produk Berau
Pameran berskala nasional memberikan kesempatan bagi produk daerah untuk keluar dari pasar lokal.
Bagi UMKM, kesempatan tampil dalam expo bukan sekadar memajang produk di stan pameran. Ada peluang untuk memperkenalkan merek, melihat respons pasar, membangun jaringan, hingga bertemu calon mitra usaha.
Pemkab Berau melihat kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk lokal.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyebut keikutsertaan dalam expo menjadi momentum untuk memasarkan produk unggulan UMKM sekaligus membuka peluang investasi.
| “Ini peluang memasarkan produk unggulan UMKM dan membuka investasi.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa strategi pemerintah daerah tidak berhenti pada promosi. Produk UMKM ditempatkan sebagai salah satu bagian dari potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih jauh.
AOE sendiri dirancang sebagai ruang promosi perdagangan, pariwisata, investasi, serta pengadaan barang dan jasa antardaerah. Kehadiran pemerintah daerah, pelaku usaha dan calon investor membuat pameran tersebut memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pameran produk biasa.
Bukan Cuma UMKM, Potensi Berau Ikut Dijual
Keikutsertaan Berau dalam expo juga membawa misi memperkenalkan potensi ekonomi daerah secara lebih menyeluruh.
Pemkab Berau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menawarkan sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang dikembangkan.
Sektor tersebut antara lain pariwisata, agroindustri, ekonomi kreatif, perkebunan, dan perikanan.
Pariwisata menjadi salah satu kekuatan utama karena Berau memiliki destinasi bahari seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki.
Potensi wisata tersebut kemudian dapat berkaitan dengan sektor lain, mulai dari jasa wisata, akomodasi, ekonomi kreatif hingga produk UMKM yang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.
Dengan demikian, ketika produk UMKM Berau dibawa ke expo nasional, yang diperkenalkan sebenarnya bukan hanya barang yang dijual. Ada pula cerita mengenai daerah asal produk, sumber bahan baku, budaya, serta potensi ekonomi yang berada di belakangnya.
Baca Juga: Antrean BBM di Berau Mengular, 8 SPBU Dijaga Petugas Gabungan
Kakao Berau Mulai Dilirik untuk Dikembangkan
Salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam penjajakan investasi adalah kakao atau cokelat.
Kepala DPMPTSP Berau Nanang Bakran menyebut peluang investasi di sektor nonpertambangan cukup banyak. Selain perikanan dan perkebunan, produk UMKM termasuk kakao menjadi salah satu potensi yang mendapat respons.
| “Banyak yang tertarik, terutama cokelat.”
Kakao memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas mentah, tetapi juga menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Konsep seperti ini penting bagi daerah karena nilai ekonomi tidak berhenti pada hasil produksi bahan baku. Ketika proses pengolahan, pengemasan, pemasaran dan distribusi berkembang di daerah, rantai nilai yang terbentuk juga semakin panjang.
Namun, pengembangan tersebut membutuhkan persiapan yang matang.
Nanang menekankan perlunya penataan terlebih dahulu agar potensi kakao Berau dapat dikembangkan secara optimal.
Artinya, peluang pasar sudah terbuka, tetapi peningkatan kapasitas produksi, kualitas, pengemasan, legalitas, hingga kesinambungan pasokan tetap menjadi pekerjaan yang perlu diperhatikan.
Pengalaman Expo Sebelumnya Jadi Modal
Keikutsertaan Berau dalam berbagai expo nasional sebenarnya bukan langkah baru.
Sebelumnya, produk kriya dan wastra Berau juga tampil dalam Expo Dekranas 2026 di Makassar. Pada pameran tersebut, perajin Berau membawa berbagai produk seperti aksesori berbahan batu alam, wastra bermotif kekayaan alam Berau dan tas anyaman rotan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk lokal Berau memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada konsumen di luar daerah.
Bagi pelaku UMKM, pameran seperti ini juga dapat menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana produk mereka diterima pasar yang lebih luas.
Promosi menjadi tahap awal. Setelah perhatian konsumen muncul, tantangan berikutnya adalah memastikan produk mampu memenuhi permintaan dari sisi kualitas, kapasitas dan konsistensi.
Di sinilah dukungan pemerintah menjadi penting.
Tidak cukup hanya membawa produk ke pameran. Pelaku usaha juga membutuhkan pembinaan agar produk yang dipasarkan memiliki daya saing ketika berhadapan dengan produk dari daerah lain.
