Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Tambahan kuota Pertalite Balikpapan mencapai 1.250 KL, disertai lima titik SPBU baru khusus kendaraan roda dua.
Balikpapan TV - Hai Ces! Balikpapan mendapat tambahan kuota Pertalite 1.250 kiloliter hingga akhir 2026 setelah DPRD Balikpapan memperjuangkan kebutuhan BBM subsidi ke BPH Migas.
Antrean panjang di SPBU belum sepenuhnya selesai. Karena itu, tambahan kuota ini dibarengi pembukaan lima titik layanan Pertalite agar beban kendaraan tidak menumpuk di lokasi tertentu, Ces!
Mengapa Balikpapan mendapat tambahan kuota Pertalite?
Tambahan 1.250 kiloliter (KL) tersebut disepakati setelah jajaran DPRD Balikpapan mendatangi BPH Migas di Jakarta untuk memperjuangkan kebutuhan BBM bersubsidi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, tambahan tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan operasional lima SPBU yang disiapkan untuk melayani Pertalite bagi kendaraan roda dua.
“Angka itu dihitung dari kebutuhan harian sampai akhir Desember. Namun, jumlah ini masih berpotensi ditambah jika evaluasi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di SPBU masih panjang,” ujar Budiono.
Artinya, tambahan kuota belum diposisikan sebagai angka akhir. Kondisi antrean di lapangan akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan apakah kebutuhan Balikpapan masih memerlukan tambahan berikutnya.
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Perluas Peran KMP, Pangkalan LPG 3 Kg Jadi Target Berikutnya
Lima SPBU baru disiapkan untuk kendaraan roda dua
Tambahan kuota tersebut berjalan beriringan dengan pembukaan lima titik penyaluran Pertalite baru.
Lima lokasi yang sebelumnya disiapkan Pemkot Balikpapan berada di Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia, dan Kebun Sayur. BPH Migas sebelumnya memang telah mengecek kesiapan sejumlah titik yang akan ditingkatkan pelayanannya untuk penyaluran Pertalite kendaraan roda dua.
Skema ini dibuat untuk membagi konsentrasi pembeli. Dengan lebih banyak titik layanan, kendaraan roda dua tidak seluruhnya bergantung pada SPBU yang selama ini menjadi lokasi antrean utama.
Budiono menyebut seluruh titik tambahan ditargetkan beroperasi paling lambat 17 September 2026. Percepatan tersebut diharapkan membantu mengurai antrean sekaligus menjadi bahan evaluasi penerapan kebijakan penyaluran BBM bersubsidi di Balikpapan.
Kenapa kuota Pertalite Balikpapan masih menjadi persoalan?
Persoalannya bukan hanya soal jumlah SPBU. Besaran kuota Pertalite Balikpapan pada 2026 juga jauh lebih rendah dibandingkan usulan pemerintah kota.
Data yang disampaikan dalam pembahasan kuota menunjukkan Pemkot Balikpapan mengusulkan sekitar 177.039 KL Pertalite untuk 2026. Sementara kuota yang ditetapkan BPH Migas sebesar 51.868 KL.
Dengan tambahan 1.250 KL, kuota tersebut menjadi 53.118 KL berdasarkan angka yang disampaikan Budiono. Tambahan itu tetap belum mendekati usulan awal Pemkot.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa persoalan antrean tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah titik pelayanan. Distribusi harus berjalan bersama kecukupan kuota dan pengawasan agar BBM subsidi benar-benar diterima pengguna yang berhak.
Baca Juga: Karhutla Balikpapan Makin Mengkhawatirkan, 76 Kejadian dan Asap Mengganggu Kualitas Udara
Apa yang membuat tambahan SPBU penting bagi warga?
Antrean BBM bukan hanya persoalan waktu menunggu. Ketika kendaraan menumpuk pada satu titik, dampaknya bisa merembet ke kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar SPBU.
BPH Migas sebelumnya menjelaskan penambahan titik layanan ditujukan untuk mengalihkan kepadatan kendaraan ke wilayah lain. Lima kawasan yang dibahas mencakup Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, Balikpapan Kota, dan Balikpapan Barat.
Pemerintah kota juga sudah menerapkan pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sejak September, termasuk pembagian waktu pelayanan Pertalite untuk kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah SPBU. Lima titik tambahan menjadi bagian dari upaya memecah konsentrasi tersebut.
Bagi warga yang menggunakan sepeda motor untuk bekerja dan beraktivitas setiap hari, semakin banyak titik layanan berarti pilihan lokasi pengisian menjadi lebih tersebar.
Bagaimana dengan kuota Biosolar?
Perjuangan DPRD Balikpapan tidak berhenti pada Pertalite. DPRD juga telah mengajukan permohonan penambahan kuota Biosolar.
