Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Sebanyak 150 pelajar Kartika V Balikpapan mendapat pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk menghadapi kondisi darurat dan menyelamatkan nyawa.
Balikpapan TV - Hai Ces! Sebanyak 150 siswa SMA dan SMK Kartika V Balikpapan mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Aula SMK Kartika V, Jalan Tanjungpura 1, Sabtu (19/9/2026). Pelatihan ini membekali pelajar dengan keterampilan pertolongan dasar saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Bukan sekadar duduk mendengarkan materi, para siswa juga langsung berhadapan dengan manekin untuk mempraktikkan kompresi dada. Dari kegiatan ini, keterampilan pertolongan pertama mulai dikenalkan dari lingkungan sekolah, Ces!
Mengapa pelajar Kartika V mendapat pelatihan BHD?
Pelatihan BHD digelar Kodam VI/Mulawarman melalui kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) 2026.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WITA dan mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Peserta terdiri dari 75 siswa SMA Kartika V dan 75 siswa SMK Kartika V Balikpapan.
Bagi pelajar, materi seperti ini memberi pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Mereka dikenalkan pada tindakan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi seseorang dalam kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga: Forum Tangguh Bencana Balikpapan Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Apa yang dipelajari siswa dalam pelatihan?
Materi disampaikan Kapten Ckm dr. Rahmat dari Rumah Sakit Dr. R. Hardijanto Balikpapan. Pembelajaran mencakup konsep dasar Bantuan Hidup Dasar dan langkah pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan.
Setelah sesi teori, siswa mengikuti praktik menggunakan manekin atau phantom. Mereka secara bergantian mempraktikkan teknik kompresi dada dengan pendampingan tim medis.
Kegiatan juga dilengkapi sesi tanya jawab dan evaluasi. Dengan pola teori dan praktik langsung, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi mencoba sendiri tahapan keterampilan yang diajarkan.
Seberapa banyak siswa yang menguasai teknik BHD?
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan sekitar 90 persen dari 150 peserta mampu memahami alur BHD serta menguasai teknik kompresi dada sesuai standar keselamatan yang diberikan selama pelatihan.
Angka tersebut berarti sebagian besar peserta berhasil mengikuti materi hingga tahap praktik. Sebanyak 150 peserta itu terbagi rata antara siswa SMA dan SMK Kartika V, masing-masing 75 orang.
Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal dasar ketika pelajar menemukan situasi darurat di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang publik.
Namun, kemampuan BHD tetap merupakan keterampilan pertolongan awal dan bukan pengganti penanganan tenaga medis profesional.
Mengapa keterampilan pertolongan pertama penting dikenalkan sejak sekolah?
Dalam keterangannya, Pangdam VI/Mulawarman menekankan bahwa keterampilan menyelamatkan jiwa tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga medis.
Ia menyebut pelajar juga perlu memiliki kepekaan sosial, keberanian, dan kesiapan untuk membantu ketika berada di tengah situasi darurat.
Konteksnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi tanpa mengenal tempat, termasuk di lingkungan sekolah atau keluarga. Karena itu, pemahaman mengenai respons awal dapat menjadi salah satu bekal keselamatan bagi generasi muda.
Bagi Balikpapan, pelatihan semacam ini juga mempertemukan institusi kesehatan militer dengan lingkungan pendidikan. Pengetahuan medis dasar kemudian diperkenalkan kepada siswa melalui pengalaman langsung, bukan hanya teori.
Baca Juga: Warga Dahor Terima Bantuan Polwan dan Bhayangkari Usai Kebakaran
Apa yang didapat siswa setelah pelatihan?
Para siswa pulang membawa pengalaman praktik BHD yang sebelumnya mungkin belum mereka dapatkan dalam pembelajaran sekolah. Mereka diperkenalkan pada alur tindakan dan teknik kompresi dada melalui pendampingan tenaga medis.
Pelatihan yang berlangsung di Aula SMK Kartika V ini sekaligus menjadi bagian dari kegiatan Bakti Kesehatan Kodam VI/Mulawarman menjelang HUT ke-81 TNI.
Pembekalan seperti ini membuat sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar kemampuan akademik. Ada pula keterampilan praktis yang berkaitan langsung dengan keselamatan diri dan orang di sekitar.
Poin Penting:
- 150 siswa SMA dan SMK Kartika V Balikpapan mengikuti pelatihan BHD.
- Kegiatan berlangsung Sabtu (19/9/2026) di Aula SMK Kartika V.
- Pelatihan dipandu Kapten Ckm dr. Rahmat dari RS Dr. R. Hardijanto.
- Siswa mempraktikkan kompresi dada menggunakan manekin atau phantom.
- Sekitar 90 persen peserta menguasai alur BHD dan teknik kompresi dada.
- Kegiatan merupakan bagian dari Bakti Kesehatan Kodam VI/Mulawarman menyambut HUT ke-81 TNI.
Insight Redaksi
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar menunjukkan bahwa keterampilan keselamatan dapat diperkenalkan sejak bangku sekolah. Di Balikpapan, 150 pelajar Kartika V mendapat kesempatan mempelajari sekaligus mempraktikkan teknik pertolongan awal. Pengetahuan seperti ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan seseorang mengambil tindakan ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan terdekatnya.
FAQ
1. Apa itu Bantuan Hidup Dasar?
Bantuan Hidup Dasar atau BHD merupakan keterampilan pertolongan awal untuk menghadapi kondisi kegawatdaruratan, termasuk praktik kompresi dada dalam pelatihan ini.
2. Berapa jumlah pelajar yang mengikuti pelatihan?
Total peserta berjumlah 150 siswa, terdiri dari 75 siswa SMA Kartika V dan 75 siswa SMK Kartika V Balikpapan.
3. Siapa yang memberikan pelatihan?
Pelatihan dipandu Kapten Ckm dr. Rahmat dari Rumah Sakit Dr. R. Hardijanto Balikpapan bersama tim medis.
4. Di mana pelatihan BHD berlangsung?
Kegiatan berlangsung di Aula SMK Kartika V, Jalan Tanjungpura 1, Kota Balikpapan.
5. Berapa peserta yang menguasai teknik BHD?
Sekitar 90 persen dari 150 peserta disebut mampu memahami alur BHD dan menguasai teknik kompresi dada sesuai standar keselamatan pelatihan.
Sumber Informasi
Media Balpos, dengan judul “RS Tentara Dr. R. Hardijanto Latih Siswa SMA-SMK Kartika V Bantuan Hidup Dasar: Bekali 150 Pelajar Keterampilan Penyelamat Jiwa”. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.