Bersihkan Kapal di Sungai, Warga Berau Mendadak Diserang Buaya

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:22 WIB
Warga membersihkan kapal di tepi sungai Berau sebelum serangan buaya mengakibatkan luka serius terjadi (BTV/AI)
Ilustrasi Warga membersihkan kapal di tepi sungai Berau sebelum serangan buaya mengakibatkan luka serius terjadi (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Topik: Ancaman Serangan Buaya Muara Masih Mengintai Aktivitas Warga Pesisir Berau

Ikhtisar: Serangan buaya kembali terjadi di Berau saat warga beraktivitas di sungai. Peristiwa ini mempertegas pentingnya kewaspadaan di kawasan habitat predator tersebut.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Seorang warga Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat membersihkan kapal di tepi Sungai RT 3, Sabtu (18/7). Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko interaksi manusia dengan buaya muara di kawasan pesisir Berau.

Aktivitas di sungai masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Namun ancaman dari predator liar ini masih nyata. Simak sampai tuntas, karena ada pelajaran penting dari kejadian ini Ces!

Apa yang Terjadi Saat Korban Membersihkan Kapal di Sungai?

Peristiwa itu menimpa Abdul Majid (56), warga Kampung Tabalar Muara. Saat kejadian, ia sedang membersihkan kapal yang bersandar di tepi sungai sekitar pukul 15.30 Wita.

Tanpa tanda-tanda sebelumnya, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menggigit kaki kanan korban. Serangan berlangsung sangat cepat.

Akibat gigitan tersebut, Abdul Majid mengalami luka robek cukup serius yang menyebabkan pendarahan cukup banyak.

Meski dalam kondisi terluka, korban berusaha melawan sambil berteriak meminta pertolongan warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Keberadaan warga di sekitar lokasi menjadi faktor penting yang membantu penyelamatan korban dari situasi yang berpotensi jauh lebih fatal.

Baca Juga: Pembantaian Puluhan Hiu di Pulau Derawan Picu Kecaman, Wisata Bahari Berau Ikut Terancam

Bagaimana Korban Berhasil Diselamatkan?

Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian.

"Korban berusaha melawan sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung, korban berhasil diselamatkan," ujarnya, Senin (20/7).

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi, korban segera dibawa menuju Puskesmas Biatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Tim kesehatan langsung menangani luka robek pada kaki kanan korban akibat gigitan buaya.

Hingga laporan terakhir, kondisi Abdul Majid dilaporkan dalam keadaan sadar dan masih menjalani proses perawatan.

Kecepatan evakuasi dinilai berperan besar dalam mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk.

Mengapa Konflik Manusia dan Buaya Masih Sering Terjadi di Berau?

Kasus ini bukan peristiwa pertama yang terjadi di Kabupaten Berau. Wilayah pesisir dan sejumlah sungai di daerah tersebut diketahui menjadi habitat alami buaya muara.

Di sisi lain, masyarakat setempat memiliki ketergantungan tinggi terhadap sungai untuk berbagai aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

Mulai dari mencari ikan, mengangkut hasil tangkapan, membersihkan kapal, hingga aktivitas transportasi lokal masih banyak dilakukan di kawasan perairan.

Kondisi itulah yang membuat potensi pertemuan antara manusia dan buaya tetap tinggi.

Ketika ruang aktivitas manusia bersinggungan langsung dengan habitat predator liar, risiko konflik menjadi semakin besar.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, serangan buaya di Berau bahkan menyebabkan korban jiwa.

Karena itu, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan keselamatan individu, tetapi juga menjadi tantangan bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan lingkungan alami satwa tersebut.

Baca Juga: Kapasitas Internet Jaringan Seluler Kampung Payung-payung Maratua Mendesak Ditambah.

Apa Imbauan Polisi dan BPBD untuk Warga?

Polres Berau mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berada di bantaran sungai maupun kawasan perairan yang dikenal sebagai habitat buaya.

Warga diminta tidak mencoba mendekati atau mengusir buaya apabila melihat kemunculannya.

Petugas mengimbau warga waspada terhadap kemunculan buaya di bantaran sungai demi keselamatan bersama saat beraktivitas (BTV/AI)
Ilustrasi Petugas mengimbau warga waspada terhadap kemunculan buaya di bantaran sungai demi keselamatan bersama saat beraktivitas (BTV/AI)

Langkah yang disarankan adalah segera menjauh dari lokasi dan melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada pihak terkait.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau Hermansyah juga mengingatkan bahwa ancaman serangan buaya masih cukup tinggi di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Menurutnya, masyarakat perlu menghindari aktivitas seorang diri di tepian sungai dan selalu memperhatikan kondisi sekitar sebelum beraktivitas.

"Kami tidak bisa melarang masyarakat beraktivitas di sungai karena sebagian mencari nafkah di sana. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan karena taruhannya nyawa," tegasnya.

Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama ketika beraktivitas di kawasan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan buaya.

Tips Aman Beraktivitas di Tepian Sungai Habitat Buaya

1. Hindari bekerja sendirian di tepi sungai
Keberadaan rekan dapat membantu memberikan pertolongan saat terjadi keadaan darurat.

2. Perhatikan kondisi sekitar sebelum beraktivitas
Amati permukaan air dan area semak di sekitar bantaran sungai.

3. Jangan mendekati buaya yang terlihat
Segera menjauh dan laporkan kepada pihak berwenang.

4. Kurangi aktivitas di titik yang diketahui sering muncul buaya
Informasi dari warga setempat dapat menjadi acuan penting.

5. Utamakan keselamatan dibanding kecepatan bekerja
Aktivitas rutin tetap perlu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Berau memiliki karakter wilayah yang unik karena banyak aktivitas masyarakat bergantung langsung pada sungai. Di satu sisi sungai menjadi sumber penghidupan, namun di sisi lain menjadi habitat alami buaya muara. Kaitu pang keadaannya. Karena itu, pendekatan paling realistis kada hanya mengandalkan peringatan, tetapi juga membangun budaya keselamatan yang kuat di lingkungan warga. Kesadaran kolektif menjadi kunci. Taruhannya jelas, nyawa manusia Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak warga memahami risiko aktivitas di kawasan sungai dan pentingnya menjaga keselamatan bersama.

Masih sering beraktivitas di kawasan sungai atau pesisir? Simak terus berbagai informasi penting dan perkembangan terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa korban serangan buaya di Tabalar Muara?
Korban adalah Abdul Majid (56), warga Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Berau.

2. Kapan kejadian serangan buaya terjadi?
Peristiwa terjadi pada Sabtu, 18 Juli, sekitar pukul 15.30 Wita.

3. Apa aktivitas korban saat diserang?
Korban sedang membersihkan kapal yang bersandar di tepi Sungai RT 3 Kampung Tabalar Muara.

4. Bagaimana kondisi korban saat ini?
Korban dalam keadaan sadar dan masih menjalani perawatan medis.

5. Apa imbauan bagi warga yang beraktivitas di sungai?
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian, serta menjauh jika melihat kemunculan buaya.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Warga Berau Diserang Buaya Saat Bersihkan Kapal di Sungai Tabalar Muara, Korban Alami Luka Serius", oleh penulis Romdani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Abdul Majid Kampung Tabalar Muara buaya muara