Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Dinas Pendidikan Kota Tarakan masih mempertahankan pembelajaran tatap muka meski kualitas udara terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah Kota Tarakan masih berlangsung di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Dinas Pendidikan Kota Tarakan belum menetapkan pembelajaran daring karena kualitas udara masih berada dalam kategori sedang. Meski begitu, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena perubahan kualitas udara dapat memengaruhi aktivitas warga, termasuk para siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan kegiatan pembelajaran masih dapat dilakukan secara tatap muka. Namun, sekolah diminta melakukan pembatasan terhadap aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.
“Untuk Kota Tarakan ini sebetulnya masih dalam kategori sedang. Kalau kategori sedang itu pembelajaran masih tetap dilaksanakan, cuma sudah dibatasi untuk outdoor,” ujar Tamrin, Senin (31/8/2026).
Belajar Tatap Muka Masih Berjalan
Keputusan untuk mempertahankan pembelajaran tatap muka dilakukan karena kondisi kualitas udara belum masuk kategori tidak sehat.
Dengan kondisi tersebut, kegiatan belajar di dalam ruang kelas masih dapat dilaksanakan. Sementara aktivitas yang membuat siswa berada terlalu lama di luar ruangan perlu dikurangi.
Pembatasan ini menjadi langkah antisipasi selama kualitas udara masih terdampak asap karhutla.
Tamrin juga menyarankan sekolah menyiapkan masker bagi siswa maupun tenaga pendidik sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila kondisi udara mengalami penurunan.
“Disarankan kalau bisa memakai masker, menyiapkan masker,” kata Tamrin.
Aktivitas Outdoor Mulai Dibatasi
Kegiatan olahraga, aktivitas lapangan, maupun kegiatan sekolah lain yang dilakukan di ruang terbuka menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Sekolah diharapkan menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan kondisi udara. Jika kualitas udara memburuk, langkah penanganan dapat diperketat.
Pembatasan aktivitas luar ruangan juga dilakukan untuk mengurangi paparan udara yang terdampak asap.
Sementara itu, pembelajaran di dalam kelas masih dapat berlangsung selama kondisi udara tetap berada pada kategori sedang.
Baca Juga: BMKG Ungkap Mengapa Asap Karhutla Berau Tidak Sampai ke Balikpapan
Disdik Siapkan Langkah Antisipasi
Dinas Pendidikan Tarakan tidak hanya mempertahankan pembelajaran tatap muka, tetapi juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara berubah.
Salah satunya melalui penerbitan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan.
Surat tersebut nantinya dapat menjadi pedoman bagi sekolah dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara.
“Kami berencana akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan sebagai tindak lanjut kondisi kualitas udara yang dipengaruhi asap karhutla,” beber Tamrin.
Dengan adanya pedoman tersebut, setiap sekolah diharapkan memiliki langkah yang seragam dalam menghadapi perubahan kualitas udara.
Pembelajaran Daring Jadi Opsi Jika Udara Memburuk
Meskipun saat ini pembelajaran tatap muka masih berlangsung, Disdik Tarakan telah menyiapkan kemungkinan perubahan sistem pembelajaran.
Pembelajaran daring dapat diberlakukan apabila kualitas udara meningkat hingga masuk kategori tidak sehat.
Dalam penjelasan Disdik, kategori sedang berada pada rentang ISPU 51 sampai 100. Sementara angka di atas 100 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.
“Kalau sudah masuk kategori tidak sehat, itu kita sudah memperbolehkan melakukan pembelajaran daring. Kemudian harus menggunakan masker,” jelas Tamrin.
Artinya, keputusan untuk mengubah pembelajaran tatap muka menjadi daring akan mengikuti perkembangan indeks standar pencemar udara.
Kondisi Siswa Tetap Dipantau
Kondisi kesehatan siswa juga menjadi perhatian selama kualitas udara terdampak asap.
Hingga laporan 31 Agustus, Dinas Pendidikan Tarakan belum menerima laporan siswa yang tidak masuk sekolah akibat gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kondisi udara.
Tamrin mengatakan kondisi udara saat itu belum masuk kategori tidak sehat.
“Sampai sekarang belum ada. Karena memang juga belum terlalu parah, belum masuk kategori berat, maksudnya tidak sehat,” katanya.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu dipantau karena kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan asap karhutla dan kondisi cuaca.
Sekolah Diminta Tidak Mengabaikan Kondisi Udara
Sekolah memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas siswa tetap berjalan sekaligus mengurangi risiko paparan udara yang kurang baik.
Pembatasan kegiatan outdoor menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan tanpa harus menghentikan proses pembelajaran.
Ketersediaan masker juga menjadi bagian dari persiapan apabila kondisi udara semakin memburuk.
Dengan langkah tersebut, kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung sambil menunggu perkembangan kualitas udara berikutnya.
