Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Kemarau dan El Nino menekan sumber air Balikpapan, membuat layanan PTMB berkurang dan warga diminta menyiapkan cadangan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Balikpapan mengingatkan warga menghemat air karena kemarau panjang dan El Nino mulai menekan ketersediaan air baku kota.
Bukan lagi sekadar imbauan. Perubahan pasokan air sudah mulai terasa pada jam layanan pelanggan, jadi ada beberapa hal yang perlu disiapkan warga.
Dari Imbauan Hemat Air ke Pengurangan Jam Layanan
Saat Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengajak warga menghemat air, kondisi waduk memang masih dinilai aman untuk beberapa waktu. Namun, perkembangan pada awal September menunjukkan tekanan terhadap pasokan air baku semakin nyata.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyebut sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami penyesuaian jam pelayanan setelah pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip dikurangi. Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul instruksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV yang berlaku sejak 1 September 2026.
Kapasitas pengambilan dari Waduk Manggar yang sebelumnya sekitar 1.150 liter per detik diturunkan menjadi 900 liter per detik. Dari Waduk Teritip, pengambilan juga dikurangi dari sekitar 220 liter per detik menjadi 110 liter per detik.
Artinya, terdapat pengurangan kapasitas pengambilan air baku sekitar 360 liter per detik dari dua sumber tersebut. Dampaknya bukan penghentian total layanan, melainkan waktu air mengalir kepada sebagian pelanggan menjadi lebih terbatas.
Waduk Manggar Terus Menyusut
Waduk Manggar menjadi salah satu sumber utama air baku Balikpapan. Ketika hujan minim dalam waktu panjang, tekanan terhadap cadangan air semakin besar.
Pada pertengahan Agustus, data yang diberitakan ANTARA menunjukkan volume tampungan Waduk Manggar telah menyusut dibanding kondisi sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi seiring minimnya hujan dan penyusutan muka air yang dilaporkan mencapai sekitar 3 sentimeter per hari.
Memasuki September, kondisi tersebut berimbas langsung pada pelayanan. ANTARA melaporkan muka air berada di sekitar 9,5 meter dan dalam skenario tanpa hujan, cadangan air baku diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 2,5 hingga 3 bulan.
DetikKalimantan pada 9 September melaporkan elevasi Waduk Manggar kembali berada di sekitar 9,1 meter. Menurut Direktur Operasional PTMB Ali Rachman, kondisi tersebut masih berada dalam kategori normal, sedangkan status darurat disebut berada pada level 8 meter ke bawah.
Angka tersebut memberi gambaran kenapa penghematan air tidak lagi sekadar pesan normatif. Setiap liter yang digunakan rumah tangga ikut berkaitan dengan kemampuan sistem menjaga pelayanan ketika sumber air baku terus tertekan.
Baca Juga: Balikpapan Siapkan Dua Raperda Baru, dari Bencana hingga Ketertiban Warga
Wali Kota Minta Air Disimpan, Bukan Diboroskan
Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud meminta warga mulai menyiapkan tempat penyimpanan air di rumah.
Dalam pernyataannya yang menjadi sumber awal berita ini, Rahmad menyinggung kapasitas tampungan rumah tangga dan meminta air PDAM tidak digunakan untuk kepentingan komersial.
“Ee wadah atau tempat penyimpanan air. Nah, simpanlah air. Kalau 1.200 (liter) kan enggak mungkin habis kalau kita dalam rumah tangga, ini enggak mungkin habislah dalam 2 hari kecuali kau jual air. Nah, kalau jual air ya 1 menit aja habis. Nah, kami imbau juga pada saudara-saudara kita yang menggunakan air PDAM, ya jangan ini dijadikan komersil. Mungkin tidak ada ya, tapi nanti ke depannya mudah-mudahan jangan ada. Nah, kalau itu Anda jadikan komersil, ya repot. Yang repot kita semua nanti.”
Pesan tersebut kini menjadi semakin relevan karena PTMB telah melakukan penyesuaian pelayanan. Warga yang memiliki tampungan air dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan ketika aliran tidak tersedia sepanjang waktu.
Pemerintah juga menegaskan air dari jaringan PDAM tidak semestinya diperjualbelikan untuk kepentingan komersial. Penjualan air, menurut informasi dalam sumber awal, diperbolehkan jika berasal dari sumber air tanah mandiri, bukan dari jaringan PDAM.
Wilayah Mana yang Paling Berpotensi Terdampak?
Pengurangan jam layanan tidak berarti semua wilayah mengalami kondisi yang sama.
Menurut PTMB, Balikpapan Timur menjadi wilayah yang paling terdampak karena penurunan suplai cukup signifikan. Sejumlah titik di Balikpapan Utara, Tengah, Selatan, dan Barat juga mengalami pengurangan jam aliran, terutama pada waktu tertentu.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PTMB menyiapkan tiga terminal tangki yang melayani sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan serta Balikpapan Utara. Prioritas diberikan kepada wilayah yang mengalami gangguan paling berat.
Langkah ini penting karena persoalannya bukan hanya soal volume air di waduk. Ketika air baku yang dapat diambil berkurang, kemampuan instalasi pengolahan dan jaringan distribusi juga ikut terdampak.