Dari Stan Pameran ke Kerja Sama Bisnis
Ada perbedaan penting antara pameran yang hanya menghasilkan perhatian dan pameran yang menghasilkan hubungan bisnis.
Pemkab Berau ingin expo menjadi pintu masuk menuju kerja sama yang lebih konkret.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dalam AOE 2026, juga mendorong agar expo tidak berhenti sebagai kegiatan promosi. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan investor sehingga dapat menghasilkan investasi yang berkelanjutan di daerah.
Pesan tersebut relevan bagi Berau.
Produk UMKM yang menarik perhatian pengunjung dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sektor lain. Begitu pula potensi pariwisata yang diperkenalkan dalam expo dapat membuka peluang kerja sama pada sektor akomodasi, jasa wisata maupun ekonomi kreatif.
Dengan pola tersebut, satu kegiatan promosi dapat memberikan efek berantai apabila mampu dilanjutkan menjadi transaksi, kemitraan atau investasi.
UMKM Berau Punya Tantangan Setelah Expo
Membuka akses pasar nasional tentu memberikan peluang, tetapi juga membawa tantangan baru bagi pelaku UMKM.
Ketika produk masuk ke pasar yang lebih luas, persaingan menjadi semakin ketat.
Pelaku usaha tidak hanya harus memiliki produk yang menarik. Mereka juga perlu memperhatikan kualitas, kemasan, identitas merek, legalitas dan kemampuan memenuhi permintaan.
Pengalaman Expo Dekranas 2026 juga memperlihatkan pentingnya pembinaan berkelanjutan. Dekranasda Berau menyatakan pembinaan kepada perajin mencakup peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran hingga pendampingan legalitas usaha.
Artinya, expo dapat menjadi etalase, tetapi kesiapan usaha menentukan apakah produk mampu bertahan setelah pameran selesai.
Baca Juga: Karhutla Berau Meningkat, BPBD Usulkan APD Tambahan untuk Petugas dan Relawan
Pariwisata dan UMKM Bisa Saling Menguatkan
Berau memiliki peluang untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan pengembangan UMKM.
Wisatawan yang datang ke Berau tidak hanya membutuhkan destinasi. Mereka juga menjadi calon konsumen bagi produk lokal.
Kerajinan, makanan olahan, produk berbasis komoditas lokal dan berbagai produk ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.
Sebaliknya, semakin dikenal destinasi wisata Berau di tingkat nasional, semakin besar pula peluang produk lokal mendapatkan pasar baru.
Karena itu, promosi produk UMKM dalam expo nasional dapat berjalan beriringan dengan promosi pariwisata.
Dalam AOE 2026, Berau memang membawa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari potensi yang ditawarkan kepada calon investor.
Strategi Ekonomi Berau Mulai Mengarah ke Nilai Tambah
Upaya membawa UMKM ke berbagai expo juga dapat dilihat dalam konteks transformasi ekonomi Berau.
Pemerintah daerah tidak hanya menawarkan sumber daya dalam bentuk bahan mentah, tetapi mulai mendorong pengembangan produk yang memiliki nilai tambah.
Kakao menjadi salah satu contoh.
Jika kakao hanya dijual sebagai bahan mentah, nilai ekonomi terbesar dari proses lanjutan dapat berada di luar daerah. Namun jika terdapat pengolahan yang semakin berkembang, peluang menciptakan aktivitas ekonomi baru juga semakin terbuka.
Hal serupa berlaku pada hasil perikanan, perkebunan dan sektor ekonomi kreatif.
Pemkab Berau menyatakan sejumlah sektor tersebut menjadi bagian dari potensi yang ingin dikembangkan melalui kerja sama dengan investor dan mitra strategis.
Tantangannya adalah memastikan proses tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada pelaku usaha dan masyarakat lokal.
Apa Dampaknya bagi Pelaku UMKM?
Bagi pelaku UMKM Berau, strategi mengikuti expo nasional membuka setidaknya tiga peluang.
Pertama, pasar menjadi lebih luas. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di Berau memiliki kesempatan diperkenalkan kepada konsumen dari daerah lain.
Kedua, jaringan bisnis bertambah. Pertemuan dengan pelaku usaha, distributor maupun calon investor dapat membuka kemungkinan kerja sama baru.
