LDKS Kartika V-1 Balikpapan Bekali 422 Siswa, Disiplin Jadi Bekal Memimpin

Ahla Najwa • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:30 WIB
Pangdam VI/Mlw membuka kegiatan LDKS SMP, SMA, dan SMK Kartika V-1 Balikpapan Tahun Ajaran 2026/2027. (Dok. Suyono/BALPOS)
Pangdam VI/Mlw membuka kegiatan LDKS SMP, SMA, dan SMK Kartika V-1 Balikpapan Tahun Ajaran 2026/2027. (Dok. Suyono/BALPOS)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: LDKS Kartika V-1 Balikpapan membekali 422 siswa dengan kepemimpinan, disiplin, wawasan kebangsaan, kerja sama, dan literasi informasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sebanyak 422 siswa Kartika V-1 mengikuti LDKS di Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan Kota, untuk menguatkan karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan sejak sekolah.

Yang menarik, bekal memimpin kali ini bukan cuma soal baris-berbaris; siswa juga diajak bijak menyikapi informasi media sosial yang terus bergerak cepat.

Dari Lapangan Upacara ke Bekal Kepemimpinan

Bagi siswa, latihan kepemimpinan bukan sekadar kegiatan tambahan di luar kelas. Di dalamnya ada proses belajar mengambil tanggung jawab, bekerja bersama, mengikuti aturan, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap pilihan.

Hal itulah yang menjadi fokus LDKS SMP, SMA, dan SMK Kartika V-1 Balikpapan Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan dibuka Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Lapangan Upacara Makodam VI/Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman No. 17, Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Sabtu (26/9/2026).

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono membuka LDKS siswa Kartika V-1 Balikpapan. (Dok. Suyono/BALPOS)
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono membuka LDKS siswa Kartika V-1 Balikpapan. (Dok. Suyono/BALPOS)

Sebanyak 422 siswa ikut dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 349 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan.

Tema yang diangkat adalah “Membentuk Jiwa Kepemimpinan yang Berbudi Luhur, Disiplin, Cinta Tanah Air, Cerdas dan Terampil untuk Indonesia Maju.”

Pangdam menekankan, kemampuan akademik saja belum cukup untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tanggung jawab di masa depan. Karakter, integritas, kedisiplinan, ketangguhan fisik dan mental, rasa tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama juga perlu dibentuk sejak dini.

“Sebagai calon pemimpin bangsa, generasi muda perlu memiliki karakter kepemimpinan, tanggung jawab, integritas dan kemampuan bekerja sama,” ujar Krido.

Apa yang Dipelajari 422 Siswa?

LDKS berlangsung selama dua hari dengan materi yang tidak hanya berisi teori kepemimpinan. Para siswa juga mendapatkan wawasan kebangsaan, kerja sama tim, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kedisiplinan, tanggung jawab, serta berbagai pengetahuan dan keterampilan pendukung.

PBB, misalnya, menuntut peserta mengikuti instruksi dan bergerak secara terkoordinasi. Dalam konteks kepemimpinan, latihan seperti ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya disiplin dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Pangdam meminta para siswa memanfaatkan dua hari kegiatan tersebut untuk belajar menjadi pemimpin yang baik, disiplin, dan memiliki dedikasi.

“Manfaatkan kegiatan LDKS selama dua hari ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar menjadi pemimpin yang baik, berdisiplin dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk mencapai hasil yang terbaik,” pesannya.

Peserta juga tidak hanya menerima materi di lapangan. Setelah upacara pembukaan, Pangdam memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan di Aula Makodam VI/Mulawarman.

Baca Juga: REI Balikpapan Dorong Proyek Baru dan Rumah Subsidi, Ini Fokus Andi Kalaru 2026

Tantangan Siswa Sekarang Bukan Cuma di Sekolah

Ada satu bagian pembekalan yang terasa dekat dengan kehidupan pelajar saat ini: bagaimana menghadapi arus informasi dan media sosial.

Pangdam mengingatkan siswa agar tidak mudah terprovokasi atau percaya begitu saja terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka didorong tetap fokus pada pendidikan, memperluas pengetahuan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Tetap fokus pada pendidikan, tingkatkan ilmu pengetahuan, bangun karakter dan persiapkan diri untuk menjadi generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan kemampuan menyaring informasi sebagai bagian dari pembentukan karakter. Bagi pelajar, kebiasaan memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya menjadi bagian penting dari tanggung jawab di ruang digital.

