TNI-Polri Edukasi Warga Teritip Cegah Karhutla, TMC Bukan Solusi Utama

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 07:05 WIB
Warga Teritip mengikuti penyuluhan TNI-Polri tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan. (DOK. SUYONO/BALPOS)
Warga Teritip mengikuti penyuluhan TNI-Polri tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan. (DOK. SUYONO/BALPOS)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Warga Teritip mendapat edukasi pencegahan Karhutla, termasuk memahami batas TMC dan bahaya membuka lahan dengan api.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Warga Kampung Pringgodani, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, mendapat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari TNI-Polri pada Senin (14/9/2026).

Penyuluhan digelar saat kondisi panas dan kering meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi titik api. Pesannya sederhana, Ces: jangan menunggu api membesar untuk mulai mencegah.

Mengapa Warga Teritip Diingatkan Tak Membakar Lahan?

Kegiatan berlangsung di Jalan Gunung Binjai RT 15, Kampung Pringgodani, mulai pukul 09.00 hingga 11.45 WITA.

Tim Penyuluh Bencana Karhutla TNI Wilayah Kodim 0905/Balikpapan bersama Polresta Balikpapan melalui Polsek Balikpapan Timur turun langsung memberikan pemahaman kepada warga.

Penyuluhan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kelurahan, ketua RT, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dalam kondisi lingkungan yang kering, aktivitas menggunakan api dapat meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut juga menyasar kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele, seperti membuang puntung rokok sembarangan. Bara kecil tetap berpotensi menjadi sumber api ketika berada di lingkungan yang kering.

TMC Bisa Membantu Hujan, tetapi Bukan Pencegahan Utama

Salah satu materi yang disampaikan kepada warga adalah Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC.

TMC bukan teknologi yang bisa menciptakan awan dari langit yang benar-benar cerah. Teknologi ini bekerja dengan meningkatkan atau mempercepat curah hujan dari awan potensial yang memang sudah tersedia di atmosfer.

Penjelasan tersebut penting karena keberadaan TMC tidak berarti risiko Karhutla otomatis hilang.

Dalam penanganan Karhutla, TMC ditempatkan sebagai sarana pendukung mitigasi. Pencegahan tetap perlu dilakukan sebelum api muncul, terutama melalui perilaku masyarakat di sekitar kawasan rawan.

Pendekatan edukasi langsung seperti ini juga sejalan dengan kegiatan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang sebelumnya menyasar sejumlah wilayah Balikpapan untuk memperkuat pencegahan dari tingkat masyarakat.

Baca Juga: Dilmil Balikpapan Studi Banding ke Banjarmasin, Pelajari Strategi Menuju WBK dan WBBM

Siapa yang Terlibat dalam Edukasi Karhutla di Teritip?

Sejumlah perwira TNI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Marsma TNI Andreas A. Dhewo, Brigjen TNI (Mar) Dr. Said Latuconsina, Brigjen TNI Yuswandi, Brigjen TNI (Mar) Agung Trisnanto dan Brigjen TNI Dian P.S.

Dari unsur kewilayahan, kegiatan melibatkan jajaran Kodim 0905/Balikpapan, Bhabinkamtibmas Aipda Firman serta Babinsa Serma Sukamto.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pencegahan Karhutla tidak hanya ditempatkan sebagai tugas petugas pemadam atau aparat ketika kebakaran sudah terjadi.

Warga juga menjadi bagian penting dalam mencegah api sejak sumbernya. Pola serupa diterapkan Tim Penyuluh Karhutla TNI di sejumlah daerah dengan menekankan edukasi, kewaspadaan dan pelaporan titik api sejak dini.

Apa yang Harus Dilakukan Warga Saat Melihat Potensi Kebakaran?

Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan tersebut adalah “Stop Pembakaran Lahan”.

Warga diminta tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan. Langkah sederhana ini menjadi bagian penting untuk mengurangi peluang munculnya titik api, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Masyarakat juga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bhabinkamtibmas mengingatkan warga dapat menghubungi Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan ketika membutuhkan pelaporan kepada kepolisian.

Pencegahan dari tingkat lingkungan menjadi penting karena ketika api sudah menyebar, penanganannya membutuhkan sumber daya dan koordinasi lebih besar.

Kenapa Pencegahan dari Masyarakat Tetap Penting?

Karhutla bukan hanya persoalan bagaimana memadamkan api. Sebelum menjadi kebakaran besar, ada rangkaian tindakan dan kondisi yang dapat meningkatkan atau menurunkan risikonya.

Karena itu, edukasi diarahkan pada tindakan yang bisa dilakukan warga sehari-hari. Tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan potensi kebakaran menjadi bagian dari pencegahan.

Kegiatan di Teritip juga memperlihatkan bahwa teknologi dan kesiapsiagaan aparat berjalan berdampingan dengan perilaku masyarakat.

TMC dapat menjadi salah satu dukungan ketika kondisi atmosfer memungkinkan, tetapi tidak menggantikan upaya pencegahan di lapangan.

Baca Juga: Kasus Bocah 8 Tahun di Balikpapan, Wawali Soroti Pengawasan dan Komunikasi Keluarga

Poin Penting:

Insight Redaksi

Karhutla di Balikpapan bukan cuma urusan petugas ketika api sudah muncul. Kesadaran warga di Teritip justru menjadi benteng paling dekat dengan lahan dan permukiman. TMC bisa membantu ketika syarat atmosfer tersedia, tetapi api kada kenal teknologi kalau manusia masih sembarangan menggunakan api. Mencegah dari awal tetap langkah paling masuk akal, Ces.

Kalau ada aktivitas yang berpotensi memicu api, lebih baik saling mengingatkan sebelum masalahnya membesar, pang.

Bagikan informasi ini ke bubuhan yang tinggal atau beraktivitas dekat kawasan lahan kering agar makin waspada.

Tetap ikuti kabar pencegahan Karhutla dan informasi Balikpapan lainnya, Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu TMC?

TMC atau Teknologi Modifikasi Cuaca merupakan upaya meningkatkan atau mempercepat curah hujan dari awan potensial yang sudah tersedia.

2. Apakah TMC bisa membuat hujan saat tidak ada awan?

Tidak. TMC membutuhkan awan potensial yang tersedia di atmosfer dan bukan menciptakan awan dari kondisi tanpa awan.

3. Mengapa warga Teritip diminta tidak membakar lahan?

Pembakaran lahan dapat menjadi sumber api yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan sedang panas dan kering.

4. Apa yang harus dilakukan ketika melihat potensi Karhutla?

Warga dapat segera melaporkan kejadian kepada pihak terkait agar potensi kebakaran dapat ditindaklanjuti sejak dini.

5. Ke mana warga Balikpapan dapat melapor terkait gangguan Kamtibmas?

Warga dapat menghubungi Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan.

Sumber Informasi

Media Balpos, dengan judul “TNI-Polri Edukasi Warga Teritip Cegah Karhutla: TMC Hanya Pendukung, Masyarakat Diminta Tak Bakar Lahan di Musim Kering”, oleh Suyono, S.E. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
TNI-Polri karhutla teritip Balikpapan Timur