Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Dilmil Balikpapan belajar strategi pembangunan Zona Integritas, pelayanan publik, dan anti penyuapan dari Dilmil Banjarmasin.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan melakukan studi banding ke Dilmil IV-15 Banjarmasin untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
Bukan sekadar bertukar kunjungan, agenda lima hari ini menjadi ruang belajar tentang tata kelola, pelayanan, hingga pencegahan penyuapan di lingkungan peradilan militer, Ces!
Apa yang dipelajari Dilmil Balikpapan di Banjarmasin?
Rombongan Dilmil IV-16 Balikpapan dipimpin Kepala Dilmil IV-16 Balikpapan Letkol Bagus Partha Wijaya. Mereka diterima Kepala Dilmil IV-15 Banjarmasin Letkol Gatot Sumardjono bersama jajaran sejak Senin (14/9).
Studi banding tersebut secara khusus membahas pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dilmil IV-15 Banjarmasin dipilih sebagai tempat rujukan karena satuan kerja tersebut telah meraih predikat WBK dan WBBM. Pengalaman itu menjadi bahan pembelajaran bagi Dilmil IV-16 Balikpapan dalam menyiapkan pembenahan di internal satuan kerja.
Mengapa Zona Integritas menjadi perhatian?
Pembangunan Zona Integritas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian sebuah predikat. Dalam kegiatan ini, pembahasannya juga diarahkan pada pembenahan administrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Bagi Dilmil IV-16 Balikpapan, pengalaman Dilmil IV-15 Banjarmasin dapat menjadi referensi untuk melihat bagaimana proses pembangunan Zona Integritas dijalankan hingga mampu memperoleh predikat WBK dan WBBM.
Dengan begitu, pembenahan yang dilakukan tidak berhenti pada kelengkapan administrasi. Sistem kerja juga diarahkan agar lebih transparan, akuntabel, profesional, serta mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Bagaimana strategi WBK dan WBBM dibahas?
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Dilmil IV-15 Banjarmasin memaparkan proses pembangunan Zona Integritas sekaligus strategi yang digunakan untuk meraih predikat WBK dan WBBM.
Informasi tersebut menjadi bahan bagi Dilmil IV-16 Balikpapan untuk mempelajari pengalaman satuan kerja yang sudah lebih dahulu menjalani proses tersebut.
Bagus mengatakan, studi banding menjadi ruang untuk bertukar informasi, pengalaman, dan strategi dalam memperkuat tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Melalui studi banding ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antarsatuan kerja di lingkungan peradilan militer dalam mewujudkan birokrasi yang berintegritas, profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan,” ujarnya, Selasa (15/9).
Baca Juga: Balikpapan Siapkan Satgas Kavling Ilegal, Lindungi Konsumen
Apa kaitannya dengan Sistem Manajemen Anti Penyuapan?
Pembahasan tidak hanya berfokus pada Zona Integritas. Kedua satuan kerja juga membahas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
SMAP menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem kerja yang mencegah praktik penyuapan. Bagi lembaga peradilan, penguatan mekanisme tersebut berkaitan langsung dengan upaya menjaga integritas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.
Karena itu, pengalaman yang dibagikan Dilmil IV-15 Banjarmasin diharapkan dapat menjadi referensi bagi Dilmil IV-16 Balikpapan dalam menyesuaikan sistem kerja dengan kebutuhan satuannya.
Kapan studi banding Dilmil Balikpapan selesai?
Kegiatan studi banding berlangsung selama lima hari, mulai Senin (14/9) hingga Jumat (18/9).
Selama kegiatan, Dilmil IV-16 Balikpapan mempelajari pengalaman Dilmil IV-15 Banjarmasin dalam membangun Zona Integritas, mencapai predikat WBK dan WBBM, serta menerapkan sistem yang mendukung tata kelola dan pelayanan.
Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan Dilmil IV-16 Balikpapan. Fokusnya mencakup pembenahan administrasi, transparansi sistem kerja, penguatan akuntabilitas, dan pencegahan praktik penyuapan.
Bagi masyarakat pencari keadilan, arah pembenahan ini berkaitan dengan kualitas layanan yang mereka terima. Predikat WBK dan WBBM menjadi bagian dari proses, sementara tata kelola yang lebih baik menjadi hal yang diharapkan dapat dirasakan dalam pelayanan sehari-hari.
Baca Juga: Rahmad Mas’ud Minta OPD Perkuat Pengawasan, Kejaksaan Siap Dampingi
Poin Penting
- Dilmil IV-16 Balikpapan melakukan studi banding ke Dilmil IV-15 Banjarmasin pada 14–18 September 2026.
- Fokus kegiatan mencakup pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
- Dilmil IV-15 Banjarmasin menjadi rujukan karena telah meraih predikat WBK dan WBBM.
- Kedua satuan kerja juga membahas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
- Hasil studi banding diharapkan mendukung pembenahan administrasi dan pelayanan masyarakat pencari keadilan.
Insight Redaksi
Penguatan integritas peradilan tidak berhenti pada mengejar predikat WBK atau WBBM. Yang paling dekat dengan masyarakat justru kualitas layanan dan transparansi prosesnya. Studi banding Dilmil Balikpapan menunjukkan bahwa pengalaman satuan lain bisa menjadi bahan pembenahan. Predikat boleh menjadi target, tetapi pelayanan yang bersih harus terasa dalam praktik sehari-hari.
Kalau informasi soal pembenahan pelayanan peradilan ini terasa penting, bagikan ke keluarga atau kawan agar makin banyak yang tahu.
Terus ikuti perkembangan pelayanan publik dan hukum di Balikpapan bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa tujuan Dilmil IV-16 Balikpapan melakukan studi banding?
Untuk mempelajari pembangunan Zona Integritas, strategi menuju WBK dan WBBM, serta penguatan pelayanan dan pencegahan penyuapan.
2. Mengapa Dilmil IV-15 Banjarmasin menjadi rujukan?
Karena Dilmil IV-15 Banjarmasin telah meraih predikat WBK dan WBBM.
3. Apa itu WBK dan WBBM?
WBK merupakan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, sedangkan WBBM merupakan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
4. Apa yang dibahas selain Zona Integritas?
Kedua satuan kerja juga membahas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau SMAP.
5. Kapan studi banding tersebut berlangsung?
Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (14/9) hingga Jumat (18/9).
Sumber Informasi
Media Kaltim Post, dengan judul “Dilmil Balikpapan Belajar ke Banjarmasin, Ini Strategi yang Dipelajari untuk Kejar Predikat WBK dan”, oleh Muhammad Taufik. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.