Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Karhutla Balikpapan terus meluas, sementara asap dan cuaca kering meningkatkan tekanan pada kualitas udara warga.
Balikpapan TV - Hai Ces! Balikpapan menghadapi tekanan karhutla yang terus berulang, dengan 76 kejadian sejak awal 2026 dan dampak asap yang mulai mengganggu kualitas udara.
Yang bikin situasinya perlu diperhatikan bukan cuma jumlah titik api, tetapi bagaimana cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan asap bertahan.
Api Tidak Hanya Muncul Sekali-Dua Kali
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat 76 kejadian kebakaran lahan sepanjang Januari hingga September 2026. Luas area yang terdampak mencapai sekitar 41,6 hektare atau 416.756 meter persegi.
Kebakaran paling banyak tercatat di Balikpapan Timur dengan 24 kejadian. Balikpapan Selatan menyusul 21 kejadian, kemudian Balikpapan Utara 20 kejadian.
Balikpapan Tengah mencatat enam kejadian, sedangkan Balikpapan Barat lima kejadian.
Di Balikpapan Timur, Manggar menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, disusul Lamaru. Sementara di Balikpapan Selatan, Sepinggan menjadi titik yang paling sering mengalami kebakaran lahan.
Kondisi tersebut membuat persoalan karhutla bukan hanya urusan lahan kosong. Sejumlah titik berada dekat dengan aktivitas dan kawasan permukiman, sehingga penanganan harus dilakukan sebelum api bergerak lebih jauh.
Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali mengatakan vegetasi yang terbakar didominasi ilalang dan semak belukar. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar apabila terlambat ditangani.
“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti. Tim di lapangan bergerak untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke permukiman,” ujar Usman.
Baca Juga: DBH Balikpapan Baru Cair Rp12 Miliar, Proyek Fisik Terjepit di APBD Perubahan 2026
Mengapa Api Mudah Menyebar?
Jawabannya berkaitan erat dengan kondisi cuaca.
BMKG mencatat musim kemarau masih menjadi kondisi dominan di sejumlah wilayah Kalimantan. Pada periode 11–17 September 2026, BMKG juga melaporkan sebaran asap masih terpantau di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Kondisi atmosfer yang relatif kering membuat potensi karhutla tetap tinggi. BMKG menyebut pengaruh El Niño yang berada pada kategori sangat kuat turut berkaitan dengan kondisi atmosfer kering pada periode tersebut.
Kalimantan Selatan juga menghadapi periode yang cukup kering. BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan memprediksi September menjadi puncak musim kemarau di sebagian wilayah, sementara seluruh wilayah Kalsel diprediksi mengalami curah hujan rendah pada bulan tersebut.
Karena itu, dugaan asap dari wilayah Kalimantan Selatan perlu dilihat bersama kondisi atmosfer regional. BMKG memang mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, tetapi arah asal asap secara spesifik tidak cukup untuk dipastikan hanya dari informasi tersebut.
Asap Bisa Menjadi Masalah Baru bagi Warga
Ketika kebakaran terjadi berulang, persoalannya tidak berhenti pada lahan yang terbakar.
Asap membawa partikulat halus, terutama PM2.5, yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. WHO menyebut asap kebakaran dapat memperburuk kualitas udara bahkan di wilayah yang lokasinya jauh dari sumber api.
Dorota Jarosinska dari WHO European Centre for Environment, Climate Change and Health mengingatkan, “Jika Anda mencium asap, asap itu ada di udara yang Anda hirup,” sehingga paparan perlu dikurangi, terutama bagi kelompok berisiko.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan. WHO juga mencatat paparan asap kebakaran dapat memicu iritasi mata dan saluran pernapasan, sesak, mengi, hingga memperburuk penyakit yang sudah ada.
Baca Juga: Air Baku Balikpapan Turun 360 Liter per Detik, PTMB Siapkan 17 Truk
Sekolah Juga Mulai Memperkuat Kewaspadaan
Dampak asap membuat sektor pendidikan ikut memperketat langkah pencegahan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan pada 10 September 2026 meminta satuan pendidikan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak karhutla. Kondisi udara harian menjadi salah satu pertimbangan sebelum kegiatan luar ruangan dilakukan.
