SMPN 29 Balikpapan Mulai Terima Siswa 2027, Sekolah Terpadu Grand City Dikebut

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:55 WIB
Sekolah terpadu Grand City Balikpapan dipercepat agar SMPN 29 dan TK Pembina II dapat digunakan mulai tahun ajaran 2027. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Sekolah terpadu Grand City Balikpapan dipercepat agar SMPN 29 dan TK Pembina II dapat digunakan mulai tahun ajaran 2027. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Sekolah terpadu Grand City Balikpapan ditargetkan segera rampung, dengan SMPN 29 mulai menerima siswa melalui SPMB 2027.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan sekolah terpadu di Grand City, Balikpapan Utara, terus dipercepat agar SMP Negeri 29 dan TK Negeri Pembina II bisa digunakan warga mulai tahun ajaran 2027.

Buat keluarga di kawasan Grand City, sekolah negeri yang lebih dekat bukan lagi sekadar rencana. Gedungnya sudah berdiri dan progres pembangunan kini menjadi penentu kapan siswa baru bisa mulai masuk.

Gedung sudah melaju, target penyelesaian terus dikejar

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud meninjau pembangunan kompleks pendidikan tersebut pada Kamis, 10 September 2026.

Dalam peninjauan itu, progres fisik disebut telah mencapai sekitar 70 persen, lebih cepat dibandingkan target pekerjaan pada periode yang sama yang berada di kisaran 30–40 persen.

Rahmad meminta pekerjaan dikebut sehingga bangunan dapat selesai pada November 2026. Harapannya, fasilitas tersebut sudah dapat mendukung penerimaan murid baru pada 2027.

"Pak Kadisdik, saya berharap paling tidak di bulan 11 ini sudah rampung. Paling tidak jangan sampai melebihi tahun."

Percepatan ini menjadi penting karena pembangunan gedung bukan satu-satunya pekerjaan yang harus selesai sebelum sekolah menerima siswa. Pemerintah juga perlu memastikan ruang belajar, tenaga pendidik, kepala sekolah, serta fasilitas pendukung siap digunakan.

SMPN 29 tidak langsung dibuka dengan kapasitas penuh

SMP Negeri 29 dirancang memiliki 12 rombongan belajar. Namun, kapasitas itu tidak langsung digunakan seluruhnya pada tahun pertama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Irfan Taufik menjelaskan, SMPN 29 direncanakan membuka empat rombongan belajar pada tahun pertama dengan daya tampung sekitar 120 siswa.

Jumlah rombongan belajar kemudian akan dinaikkan menjadi delapan pada tahun kedua dan mencapai 12 rombel pada tahun ketiga. Skema bertahap ini disiapkan agar pemanfaatan ruang sekolah mengikuti kebutuhan siswa, bukan sekadar memenuhi kapasitas bangunan sejak awal.

Pendekatan tersebut juga membuat persiapan sumber daya manusia dapat dilakukan mengikuti perkembangan jumlah peserta didik. Disdikbud Balikpapan menyebut kebutuhan guru akan disesuaikan secara bertahap, sementara mekanisme pengisian kepala sekolah disiapkan sebelum sekolah beroperasi.

Baca Juga: Balikpapan Siapkan Dua Raperda Baru, dari Bencana hingga Ketertiban Warga

TK dan SMP dibangun dalam satu kawasan

Kompleks pendidikan di Grand City tidak hanya disiapkan untuk jenjang SMP.

TK Negeri Pembina II juga akan berada di kawasan yang sama. Rancangan fasilitasnya mencakup enam rombongan belajar untuk TK dan 12 rombongan belajar untuk SMP. Selain ruang kelas, kompleks ini dilengkapi fasilitas seperti laboratorium, ruang guru, kantor, aula, dan lapangan olahraga.

Bagi kawasan permukiman yang terus berkembang, keberadaan fasilitas pendidikan dalam lingkungan tempat tinggal dapat memangkas kebutuhan warga untuk mencari sekolah negeri jauh dari kawasan hunian.

Konteks itu sudah muncul sejak tahap perencanaan. Pada 2025, Disdikbud Balikpapan menyebut pembangunan sekolah di Grand City diarahkan untuk memperluas layanan pendidikan di Balikpapan Utara, kawasan yang berkembang seiring bertambahnya permukiman.

