Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Siswa SD IT Al Auliya 2 belajar ekosistem pesisir sekaligus menanam mangrove melalui kegiatan Outing Class di Balikpapan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Siswa SD IT Al Auliya 2 mengikuti edukasi mangrove sekaligus penanaman bibit di kawasan Mako Ditpolairud Polda Kaltim, Balikpapan, Rabu (16/9/2026).
Belajar lingkungan ternyata tidak harus selalu di dalam kelas. Para siswa diajak mengenal mangrove secara langsung, lalu ikut menanam bibit agar memahami pentingnya menjaga kawasan pesisir. Lanjut baca sampai tuntas Ces!
Apa yang dipelajari siswa SD IT Al Auliya 2 di kawasan mangrove?
Kegiatan tersebut dikemas melalui program Outing Class yang digelar Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur. Personel Ditpolairud menyambut para siswa sebelum memberikan materi tentang ekosistem mangrove.
Materi disampaikan secara interaktif dengan memperkenalkan berbagai jenis mangrove yang tumbuh di kawasan tersebut. Siswa tidak hanya diajak mengenali tanaman, tetapi juga memahami kaitannya dengan keberadaan kawasan pesisir.
Cara belajar seperti ini membuat materi lingkungan tidak berhenti pada penjelasan. Siswa dapat melihat langsung kawasan mangrove sekaligus mengenali bentuk tanaman yang selama ini mungkin hanya ditemui melalui buku atau gambar.
Mengapa mangrove penting bagi kawasan pesisir?
Mangrove memiliki fungsi ekologis penting bagi wilayah pesisir. Kementerian Kehutanan menyebut ekosistem ini berperan sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi dan intrusi air laut, sekaligus menjadi habitat berbagai flora dan fauna.
Kawasan mangrove juga memiliki peran dalam menyerap dan menyimpan karbon. Karena itu, keberadaannya berkaitan dengan ketahanan pesisir, keanekaragaman hayati, serta upaya menghadapi perubahan iklim.
Konteks tersebut membuat pengenalan mangrove kepada anak-anak bukan sekadar kegiatan luar kelas. Pengetahuan tentang fungsi pesisir dapat menjadi dasar untuk memahami mengapa tanaman tersebut perlu dirawat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kasus Bocah 8 Tahun di Balikpapan, Wawali Soroti Pengawasan dan Komunikasi Keluarga
Bagaimana siswa diajak belajar dengan cara yang lebih menyenangkan?
Sesi edukasi dibuat interaktif melalui tanya jawab. Para siswa mendapat kesempatan menjawab pertanyaan seputar ekosistem mangrove yang baru mereka pelajari.
Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan memperoleh tumbler sebagai bentuk apresiasi. Pemberian tersebut sekaligus dikaitkan dengan kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.
Pesan lingkungan pun menjadi lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari. Tumbler, misalnya, dapat digunakan berulang kali sehingga kegiatan edukasi tidak hanya berbicara tentang alam, tetapi juga mengenalkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Apa yang dilakukan siswa setelah mendapat materi mangrove?
Pengalaman belajar kemudian berlanjut di lapangan. Para siswa diajak menanam bibit mangrove secara langsung di kawasan mangrove Mako Ditpolairud Polda Kaltim.
Lewat kegiatan tersebut, siswa dapat melihat sekaligus mempraktikkan proses sederhana penanaman mangrove. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan mengenai pelestarian, tetapi ikut melakukan salah satu bentuk aksi nyata.
Kegiatan penanaman juga menjadi bagian penting karena rehabilitasi mangrove membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kementerian Kehutanan pada 2026 menekankan bahwa konservasi mangrove perlu diperkuat melalui kolaborasi, edukasi, serta partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Polda Kaltim Soroti Bahaya Kenakalan Remaja di Ruang Digital, Begini Cara Atasinya
Apa pesan dari kegiatan Outing Class ini bagi generasi muda?
Ditpolairud Polda Kaltim berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak usia dini. Pembelajaran langsung di kawasan pesisir diharapkan membuat pengetahuan mengenai mangrove lebih mudah dipahami dan diingat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa tugas kepolisian di wilayah perairan tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Edukasi kepada masyarakat dan generasi muda dapat berjalan berdampingan dengan tugas menjaga kawasan perairan.
Bagi siswa, kawasan mangrove akhirnya menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan dan praktik. Dari mengenali jenis tanaman, memahami manfaatnya, menjawab pertanyaan, hingga menanam bibit, proses tersebut memberi pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Poin Penting:
- SD IT Al Auliya 2 mengikuti program Outing Class di kawasan mangrove Mako Ditpolairud Polda Kaltim.
- Kegiatan berlangsung di Balikpapan pada Rabu, 16 September 2026.
- Siswa mendapat edukasi mengenai jenis dan manfaat ekosistem mangrove.
- Siswa mengikuti sesi tanya jawab dan mendapat tumbler sebagai apresiasi.
- Para siswa juga terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove.
- Kegiatan diarahkan untuk mengenalkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Insight Redaksi
Belajar mangrove tidak cukup berhenti pada hafalan fungsi tanaman. Anak-anak perlu melihat ruang hidup yang dijaganya. Di Balikpapan, pengalaman seperti ini penting karena pesisir bukan sekadar latar kota, tetapi bagian dari ruang hidup masyarakat. Kalau sejak kecil sudah diajak mengenal dan menanam, rasa memiliki terhadap lingkungan kada cuma jadi teori, Ces.
Pengalaman menanam mangrove bisa jadi awal kebiasaan kecil untuk menjaga lingkungan sekitar, terutama kawasan pesisir yang dekat dengan kehidupan warga.
Bagikan jua cerita edukasi lingkungan ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang tahu pentingnya menjaga mangrove.
Ikuti terus kabar edukasi dan lingkungan terbaru di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan kegiatan Outing Class SD IT Al Auliya 2 berlangsung?
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 16 September 2026.
2. Di mana siswa mengikuti kegiatan mangrove?
Kegiatan digelar di kawasan mangrove Mako Ditpolairud Polda Kalimantan Timur, Balikpapan.
3. Apa saja kegiatan yang dilakukan siswa?
Siswa mendapat edukasi tentang mangrove, mengikuti tanya jawab, serta terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove.
4. Mengapa mangrove penting bagi kawasan pesisir?
Mangrove membantu melindungi pesisir dari abrasi dan intrusi air laut serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna.
5. Apakah kegiatan tersebut hanya berkaitan dengan penanaman?
Tidak. Kegiatan juga memberikan edukasi mengenai jenis, manfaat, dan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Sumber Informasi
Media Balikpapan Pos, dengan judul “Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Ditpolairud Ajak Siswa Tanam Mangrove”, oleh Suyono, S.E. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.