Sekolah juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan. Jika kualitas udara menurun, warga sekolah dianjurkan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Artinya, karhutla mulai dipandang bukan hanya sebagai persoalan pemadaman api, tetapi juga persoalan perlindungan kesehatan masyarakat.
Jangan Tunggu Api Membesar
BPBD Balikpapan mengingatkan warga agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar dan tidak membakar sampah sembarangan.
Langkah tersebut sederhana, tetapi penting ketika vegetasi sedang kering. Satu sumber api kecil bisa menjadi persoalan lebih besar ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.
Warga yang menemukan titik api juga diminta segera melaporkannya agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat.
Bagi warga, perkembangan kualitas udara juga layak dipantau, terutama sebelum beraktivitas di luar rumah. Ketika udara memburuk, mengurangi paparan asap menjadi langkah yang lebih aman daripada menunggu munculnya keluhan pernapasan.
Baca Juga: Target PAD Balikpapan Berkurang Rp86 Miliar, Program Prioritas Tetap Berjalan
Poin Penting
-
BPBD Balikpapan mencatat 76 kejadian karhutla sejak Januari hingga September 2026.
-
Luas lahan terdampak mencapai sekitar 41,6 hektare.
-
Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 24 kasus.
-
Cuaca kering dan vegetasi seperti ilalang serta semak belukar membuat api lebih mudah menyebar.
-
BMKG mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
-
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit pernapasan atau jantung termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap asap.
-
Pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas; pembakaran sampah dan lahan oleh warga juga perlu dihentikan.
Insight Redaksi
Karhutla Balikpapan kini perlu dilihat sebagai persoalan ruang hidup, bukan sekadar angka kejadian. Ketika api berulang, asap dan kualitas udara ikut masuk ke urusan sekolah, kesehatan, serta aktivitas harian warga. Yang perlu dikejar bukan cuma api dipadamkan, tetapi sumber titik api dicegah muncul lagi. Jangan sampai menunggu asap pekat baru bergerak.
Yang paling realistis untuk warga: jangan bakar sampah atau lahan saat kondisi kering, pantau kualitas udara, dan cepat laporkan titik api sebelum membesar.
Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan ke keluarga atau grup lingkungan sekitar. Biar sama-sama tahu kapan harus lebih waspada saat asap mulai datang.
Kalau karhutla masih berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar kapan api padam, tetapi bagaimana Balikpapan menjaga udara dan ruang hidup warganya. Tetap update bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa kejadian karhutla di Balikpapan sepanjang 2026?
BPBD Balikpapan mencatat 76 kejadian kebakaran lahan sejak Januari hingga September 2026.
2. Wilayah mana yang paling banyak mengalami karhutla?
Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 24 kasus, disusul Balikpapan Selatan 21 kasus dan Balikpapan Utara 20 kasus.
3. Mengapa karhutla mudah menyebar?
Vegetasi berupa ilalang dan semak belukar yang kering mudah terbakar. Kondisi cuaca yang panas dan kering juga meningkatkan risiko penyebaran api.
4. Apakah asap Balikpapan pasti berasal dari Kalimantan Selatan?
Belum dapat dipastikan secara spesifik. BMKG mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, tetapi informasi tersebut belum cukup untuk memastikan arah sumber asap tertentu.
5. Siapa yang paling rentan terhadap asap karhutla?
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan termasuk kelompok yang lebih rentan.
Sumber Informasi
Informasi ini telah tayang sebelumnya di Balpos (Balikpapan Pos) dengan judul “Baru 13 Hari September, Karhutla Balikpapan Sudah 36 Kali Terjadi, Wilayah Mana yang Paling Rawan?”, ditulis oleh Arif Fadillah, Balpos.
Artikel ini merupakan bagian dari Mitra Promedia Group dan dipublikasikan kembali dengan penyesuaian angle serta gaya penulisan artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma