Kebakaran Lahan 4 Hektare di Lamaru, Bakaran Bata Diduga Picu Api Meluas

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:44 WIB
Lahan warga di Jalan Keramik RT 29, Lamaru, Balikpapan Timur terbakar hingga empat hektare setelah api merambat dari aktivitas pembakaran bata. (DOK. IST/KP)
Lahan warga di Jalan Keramik RT 29, Lamaru, Balikpapan Timur terbakar hingga empat hektare setelah api merambat dari aktivitas pembakaran bata. (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Kebakaran lahan di Lamaru meluas hingga empat hektare, diduga berawal dari pembakaran bata dan menyasar sejumlah lahan warga.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kebakaran lahan seluas empat hektare terjadi di Jalan Keramik RT 29, Lamaru, Balikpapan Timur, setelah api diduga berasal dari aktivitas pembakaran bata dan merambat ke lahan sekitar.

Api yang pertama diketahui sekitar pukul 11.30 Wita itu tidak langsung berhenti di satu titik. Semak dan vegetasi kering membuat kobaran cepat menjalar, sehingga petugas harus bekerja berjam-jam untuk mengendalikannya.

Bagaimana kebakaran lahan di Lamaru bisa meluas?

Kebakaran melanda sejumlah bidang lahan milik warga di kawasan Jalan Keramik RT 29, Lamaru. Api juga merambat ke lahan kaplingan yang belum diketahui pemiliknya.

Berdasarkan keterangan awal saksi di lokasi, sumber api diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran bata. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena polisi masih mendalami penyebab kebakaran.

Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen mengatakan pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui sumber api secara pasti.

“Diduga berasal dari aktivitas pembakaran bata. Namun, penyebab pastinya masih kami dalami dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Chusen, dikutip Balpos.

Kondisi lahan yang banyak ditumbuhi semak dan vegetasi kering turut membuat api lebih mudah merambat. Situasi menjadi semakin rawan ketika kondisi cuaca panas disertai angin.

Lahan siapa saja yang terdampak api?

Kobaran api diketahui menyebar dari satu area ke bidang lahan lainnya. Salah satu saksi, Supandi, yang sehari-hari berkebun, mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari seseorang bernama Mama Gani.

Saat itu, Supandi berada di sebuah gubuk kebun yang lokasinya tidak jauh dari titik kebakaran.

Informasi yang diterima saksi menyebut api kemudian merambat ke lahan kosong milik warga dari wilayah Sepinggan. Kobaran selanjutnya mencapai lahan milik warga bernama Rasna serta sejumlah bidang tanah kaplingan lainnya.

Polisi juga melakukan pendataan terhadap lahan yang terdampak, termasuk menelusuri status kepemilikan masing-masing bidang tanah.

Pendataan ini menjadi bagian dari penanganan setelah kebakaran sekaligus untuk mengetahui secara lebih jelas area yang terdampak peristiwa tersebut.

Baca Juga: Siswi SD Balikpapan Lolos Kurasi Festival Anak Indonesia, Ini Cerita Lukisannya

Berapa lama petugas memadamkan kebakaran Lamaru?

Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan kepolisian, Kecamatan Balikpapan Timur, TNI, pemadam kebakaran, serta petugas lapangan lainnya.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.45 Wita setelah petugas berjibaku selama beberapa jam.

Pekerjaan belum selesai setelah api terlihat padam. Petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memunculkan titik api.

Langkah tersebut penting karena lahan dengan vegetasi kering masih dapat menyimpan bara, terutama ketika kondisi sekitar panas dan berangin.

Apakah karhutla di Balikpapan Timur cukup sering terjadi?

Kebakaran lahan di Lamaru terjadi di tengah tingginya kejadian karhutla di Kota Balikpapan sepanjang 2026.

Data BPBD Kota Balikpapan per 16 September 2026 mencatat 91 kejadian karhutla dengan luas semak dan belukar yang terbakar mencapai 46,5 hektare atau sekitar 464.656 meter persegi. Dari jumlah tersebut, Balikpapan Timur mencatat 32 kejadian, termasuk sembilan kejadian di Kelurahan Lamaru.

Angka tersebut menunjukkan kawasan Balikpapan Timur menjadi salah satu wilayah yang cukup sering menghadapi kebakaran lahan. Lamaru sendiri sudah tercatat beberapa kali dalam data kejadian karhutla tahun ini.

Kondisi itu membuat pencegahan tidak cukup dilakukan ketika api sudah muncul. Aktivitas yang menggunakan api di sekitar lahan terbuka juga menjadi perhatian, terlebih ketika vegetasi dalam kondisi mudah terbakar.

Apa langkah polisi setelah api berhasil dipadamkan?

Selain memastikan kondisi lokasi aman, Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur mendalami informasi mengenai aktivitas pembakaran bata yang diduga menjadi sumber awal api.

Polisi juga akan menelusuri pihak yang melakukan aktivitas tersebut. Apabila penyelidikan menemukan unsur kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan kebakaran, penanganannya dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Imbauan ini menjadi penting karena satu sumber api di lahan terbuka dapat berkembang ketika bertemu semak kering dan kondisi angin yang mendukung.

Bagi warga yang beraktivitas di sekitar lahan terbuka Lamaru dan kawasan Balikpapan Timur, kewaspadaan terhadap sumber api menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa meluas.

Baca Juga: Balikpapan Finalis Nasional OPCC 2026, Aksi Iklim Menyasar Bangunan hingga Sampah

Poin Penting:

Insight Redaksi

Kebakaran empat hektare di Lamaru memperlihatkan bahwa persoalan karhutla bukan hanya soal pemadaman, tetapi juga pengendalian sumber api sejak awal. Data BPBD menunjukkan Balikpapan Timur mencatat kejadian cukup tinggi sepanjang 2026. Ketika lahan dipenuhi vegetasi kering, aktivitas pembakaran kecil bisa berkembang menjadi persoalan besar. Jadi, urusan api di lahan terbuka jangan dianggap sepele, Ces.

Kalau melihat aktivitas pembakaran di sekitar lahan kosong, warga sebaiknya lebih aktif memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Bagikan informasi ini ke warga sekitar supaya kewaspadaan terhadap api di lahan terbuka makin kuat. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana kebakaran lahan terjadi?

Kebakaran terjadi di Jalan Keramik RT 29, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

2. Berapa luas lahan yang terbakar?

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.

3. Apa dugaan awal penyebab kebakaran?

Polisi menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembakaran bata. Penyebab pastinya masih didalami.

4. Kapan api berhasil dipadamkan?

Petugas berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 16.45 Wita.

5. Berapa kejadian karhutla di Balikpapan hingga pertengahan September 2026?

BPBD Kota Balikpapan mencatat 91 kejadian karhutla dengan luas semak dan belukar terbakar mencapai 46,5 hektare hingga 16 September 2026.

6. Apa yang dilakukan polisi setelah kebakaran?

Polisi melakukan pendataan lahan terdampak serta mendalami aktivitas pembakaran bata yang diduga menjadi sumber awal api.

Sumber Informasi

Media Balpos, dengan judul “Kebakaran Lahan 4 Hektare di Lamaru, Api Diduga dari Bakaran Bata”, oleh M Ibrahim. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Karhutla Balikpapan Lamaru Balikpapan Timur kebakaran lahan