Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla Pemkab Berau Liburkan Sekolah Tatap Muka

Riafandi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:36 WIB
Kabut asap karhutla memburuk di Berau, Bupati menginstruksikan seluruh sekolah mengalihkan KBM menjadi belajar dari rumah secara daring demi melindungi siswa. (BTV/AI) (BERAU POST)
Kabut asap karhutla memburuk di Berau, Bupati menginstruksikan seluruh sekolah mengalihkan KBM menjadi belajar dari rumah secara daring demi melindungi siswa. (BTV/AI) (BERAU POST)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Bupati Berau secara resmi menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari sekolah ke rumah (daring) akibat pekatnya kabut asap dampaknya dari kebakaran hutan dan lahan yang kian memburuk.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kualitas udara di Kabupaten Berau menunjukkan penurunan drastis akibat paparan kabut asap yang kian membalut kawasan permukiman dan pusat kota. Menanggapi kondisi lingkungan yang dinilai semakin membahayakan kesehatan masyarakat, Bupati Berau mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan seluruh siswa untuk melaksanakan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring.

Kebijakan pengalihan sistem pembelajaran tatap muka menjadi belajar mandiri di rumah ini dikeluarkan guna melindungi anak-anak sekolah dari ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat tingginya konsentrasi partikel debu dan asap karhutla di udara.

Baca Juga: 6 Model Tangga Rumah Sempit dengan Skylight yang Fungsional untuk Hunian Modern

Mengapa Bupati Berau Mengambil Kebijakan Belajar dari Rumah?

Meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik kawasan Berau menyebabkan kepulan asap tebal terperangkap di atmosfer, terutama pada pagi dan sore hari. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Berau terdeteksi masuk dalam kategori tidak sehat bagi aktivitas luar ruang.

Anak-anak sekolah, khususnya tingkat PAUD, SD, hingga SMP, menjadi kelompok yang sangat rentan terpapar dampak buruk pencemaran udara ini.

Demi mengutamakan keselamatan jiwa dan kesehatan para siswa serta tenaga pendidik, Bupati Berau menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menerbitkan edaran resmi penghentian sementara KBM tatap muka hingga kondisi kualitas udara kembali membaik dan aman.

Bagaimana Skema Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Berau?

Selama masa pemberlakuan instruksi ini, seluruh sekolah diarahkan untuk mengoptimalkan platform pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring. Para guru diminta memberikan tugas-tugas terstruktur yang dapat diakses siswa dari rumah masing-masing.

Pihak sekolah dan tenaga pendidik juga diimbau untuk tetap memantau perkembangan belajar siswa secara berkala melalui media komunikasi digital.

Bagi sekolah di kawasan pelosok atau kampung yang keterbatasan akses internet, Pemkab meminta penyesuaian skema penugasan mandiri agar anak-anak tetap bisa belajar tanpa harus terpapar udara luar yang tercemar asap.

Baca Juga: Dana Desa Girimukti PPU Dipangkas 70 Persen, Pembangunan Bergeser ke Stunting dan Bantuan Warga

Imbauan Pemkab Berau untuk Orang Tua dan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Berau meminta peran aktif dari para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka tetap berada di dalam rumah (stay at home) selama proses belajar jarak jauh berlangsung. Orang tua diimbau tidak membiarkan anak-anak bermain atau beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.

Jika terpaksa harus keluar rumah untuk urusan mendesak, masyarakat diwajibkan mengimbau keluarga dan anak-anak agar selalu memakai masker medis atau masker jenis N95 yang efektif menyaring partikel mikro asap.

Dinas Kesehatan dan jajaran puskesmas juga disiagakan penuh untuk memberikan bantuan medis serta membagikan masker secara gratis di lokasi-lokasi rawan penumpukan asap.

Penanganan Karhutla oleh Tim Satgas Gabungan

Di saat sektor pendidikan dialihkan ke rumah, tim Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus bekerja ekstra di lapangan untuk memadamkan titik-titik api yang masih menyala.

Proses pemadaman terus dilakukan lewat jalur darat, diprioritaskan pada lokasi kebakaran yang dekat dengan akses jalan publik serta kawasan permukiman agar kepulan asap dapat segera direduksi.

Pemkab Berau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengupayakan bantuan water bombing atau dukungan penyemaian awan jika kondisi titik api dan kabut asap terus meluas.

Harapan Pulihnya Kualitas Udara di Berau

Instruksi belajar dari rumah ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai dinamika kualitas udara serta laporan pemadaman karhutla dari tim Satgas di lapangan.

Pemkab Berau berharap curah hujan dapat segera turun secara merata untuk membantu memadamkan sisa-sisa api dan membersihkan polusi asap dari langit Berau.

Dengan kerja sama seluruh masyarakat dalam menaati imbauan kesehatan dan pencegahan pembakaran lahan, kondisi lingkungan di Berau diharapkan dapat kembali normal dan aman bagi aktivitas sekolah.

Poin Penting

Insight Redaksi

Keputusan Bupati Berau meliburkan sekolah tatap muka dan mengalihkan ke belajar dari rumah ini langkah yang sangat tepat dan sigap, Ces! Kesehatan paru-paru anak-anak kita harus jadi prioritas nomor satu saat asap karhutla pekat begini. Buat para orang tua, pastikan anak-anaknya betulan belajar di rumah dan kada keluyuran di luar tanpa masker. Moga hujan lekas turun dan asapnya hilang!

Jaga kesehatan keluarga dan selalu pakai masker saat beraktivitas!

Bantu bagikan informasi ini ke kerabat atau kawalan ikam di Berau biar makin waspada dengan dampak kabut asap!

Biar tetap tahu update berita pendidikan dan kebencanaan Kaltim terupdate, pantau terus beritanya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Bupati Berau menginstruksikan siswa untuk belajar dari rumah?

Instruksi tersebut dikeluarkan karena kualitas udara di Berau memburuk akibat kabut asap karhutla yang membahayakan kesehatan paru-paru para siswa.

2. Jenjang sekolah apa saja yang terdampak kebijakan belajar dari rumah ini?

Kebijakan berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan dari PAUD, TK, SD, hingga SMP di kawasan yang terdampak kabut asap pekat.

3. Apa yang harus dilakukan orang tua murid selama kebijakan BDR berlaku?

Orang tua diminta memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah, mengawasi proses belajar daring, serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan.

4. Bagaimana langkah pelayanan kesehatan Pemkab Berau terkait kabut asap ini?

Dinas Kesehatan disiagakan untuk memberikan penanganan kasus ISPA serta membagikan masker gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

5. Sampai kapan kebijakan belajar dari rumah ini diberlakukan?

Kebijakan ini diberlakukan secara fleksibel dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan pemadaman karhutla serta perbaikan kualitas udara di Berau

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Kabut Asap Karhutla Memburuk, Bupati Berau Instruksikan Siswa Belajar dari Rumah",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id..

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : BERAU POST
Karhutla Berau Kabut Asap Berau Berau Terkini bupati berau belajar dari rumah