Lahan sekolah berasal dari fasilitas umum Grand City

Sekolah terpadu tersebut berdiri di atas lahan fasilitas umum yang diserahkan pengembang Grand City kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

Informasi terbaru menyebut area pendidikan yang dialokasikan pengembang mencapai sekitar satu hektare. Di sekitar kompleks juga tersedia lahan sekitar 5.000 meter persegi untuk sarana ibadah. Pemkot berencana membangun akses penghubung dari kompleks sekolah menuju masjid agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan bersama oleh siswa dan warga.

Artinya, pembangunan kawasan ini tidak hanya diarahkan untuk menyediakan ruang belajar. Pemerintah juga menyiapkan hubungan antara fasilitas pendidikan, ruang sosial, dan kebutuhan warga di lingkungan sekitar.

Yang ditunggu warga bukan hanya gedungnya

Sekolah baru akan benar-benar terasa manfaatnya ketika sudah dapat digunakan.

Karena itu, tahap berikutnya tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi. Pemerintah perlu memastikan fasilitas siap, tenaga pendidik tersedia, dan mekanisme penerimaan murid dapat berjalan sesuai jadwal.

Rencana awal menunjukkan SMPN 29 akan mulai dengan kapasitas yang terukur sebelum berkembang menuju kapasitas maksimal. Model ini memberi ruang bagi sekolah untuk tumbuh mengikuti jumlah peserta didik yang masuk.

Bagi keluarga di Grand City dan sekitarnya, titik pentingnya sederhana: kapan sekolah benar-benar membuka pintu dan menerima murid.

Jika pembangunan dan persiapan operasional berjalan sesuai target, SMPN 29 serta TK Negeri Pembina II akan menjadi tambahan fasilitas pendidikan negeri yang langsung melayani kawasan Balikpapan Utara mulai 2027.

Baca Juga: Antrean Pertalite Balikpapan Belum Usai, Kuota Ditambah 1.250 KL

Poin Penting

Insight Redaksi

Pembangunan sekolah di Grand City menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan ikut bergerak mengikuti pertumbuhan permukiman. Tantangannya bukan sekadar mengejar bangunan selesai, tetapi memastikan sekolah benar-benar siap menerima anak-anak saat kawasan makin padat. Buat warga, gedung yang cepat berdiri baru terasa berarti ketika pintunya benar-benar terbuka.

Yang paling penting sekarang bukan cuma mengejar target konstruksi. Persiapan guru, kepala sekolah, fasilitas, dan penerimaan murid harus ikut beres supaya sekolah baru ini tidak sekadar cantik saat diresmikan, tapi langsung kepakai.

Kalau punya keluarga atau tetangga di sekitar Grand City, share artikel ini. Biar informasi soal sekolah baru ini tidak cuma beredar dari mulut ke mulut.

Buat warga Grand City, perkembangan sekolah ini layak terus dipantau sampai benar-benar siap menerima murid. Yuk, tetap update info pendidikan dan kabar kota hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan sekolah terpadu Grand City ditargetkan selesai?

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud meminta pembangunan dapat rampung pada November 2026.

2. Sekolah apa saja yang dibangun di Grand City?

Kompleks tersebut mencakup SMP Negeri 29 dan TK Negeri Pembina II.

3. Berapa siswa yang dapat diterima SMPN 29 pada tahun pertama?

Rencana awal membuka empat rombongan belajar dengan daya tampung sekitar 120 siswa.

4. Apakah SMPN 29 langsung menggunakan seluruh kapasitas ruang kelas?

Tidak. Rombongan belajar direncanakan bertambah bertahap dari empat pada tahun pertama, delapan pada tahun kedua, hingga 12 pada tahun ketiga.

5. Fasilitas apa yang disiapkan?

Selain ruang kelas, kompleks pendidikan disiapkan dengan laboratorium, ruang guru, kantor, aula, dan lapangan olahraga.

6. Kapan sekolah direncanakan mulai menerima murid?

SMPN 29 dan TK Negeri Pembina II ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Balikpapan TV
SMPN 29 Balikpapan Sekolah Grand City balikpapan utara pendidikan balikpapan