Ketiga, standar produk ikut terdorong naik. Ketika berhadapan dengan pasar nasional, pelaku usaha memiliki alasan lebih kuat untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan dan pengelolaan usaha.
Namun, peluang tersebut baru memberikan dampak jangka panjang apabila ada tindak lanjut setelah expo.
Pameran seharusnya menjadi awal hubungan, bukan akhir kegiatan promosi.
Pasar Nasional Jadi Target, Konsistensi Jadi Kunci
Pemkab Berau telah membuka salah satu jalur bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas melalui berbagai expo.
Namun, perjalanan dari stan pameran menuju pasar nasional tetap membutuhkan proses.
Produk harus mampu mempertahankan kualitas, memiliki pasokan yang cukup, memenuhi persyaratan usaha, dan memiliki strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter konsumen.
Di sisi pemerintah, pendampingan UMKM juga perlu terus dilakukan agar kesempatan yang diperoleh di expo tidak berhenti sebagai promosi sesaat.
Jika promosi, pembinaan, investasi dan pengembangan produk dapat berjalan bersama, maka expo tidak hanya menghasilkan foto kegiatan atau jumlah pengunjung stan.
Lebih jauh, kegiatan tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi terbentuknya rantai ekonomi baru di Berau.
Pada akhirnya, produk UMKM bukan sekadar barang yang dipamerkan. Di dalamnya ada potensi lapangan kerja, bahan baku lokal, kreativitas pelaku usaha dan peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Bagi Berau, membawa produk lokal ke pasar nasional menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas daerah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi di luar sektor pertambangan.
Poin Penting
-
Pemkab Berau memanfaatkan berbagai expo nasional untuk memperluas pasar produk UMKM.
-
AOE 2026 berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 27–29 Agustus 2026.
-
Berau membawa produk UMKM sekaligus menawarkan potensi investasi daerah.
-
Sektor yang ditawarkan meliputi pariwisata, agroindustri, ekonomi kreatif, perkebunan dan perikanan.
-
Kakao atau cokelat menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian calon mitra.
-
Pemkab Berau mendorong agar komoditas lokal dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah.
-
Pengalaman Expo Dekranas 2026 menjadi bagian dari upaya promosi produk kriya dan wastra Berau.
-
Expo diharapkan tidak berhenti pada promosi, tetapi dapat berlanjut menjadi transaksi, kerja sama dan investasi.
-
Konsistensi kualitas, kemasan, legalitas dan kapasitas produksi menjadi tantangan UMKM setelah memperoleh akses pasar.
Insight Redaksi
Membawa UMKM Berau ke expo nasional adalah langkah bagus untuk membuka pintu pasar, tetapi pekerjaan terbesar justru dimulai setelah pameran selesai. Produk harus siap bersaing, pasokan harus konsisten, dan peluang kerja sama harus ditindaklanjuti. Kalau eksekusinya kuat, produk lokal kada cuma dikenal di stan pameran, tapi bisa benar-benar menembus pasar nasional.
Produk lokal punya cerita, potensi, dan peluang untuk melangkah lebih jauh. Ikuti perkembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan potensi daerah Kaltim hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa tujuan Pemkab Berau mengikuti berbagai expo nasional?
Salah satu tujuannya adalah memperkenalkan produk unggulan UMKM Berau kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.
2. Apa saja potensi Berau yang diperkenalkan dalam expo?
Potensi yang ditawarkan mencakup pariwisata, agroindustri, ekonomi kreatif, perkebunan, perikanan dan produk UMKM.
3. Mengapa kakao Berau mendapat perhatian?
Kakao dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama melalui pengolahan menjadi produk bernilai tambah.
4. Apakah expo hanya ditujukan untuk menjual produk?
Tidak. Expo juga menjadi ruang untuk membangun jaringan, memperkenalkan potensi daerah, mencari mitra strategis dan membuka peluang investasi.
5. Apa tantangan UMKM setelah mengikuti expo?
Tantangannya antara lain menjaga kualitas, memenuhi kapasitas permintaan, memperbaiki kemasan, mengurus legalitas dan mempertahankan pemasaran setelah kegiatan pameran selesai.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Buka Peluang Pasar Nasional, Pemkab Berau Fasilitasi Produk UMKM Unggulan Ikuti Berbagai Expo",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id
Editor : SupportSumber : BERAU POST