El Nino Diperkirakan Berlangsung hingga Oktober
Tekanan terhadap sumber air Balikpapan berkaitan dengan kemarau panjang yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino.
PTMB sebelumnya menyampaikan bahwa berdasarkan informasi Balai Wilayah Sungai yang mengacu pada prakiraan BMKG, El Nino diharapkan berlangsung hingga Oktober 2026. Namun, skenario yang lebih panjang tetap dipersiapkan apabila kondisi berlanjut hingga akhir tahun.
Jika kondisi tersebut bertahan lebih lama, pengambilan air dari Waduk Manggar berpotensi kembali dikurangi. PTMB bahkan telah membahas sejumlah sumber alternatif, termasuk kemungkinan pemanfaatan sumber air lain dan sumur warga dengan debit yang mencukupi setelah melalui pemeriksaan kualitas.
Karena itu, warga tidak perlu menunggu sampai aliran air benar-benar terganggu untuk mulai mengatur penggunaan air di rumah.
Baca Juga: Antrean Pertalite Balikpapan Belum Usai, Kuota Ditambah 1.250 KL
Yang Bisa Dilakukan Warga Mulai Sekarang
Penghematan air paling mudah dilakukan dari rutinitas sehari-hari. Air yang digunakan untuk mandi, mencuci, membersihkan rumah, atau aktivitas lain perlu disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar kebiasaan.
Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan juga sebelumnya menyarankan pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan nonkonsumsi seperti menyiram tanaman dan mencuci lantai. Cara tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan air bersih dari jaringan PDAM.
Bagi rumah yang memiliki ruang dan kemampuan untuk menyimpan air, tandon dapat menjadi cadangan ketika jam pelayanan berubah. Yang perlu diperhatikan, cadangan tersebut sebaiknya digunakan secara terukur agar tidak cepat habis.
Persoalan air di Balikpapan saat ini bukan berarti kota kehabisan air. Justru karena cadangan masih harus dijaga, penggunaan yang bijak menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan pelayanan selama kemarau.
Poin Penting
-
Sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami penyesuaian jam layanan PTMB.
-
Pengambilan air baku Waduk Manggar dikurangi dari sekitar 1.150 menjadi 900 liter per detik.
-
Pengambilan dari Waduk Teritip turun dari sekitar 220 menjadi 110 liter per detik.
-
Total pengurangan kapasitas pengambilan dari dua waduk mencapai sekitar 360 liter per detik.
-
Balikpapan Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.
-
PTMB menyiapkan terminal tangki untuk membantu wilayah dengan gangguan lebih berat.
-
Warga diminta menghemat air dan menyiapkan tempat penyimpanan air di rumah.
-
Air PDAM tidak semestinya diperjualbelikan untuk kepentingan komersial.
Insight Redaksi
Krisis air biasanya terasa ketika keran sudah tidak mengalir. Balikpapan masih punya ruang untuk mencegah titik itu. Tetapi angka 38 ribu sambungan terdampak menunjukkan masalahnya sudah masuk ke pelayanan. Jadi, hemat air bukan sekadar imbauan—ini urusan menjaga napas pasokan kota.
Kalau di rumah belum punya cadangan, sekarang waktu yang pas untuk menyiapkannya. Kada perlu berlebihan, yang penting cukup untuk kebutuhan harian saat jam aliran berubah.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak warga paham bahwa menjaga air sekarang berarti membantu pelayanan tetap jalan.
Jangan tunggu keran berubah jadwal baru mulai berhemat. Ikuti terus perkembangan soal air, cuaca, dan layanan publik Balikpapan hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apakah air PDAM Balikpapan akan dihentikan total?
Tidak. PTMB menyatakan pengurangan pelayanan berupa penyesuaian jam aliran, bukan penghentian total layanan.
2. Berapa pelanggan yang terdampak?
Sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami penyesuaian jam pelayanan akibat berkurangnya pasokan air baku.
3. Wilayah mana yang paling terdampak?
Balikpapan Timur disebut menjadi wilayah yang paling terdampak. Sejumlah titik di Balikpapan Utara, Tengah, Selatan, dan Barat juga mengalami penyesuaian jam aliran.
4. Mengapa warga diminta menyiapkan tandon?
Tandon dapat digunakan sebagai cadangan ketika jam pelayanan air mengalami penyesuaian sehingga kebutuhan harian tetap dapat dipenuhi.
5. Apakah air PDAM boleh dijual kembali?
Dalam sumber awal, Wali Kota meminta agar air dari jaringan PDAM tidak dijadikan komoditas komersial karena dapat merugikan masyarakat luas.
6. Sampai kapan kondisi kemarau diperkirakan berlangsung?
PTMB menyampaikan El Nino diharapkan berlangsung hingga Oktober 2026, tetapi skenario yang lebih panjang tetap diantisipasi.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “ANCAMAN KEKERINGAN BAYANGI BALIKPAPAN, WALI KOTA IMBAU HEMAT AIR”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id. Informasi perkembangan layanan juga mengacu pada keterangan Pemerintah Kota Balikpapan, PTMB, ANTARA, dan detikKalimantan.
Editor : Arya Kusuma