Baca Juga: Air Panas Biatan Bapinang Berau, Wisata Unik dari Resapan Karst yang Bikin Penasaran
Karhutla Jadi Perhatian
Kondisi udara Tarakan menjadi perhatian karena adanya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Asap dari kebakaran dapat memengaruhi kualitas udara dan mengurangi kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Tarakan juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika tidak memiliki keperluan penting. Pada pemantauan 22 Agustus, ISPU Tarakan tercatat 75 atau masih dalam kategori sedang, dengan PM2.5 menjadi parameter kritis.
Situasi tersebut membuat pemantauan kualitas udara menjadi penting, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Surat Edaran Jadi Pedoman Sekolah
Disdik Tarakan berencana mengeluarkan surat edaran untuk satuan pendidikan.
Pedoman tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menentukan langkah yang perlu dilakukan berdasarkan kondisi kualitas udara.
Tamrin menyebut surat edaran tersebut juga menjadi tindak lanjut dari kondisi udara yang dipengaruhi karhutla.
“Nanti edaran ini akan menjadi salah satu pedoman bagi sekolah dalam mengambil langkah pencegahan selama kualitas udara masih belum kembali normal,” lanjutnya.
Dengan adanya pedoman yang jelas, sekolah dapat menyesuaikan aktivitas tanpa harus menunggu kondisi menjadi lebih buruk.
Pembelajaran Tetap Berjalan dengan Penyesuaian
Untuk sementara, sekolah di Tarakan belum diliburkan.
Pembelajaran tatap muka tetap berlangsung karena kualitas udara masih berada dalam kategori sedang. Penyesuaian dilakukan dengan membatasi kegiatan luar ruangan serta menyiapkan masker.
Jika kualitas udara berubah menjadi tidak sehat, pembelajaran daring dapat menjadi pilihan.
Pola tersebut membuat keputusan terkait sekolah tidak hanya berdasarkan kondisi pada satu waktu, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan kualitas udara secara berkala.
Keselamatan Siswa Jadi Perhatian
Keberlangsungan pembelajaran memang penting, tetapi kondisi lingkungan juga harus menjadi pertimbangan.
Karena itu, pembatasan aktivitas outdoor menjadi langkah yang dinilai lebih proporsional selama kualitas udara belum masuk kategori tidak sehat.
Sekolah juga perlu memperhatikan kondisi siswa selama kegiatan belajar berlangsung.
Jika terdapat perubahan kondisi kesehatan atau kualitas udara, penyesuaian kegiatan dapat dilakukan sesuai arahan dari pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan.
Tarakan Masih Menunggu Perkembangan Udara
Kondisi kualitas udara di Tarakan masih akan dipantau. Selama indeks pencemaran berada dalam kategori sedang, kegiatan belajar tatap muka masih dapat dilakukan dengan sejumlah pembatasan.
Namun, jika kualitas udara memburuk dan masuk kategori tidak sehat, skenario pembelajaran daring dapat diterapkan.
Dengan demikian, kebijakan pendidikan di Tarakan saat ini bersifat menyesuaikan perkembangan kondisi udara.
Poin Penting
- Sekolah di Tarakan masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.
- Kualitas udara saat laporan berada dalam kategori sedang.
- Aktivitas outdoor di sekolah dibatasi.
- Sekolah disarankan menyiapkan masker.
- Disdik Tarakan berencana menerbitkan surat edaran.
- Pembelajaran daring dapat diberlakukan jika kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
- Hingga 31 Agustus belum ada laporan siswa absen akibat gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kondisi udara.
- Kondisi udara tetap dipantau seiring dampak karhutla.
Insight Redaksi
Keputusan mempertahankan pembelajaran tatap muka menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara Tarakan saat itu belum mengharuskan sekolah beralih sepenuhnya ke pembelajaran daring.
Namun, pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi langkah penting karena kondisi udara dapat berubah sewaktu-waktu.
Yang perlu diperhatikan adalah fleksibilitas kebijakan. Ketika kualitas udara masih sedang, kegiatan belajar dapat berjalan dengan penyesuaian. Jika kemudian masuk kategori tidak sehat, sekolah memiliki opsi untuk mengubah pola pembelajaran.
Dengan pola seperti ini, kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan perkembangan kondisi lingkungan.
FAQ
1. Apakah sekolah di Tarakan diliburkan?
Belum. Pembelajaran tatap muka masih dilaksanakan karena kualitas udara berada dalam kategori sedang.
2. Mengapa kegiatan outdoor dibatasi?
Pembatasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan udara yang terdampak asap karhutla.
3. Apakah siswa disarankan memakai masker?
Ya. Disdik Tarakan menyarankan sekolah menyiapkan masker sebagai langkah antisipasi.
4. Kapan pembelajaran daring dapat diberlakukan?
Pembelajaran daring dapat dilakukan jika kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
5. Berapa rentang ISPU kategori sedang?
Kategori sedang berada pada rentang ISPU 51 sampai 100.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Kualitas Udara Kategori Sedang, Sekolah di Tarakan Masih Gelar Belajar Tatap Muka",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Redaksi BTV
Sumber : BERAU POST