Durasi Baca: 3 menit
Ikhtisar: Ketersediaan air baku Waduk Manggar menurun, membuat layanan PTMB disesuaikan dan warga diminta menghemat air.
Balikpapan TV - Hai Ces! Warga Balikpapan masih harus bersiap menghadapi penyesuaian layanan air bersih karena pasokan air baku dari waduk utama terus terbatas akibat kemarau.
Bukan sekadar soal kapan air kembali mengalir normal. Kondisi Waduk Manggar kini ikut menentukan berapa lama layanan air bisa dinikmati pelanggan setiap harinya.
Menunggu hujan untuk memulihkan cadangan air
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berharap hujan segera turun di kawasan Waduk Manggar agar ketersediaan air baku kembali bertambah.
“Harapan kita tentu hujan segera turun. Mudah-mudahan dalam bulan ini sudah ada hujan (untuk area Waduk Manggar,red),” ujar Rahmad, Minggu (13/9/2026).
Harapan itu muncul ketika PT Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) masih harus membatasi pengambilan air baku. Kebijakan tersebut berlaku sejak 1 September 2026 setelah PTMB mendapat instruksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV.
Data PTMB menunjukkan pengambilan air baku dari Waduk Manggar turun dari sekitar 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik. Dari Waduk Teritip, pengambilan juga turun dari sekitar 220 liter per detik menjadi 110 liter per detik. Total pengurangan dari kedua sumber mencapai sekitar 360 liter per detik.
Dampaknya terasa pada pelayanan pelanggan. Sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami pengurangan jam aliran air. PTMB menegaskan kondisi tersebut bukan berarti pasokan berhenti sepenuhnya, melainkan durasi pelayanan yang berkurang.
Seberapa jauh kondisi Waduk Manggar?
Pada 8 September 2026, Direktur Operasional PTMB Ali Rachman menyebut elevasi muka air Waduk Manggar berada di sekitar 9,1 meter. Batas yang disebut masuk kategori darurat berada pada level 8 meter atau lebih rendah.
Angka tersebut menunjukkan cadangan air masih berada di atas batas darurat yang disebut PTMB, tetapi ruang pengelolaannya semakin terbatas. Karena itu, pengurangan pengambilan air dilakukan untuk menjaga sumber air tetap tersedia selama kemarau.
Kondisi ini juga membuat dua instalasi pengolahan air PTMB tidak dapat beroperasi optimal selama 24 jam. Salah satunya IPA Teritip, sementara instalasi lainnya berada di kawasan Waduk Manggar Kilometer 12.
Baca Juga: DBH Balikpapan Baru Cair Rp12 Miliar, Proyek Fisik Terjepit di APBD Perubahan 2026
Warga diminta tidak menunggu sampai air benar-benar sulit
Rahmad meminta masyarakat ikut mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.
“Jangan menggunakan air secara berlebihan. Kita harus sama-sama menghemat karena kondisi air baku kita masih terbatas,” katanya.
Warga juga diminta menyiapkan cadangan air di rumah. Langkah sederhana ini menjadi penting karena penyesuaian jam pelayanan dapat membuat waktu air mengalir tidak sama seperti kondisi normal.
“Kalau ada cadangan di rumah, setidaknya bisa digunakan untuk kebutuhan yang penting,” ujar Rahmad.
Pemkot Balikpapan bersama PTMB juga melakukan penyesuaian distribusi agar pasokan yang tersedia tetap dapat diberikan kepada masyarakat. Pemerintah kota menyebut penyediaan terminal tangki di sejumlah wilayah menjadi salah satu langkah mitigasi menghadapi kondisi tersebut.
Hujan belum tentu langsung menyelesaikan semuanya
Harapan terhadap hujan memang besar karena tambahan air dibutuhkan untuk memperbaiki cadangan Waduk Manggar. Namun, pemulihan layanan tetap bergantung pada kondisi sumber air dan kemampuan PTMB kembali meningkatkan pengambilan serta pengolahan air baku.
Prediksi BMKG yang tersedia untuk September 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan rendah, sementara secara sifat hujan September secara umum didominasi kategori bawah normal.
Artinya, penghematan air tetap diperlukan meski warga menunggu hujan.
Bagi pelanggan PTMB, persoalan ini pada akhirnya sederhana: selama air baku belum pulih, penggunaan air perlu diatur lebih cermat dan cadangan rumah tangga sebaiknya disiapkan untuk kebutuhan penting.
Pemkot Balikpapan berharap hujan segera membantu meningkatkan kembali cadangan air. Jika kondisi sumber air membaik, Rahmad mengatakan distribusi air bersih diharapkan dapat kembali dinormalkan.
Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan ke keluarga atau tetangga yang juga bergantung pada layanan air PTMB.
Balikpapantv.id akan terus menemani Ikam, mengikuti perkembangan kondisi air baku Balikpapan dan langkah pemerintah menjaga layanan air bersih tetap berjalan.
Baca Juga: Air Baku Balikpapan Turun 360 Liter per Detik, PTMB Siapkan 17 Truk
FAQ
Mengapa jam layanan air PTMB dikurangi?
Karena pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip dikurangi sejak 1 September 2026 mengikuti instruksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV.
Berapa pengurangan pengambilan air baku dari Waduk Manggar?
Dari sekitar 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik, atau berkurang sekitar 250 liter per detik.
Apakah pelanggan PTMB kehilangan air sepenuhnya?
Tidak. Penyesuaian yang dijelaskan PTMB berupa pengurangan durasi pelayanan, bukan penghentian pasokan secara total.
Berapa pelanggan yang terdampak?
Sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami penyesuaian jam pelayanan.
Apa yang diminta Pemkot Balikpapan kepada warga?
Warga diminta menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air di rumah untuk kebutuhan penting.
Sumber Informasi:
Informasi ini telah tayang sebelumnya di Balpos (Balikpapan Pos) dengan judul “Wali Kota Balikpapan Harap Hujan di Area Waduk Manggar, Pasokan Air Baku PTMB Masih Rentan Layani Pelanggan”, ditulis oleh Mella Intan Thiarani, Balpos.
Artikel ini merupakan bagian dari Mitra Promedia Group dan dipublikasikan kembali dengan penyesuaian angle serta gaya penulisan artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma