Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: BPBD Berau mengusulkan APD tambahan untuk memperkuat keselamatan petugas dan relawan saat menangani karhutla yang meningkat sepanjang Agustus di Berau.
Balikpapan TV - Hai Ces! BPBD Berau mengusulkan tambahan alat pelindung diri kepada pemerintah pusat untuk memperkuat keselamatan petugas dan relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Di tengah ratusan kejadian karhutla sepanjang Agustus, kebutuhan perlindungan personel ikut menjadi perhatian. Simak mengapa APD kini dianggap penting dalam respons kebakaran.
Perlindungan Petugas Jadi Perhatian BPBD Berau
Kebutuhan APD muncul ketika penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Berau. Perlengkapan keselamatan dibutuhkan untuk mendukung personel selama bertugas.
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi, menyebut APD menjadi salah satu kebutuhan yang masih diperlukan tim lapangan. Permintaan itu kemudian dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Langkah tersebut berkaitan dengan arahan Menteri Kehutanan agar daerah melaporkan kebutuhan penanganan karhutla. BPBD Berau turut memasukkan kebutuhan perlindungan personel dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Kaltim Peringkat Kesembilan Rawan Karhutla, Luasan Berau Tembus 400 Hektare
Ratusan Kejadian Karhutla Membebani Respons Lapangan
Tekanan penanganan terlihat dari catatan hingga 22 Agustus 2026. Satgas Karhutla Berau mencatat 169 kejadian dengan perkiraan luas terbakar 386,6 hektare.
Kejadian tersebut tersebar di 12 kecamatan. Sambaliung mencatat 35 kejadian, disusul Teluk Bayur dengan 29 kejadian pada periode yang sama.
Tim gabungan melibatkan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, Manggala Agni, Balai Wilayah Sungai, hingga relawan. Kolaborasi diperlukan karena titik kebakaran muncul di berbagai wilayah.
Mengapa APD Penting dalam Penanganan Karhutla?
Penggunaan APD menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan dan keselamatan personel selama menangani kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi lapangan membuat petugas bekerja dalam situasi yang membutuhkan perlindungan memadai. Karena itu, ketersediaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari kesiapan penanganan.
Masyhadi menegaskan kebutuhan tersebut melalui laporan daerah yang disampaikan mengikuti arahan pemerintah pusat. “Kami berharap pemerintah pusat memperhatikan kebutuhan daerah,” pungkasnya.
Baca Juga: Air Panas Biatan Bapinang Berau, Wisata Unik dari Resapan Karst yang Bikin Penasaran
Dukungan Lintas Sektor Mulai Diperkuat
Penguatan penanganan karhutla juga datang dari pihak swasta. PT Berau Coal bersama mitra kerja menyerahkan bantuan Rp120 juta untuk mendukung operasional tim lapangan.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Berau Sri Juniarsih di Mako BPBD Berau pada 24 Agustus 2026. Dukungan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan operasional penanganan karhutla.
Pemkab Berau sebelumnya juga memperkuat koordinasi menghadapi cuaca kering dan ancaman karhutla. Pemerintah daerah menyiapkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca bersama BNPB.
Poin Penting
- BPBD Berau mengusulkan tambahan APD kepada pemerintah pusat.
- APD dibutuhkan untuk mendukung keamanan dan keselamatan petugas serta relawan.
- Hingga 22 Agustus 2026 tercatat 169 kejadian karhutla dengan luas sekitar 386,6 hektare.
- Penanganan melibatkan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, Manggala Agni, BWS, dan relawan.
- Dukungan swasta sebesar Rp120 juta sudah diberikan untuk operasional penanganan karhutla.
Insight Redaksi
Kebutuhan APD menunjukkan penanganan karhutla bukan cuma soal memadamkan api, tetapi juga menjaga keselamatan orang yang bekerja di garis depan. Ketika kejadian tersebar luas, perlindungan personel menjadi bagian penting dari kesiapan daerah. Bubuhan yang turun membantu perlu dukungan perlengkapan memadai. Api boleh dikejar, keselamatan jangan kada.
Perlengkapan keselamatan perlu diprioritaskan bersamaan dengan dukungan operasional, terutama ketika titik kebakaran muncul bersamaan.
Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin paham bahwa penanganan karhutla juga perlu memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.
Karhutla bisa muncul kapan saja saat kondisi kering, jadi pantau informasi terbaru dan jaga lingkungan bersama. Selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa yang diminta BPBD Berau kepada pemerintah pusat?
BPBD Berau mengusulkan bantuan perlengkapan alat pelindung diri (APD) untuk mendukung keamanan petugas dan relawan yang menangani karhutla.
2. Mengapa BPBD Berau membutuhkan tambahan APD?
APD diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada petugas dan relawan selama menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan di lapangan.
3. Berapa kejadian karhutla yang tercatat di Berau?
Hingga 22 Agustus 2026, tercatat 169 kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 386,6 hektare.
4. Wilayah mana yang mencatat kejadian karhutla terbanyak?
Sambaliung mencatat 35 kejadian, sementara Teluk Bayur sebanyak 29 kejadian hingga 22 Agustus 2026.
5. Siapa saja yang terlibat dalam penanganan karhutla di Berau?
Penanganan melibatkan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, Manggala Agni, Balai Wilayah Sungai, hingga relawan.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Bantu Relawan Dan Petugas Pemadam, BPBD Berau Minta Bantuan Perlengkapan Keamanan Karhutla",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : BERAU POST