Karena itu, materi kepemimpinan dalam LDKS tidak berhenti pada bagaimana seorang siswa memimpin kelompok. Ada pula bekal untuk mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab ketika berhadapan dengan informasi yang beragam.

Kepemimpinan Juga Berarti Menghargai Perbedaan

Pembekalan juga diarahkan pada pemahaman nilai kebangsaan. Pangdam mengingatkan para siswa untuk menerapkan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, hingga daerah asal disebut sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dihormati dan dijaga dalam semangat persatuan.

Artinya, kemampuan memimpin tidak hanya berkaitan dengan keberanian mengambil keputusan. Cara memperlakukan orang lain, menghargai perbedaan, dan menjaga kerja sama juga menjadi bagian dari karakter seorang pemimpin.

Pangdam juga menjelaskan bahwa bela negara tidak selalu berarti harus menjadi prajurit TNI.

Bagi pelajar, bela negara dapat dilakukan melalui tindakan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti belajar sungguh-sungguh, menaati orang tua dan guru, menjaga nama baik sekolah, menghormati teman, menghargai perbedaan, serta membantu sesama.

“Jadilah generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tanamkan dalam diri kalian cinta tanah air, jaga persatuan, hormati perbedaan, rajin belajar dan terus berusaha meraih cita-cita,” pesan Pangdam.

Baca Juga: QRIS DUO Disiapkan Balikpapan, Transaksi PBJT Dibagi Otomatis untuk Kejar PAD

Bekal LDKS Dibawa Pulang ke Sekolah

Rangkaian LDKS Kartika V-1 Balikpapan pada akhirnya tidak hanya diukur dari bagaimana siswa mengikuti kegiatan selama dua hari.

Nilai yang ingin dibangun justru berkaitan dengan kebiasaan setelah kegiatan selesai: disiplin menjalankan tanggung jawab, mampu bekerja dalam tim, menghormati orang lain, menyaring informasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

LDKS Kartika V-1 Balikpapan membentuk disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian siswa. (Dok. Suyono/BALPOS)
LDKS Kartika V-1 Balikpapan membentuk disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian siswa. (Dok. Suyono/BALPOS)

Sebanyak 422 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter di lingkungan sekolah. Harapannya, pembekalan yang diterima tidak berhenti sebagai materi selama LDKS, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, kepemimpinan dipahami bukan hanya sebagai jabatan dalam organisasi siswa. Kepemimpinan juga bisa dimulai dari hal sederhana: mampu mengatur diri, menyelesaikan tanggung jawab, menghargai teman, dan berani mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang.

Poin Penting

Insight Redaksi

LDKS ini menunjukkan bahwa kepemimpinan siswa tidak berhenti pada disiplin fisik. Di Balikpapan, tantangannya juga bergeser ke kemampuan memilah informasi digital, bekerja dalam keberagaman, dan bertanggung jawab atas pilihan sehari-hari. Pesannya sederhana tapi penting: jadi pemimpin bukan soal keras bersuara, melainkan paling siap memikul tanggung jawab di sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Kalau masih sekolah, mulai saja dari hal sederhana: disiplin, cek informasi, dan berani bertanggung jawab atas pilihan sendiri.

Kalau menurutmu pembekalan seperti ini penting buat pelajar, bagikan artikelnya ke teman atau keluarga biar sama-sama dapat bekalnya.

Tetap update kabar pendidikan dan generasi muda di Balikpapan, ya—Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu LDKS Kartika V-1 Balikpapan?

LDKS merupakan kegiatan pembekalan siswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan karakter.

2. Berapa siswa yang mengikuti LDKS?

Sebanyak 422 siswa, terdiri dari 349 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan.

3. Apa saja materi yang diberikan?

Materinya mencakup wawasan kebangsaan, kerja sama tim, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

4. Berapa lama kegiatan LDKS berlangsung?

Kegiatan LDKS berlangsung selama dua hari di lingkungan Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan.

5. Apa pesan Pangdam VI/Mulawarman kepada para siswa?

Para siswa diminta membangun karakter, disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta bijak menggunakan teknologi dan media sosial.

Sumber Informasi

Media Balpos, dengan judul “Pangdam VI/Mulawarman Buka LDKS Kartika V-1 Balikpapan: Bekali 422 Siswa dengan Jiwa Kepemimpinan, Disiplin dan Cinta Tanah Air”, oleh Suyono, S.E. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for update
Editor : Arya Kusuma
Pangdam VI Mulawarman LDKS Balikpapan Kartika V-1 Balikpapan pendidikan balikpapan