Kepastian mengenai tambahan tersebut dijadwalkan dibahas dalam rapat BPH Migas pada akhir September 2026.
Berbeda dengan Pertalite yang sudah mendapat kepastian tambahan, angka tambahan Biosolar masih menunggu keputusan.
Karena itu, belum ada angka final yang dapat dijadikan patokan untuk kebutuhan hingga akhir tahun.
Baca Juga: Komunitas Asal Angkat Ironhood Bidik PABERSI dan Kejuaraan Angkat Berat Balikpapan
Apakah kuota Pertalite bisa kembali ditambah?
Peluang tersebut masih terbuka. Budiono mengatakan tambahan 1.250 KL dapat dievaluasi kembali apabila antrean kendaraan masih panjang setelah lima titik layanan tambahan berjalan.
DPRD juga berharap alokasi Pertalite Balikpapan untuk 2027 jauh lebih besar. Budiono menyebut angka ideal yang diharapkan setidaknya mencapai 100.000 KL.
Sebagai perbandingan, kuota 2026 yang sebelumnya ditetapkan hanya 51.868 KL, jauh di bawah usulan Pemkot sekitar 177.039 KL. Selisih inilah yang menjadi salah satu pokok persoalan dalam pembahasan kebutuhan BBM subsidi Balikpapan.
DPRD juga mendorong opsi jangka panjang berupa pembangunan SPBU baru dengan memanfaatkan aset lahan milik Pemkot Balikpapan yang belum digunakan, terutama di wilayah Balikpapan Utara.
Budiono mengatakan, kerja sama dengan Pertamina akan didorong untuk memanfaatkan aset tersebut sebagai lokasi pembangunan SPBU baru.
Poin Penting:
- Balikpapan mendapat tambahan kuota Pertalite sebesar 1.250 KL untuk 2026.
- Kuota tambahan disiapkan untuk mendukung operasional lima titik layanan Pertalite kendaraan roda dua.
- Lima lokasi yang disiapkan berada di Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia, dan Kebun Sayur.
- Lima titik tersebut ditargetkan beroperasi paling lambat 17 September 2026.
- Kuota Pertalite sebelumnya ditetapkan 51.868 KL dan menjadi 53.118 KL setelah tambahan.
- DPRD juga mengajukan tambahan kuota Biosolar yang akan dibahas BPH Migas pada akhir September.
Insight Redaksi
Tambahan 1.250 KL memberi ruang bernapas, tetapi belum menyelesaikan akar persoalan kuota Balikpapan. Kota Minyak membutuhkan distribusi yang lebih tersebar sekaligus perhitungan kebutuhan yang lebih realistis. Kalau antrean masih panjang setelah lima titik baru berjalan, evaluasi jangan berhenti pada jumlah SPBU. Kuota juga harus kembali dihitung dari kebutuhan warga. Ini yang paling penting, pang.
Langkah berikutnya sebaiknya dipantau dari dua sisi: apakah antrean benar-benar berkurang dan apakah tambahan kuota mampu bertahan hingga akhir tahun. Warga tidak hanya membutuhkan SPBU lebih banyak, tetapi juga kepastian bisa mendapatkan BBM subsidi secara wajar.
Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan ke keluarga atau kawan yang setiap hari mengandalkan motor untuk beraktivitas di Balikpapan.
Mau tahu perkembangan antrean BBM, kebijakan Pertalite, dan kabar Balikpapan lainnya? Tetap update bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa tambahan kuota Pertalite Balikpapan pada 2026?
Tambahan kuota Pertalite yang disepakati sebesar 1.250 KL hingga akhir Desember 2026.
2. Berapa kuota Pertalite Balikpapan setelah tambahan?
Kuota sebelumnya sebesar 51.868 KL dan bertambah menjadi 53.118 KL.
3. Di mana lima titik tambahan Pertalite untuk motor?
Lima lokasi yang disiapkan berada di Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia, dan Kebun Sayur.
4. Kapan lima titik SPBU tambahan ditargetkan beroperasi?
Seluruh titik tambahan ditargetkan beroperasi paling lambat 17 September 2026.
5. Apakah kuota Pertalite masih bisa ditambah?
Masih terbuka. Evaluasi dapat dilakukan apabila antrean kendaraan tetap panjang setelah titik layanan tambahan beroperasi.
6. Bagaimana dengan tambahan kuota Biosolar?
DPRD Balikpapan telah mengajukan permohonan tambahan dan kepastiannya direncanakan dibahas BPH Migas pada akhir September 2026.
Sumber Informasi
Media Kaltim Post, dengan judul “Balikpapan Dapat Tambahan 1.250 KL Pertalite, 5 SPBU Baru Beroperasi 17 September”, oleh penulis Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.