Wisata Selam Maratua Bidik Malaysia-Singapura, Peluang Bisnis Lokal Terbuka

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:19 WIB
Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai membidik pasar wisata selam Malaysia dan Singapura melalui Famtrip Marine Maratua 2026. Program ini mempertemukan pelaku industri selam kedua negara dengan pelaku usaha lokal sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor diving, akomodasi, transportasi, hingga kuliner. (BTV/AI)
Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai membidik pasar wisata selam Malaysia dan Singapura melalui Famtrip Marine Maratua 2026.  (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, didorong menembus pasar wisata selam Malaysia dan Singapura melalui Famtrip Marine Maratua 2026. 

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai memperkuat pasar wisata selam Malaysia dan Singapura melalui promosi langsung kepada pelaku industri pariwisata mancanegara.

Langkah ini bukan sekadar mengenalkan keindahan bawah laut. Ada peluang bisnis yang ikut dibuka, terutama bagi operator selam, penginapan, transportasi, kuliner, hingga usaha lokal.

Maratua Mulai Membidik Pasar Wisata Selam Asia Tenggara

Kementerian Pariwisata memperkenalkan potensi wisata bahari Maratua kepada sejumlah pengelola dive center dari Malaysia dan Singapura. Program tersebut berlangsung melalui Famtrip Marine Maratua 2026 pada 10–15 Agustus 2026.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat posisi Maratua sebagai destinasi wisata bahari dan selam unggulan Indonesia. Pada saat bersamaan, jejaring bisnis pariwisata dengan pelaku industri dari kedua negara ikut diperluas.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan peserta dapat melihat langsung berbagai pengalaman wisata yang tersedia di Maratua.

“Melalui kegiatan famtrip ini, para dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi diving, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya.”

Bagi Maratua, pola promosi seperti ini punya arti penting. Pelaku industri luar negeri bisa mengenali produk wisata sebelum mempertimbangkan memasukkannya dalam paket perjalanan mereka.

Baca Juga: BMKG Ungkap Mengapa Asap Karhutla Berau Tidak Sampai ke Balikpapan

Mengapa Malaysia dan Singapura Jadi Pasar Strategis?

Malaysia dan Singapura bukan dipilih secara acak sebagai sasaran pemasaran wisata Maratua. Kedua negara memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang besar ke Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik hingga Juni 2026 mencatat 1.361.772 kunjungan wisatawan asal Malaysia. Sementara itu, wisatawan asal Singapura mencapai 739.721 kunjungan.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menyebut kedua negara tersebut sebagai pasar strategis. Peluangnya tidak hanya berasal dari jumlah kunjungan, tetapi juga minat terhadap wisata khusus.

“Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti diving,” ujar Dedi.

Artinya, Maratua tidak hanya bersaing sebagai destinasi liburan umum. Potensi wisata selam bisa dipasarkan secara lebih spesifik kepada wisatawan yang memang mencari pengalaman bawah laut.

Networking Event Buka Peluang Bisnis Baru

Famtrip tersebut tidak berhenti pada kegiatan pengenalan destinasi. Pelaku industri pariwisata lokal juga dipertemukan dengan dive center Malaysia dan Singapura melalui kegiatan networking event.

Pertemuan ini memberi ruang bagi pelaku usaha Maratua untuk memperkenalkan produk serta layanan yang mereka miliki. Dari sini, peluang kerja sama dengan mitra luar negeri dapat mulai dibangun.

Dedi berharap hubungan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya membuat Maratua dikenal, tetapi juga memperluas jalur pemasaran wisata ke kedua negara.

Bagi pelaku usaha lokal, keberhasilan strategi ini bisa berarti datangnya permintaan baru. Akomodasi, pemandu, transportasi, kuliner, produk lokal, dan layanan wisata berpotensi ikut mendapatkan manfaat.

Bukan Cuma Soal Menyelam, Ada Ekonomi Lokal di Baliknya

Pengembangan wisata selam Maratua memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar bertambahnya wisatawan. Setiap wisatawan membutuhkan rangkaian layanan selama berada di destinasi.

Ketika permintaan meningkat, kebutuhan terhadap penginapan, transportasi, makanan, pemandu, dan aktivitas wisata juga dapat ikut berkembang. Efeknya berpotensi dirasakan berbagai pelaku ekonomi yang berada dalam rantai pariwisata.

Maratua juga diperkenalkan sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman selain menyelam. Rangkaian perjalanan peserta turut mencakup kunjungan ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenalkan budaya dan produk lokal.

Pendekatan tersebut membuat promosi Maratua tidak hanya bertumpu pada kekayaan bawah laut. Alam, budaya, dan kehidupan masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan.

Baca Juga: Air Panas Biatan Bapinang Berau, Wisata Unik dari Resapan Karst yang Bikin Penasaran

Langkah Berikutnya Ada di Tangan Pelaku Industri

Famtrip dapat membuka pintu, tetapi keberlanjutan pasar tetap membutuhkan hubungan bisnis yang berjalan setelah kegiatan selesai. Paket wisata yang menarik harus didukung layanan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Bagi Maratua, koneksi dengan dive center Malaysia dan Singapura dapat menjadi jalur untuk memperkenalkan produk wisata secara langsung. Peluang tersebut semakin penting ketika promosi mulai diarahkan pada wisata minat khusus.

Di sisi lain, manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal perlu menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Semakin banyak komponen usaha lokal yang terlibat, semakin luas pula nilai pariwisata yang berputar di sekitar destinasi.

Poin Penting

Insight Redaksi

Maratua punya modal alam, tetapi koneksi bisnis menentukan seberapa jauh potensinya berubah menjadi pasar nyata. Famtrip ini penting karena mempertemukan destinasi dengan calon penjual langsung. Kalau jejaringnya konsisten, manfaatnya bisa terasa sampai pelaku usaha lokal di Berau. Ini bukan sekadar promosi, tapi soal membangun rantai ekonomi yang kada putus.

Pelaku wisata lokal perlu menjaga kualitas layanan sekaligus membangun paket yang mudah dipasarkan ke pasar luar negeri.

Kalau peluang ini serius digarap, Maratua bisa makin dikenal bukan cuma karena lautnya, tapi karena ekosistem wisatanya.

Mau tahu perkembangan destinasi wisata Kaltim lainnya? Yuk, selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Famtrip Marine Maratua 2026?

Famtrip Marine Maratua 2026 merupakan kegiatan promosi wisata yang memperkenalkan potensi Maratua kepada pelaku dive center Malaysia dan Singapura.

2. Kapan kegiatan Famtrip Marine Maratua 2026 berlangsung?

Kegiatan tersebut berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di kawasan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

3. Mengapa Malaysia dan Singapura menjadi target pasar?

Kedua negara memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang besar ke Indonesia sekaligus dinilai memiliki peluang untuk wisata minat khusus seperti selam.

4. Apa manfaat networking event bagi pelaku usaha Maratua?

Networking event mempertemukan pelaku industri lokal dengan dive center dari Malaysia dan Singapura untuk membuka peluang kerja sama bisnis.

5. Apa dampaknya bagi masyarakat lokal?

Pengembangan pasar wisata selam berpotensi meningkatkan permintaan terhadap akomodasi, pemandu, transportasi, kuliner, produk lokal, dan layanan pariwisata lainnya.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Sasar Wisatawan Malaysia dan Singapura, Industri Wisata Pulau Maratua Perkuat Jaringan Bisnis Selam",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Redaksi BTV
Sumber : BERAU POST
Kemenpar maratua singapura berau kalimantan timur