Durasi Baca: 3 menit
Ikhtisar: Kualitas udara Balikpapan sempat tidak sehat, sementara kabut asap diduga terbawa dari wilayah Kalimantan Selatan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kualitas udara Balikpapan sempat berada pada kategori tidak sehat pada Minggu (13/9) pagi, saat kabut asap terlihat di sejumlah kawasan dan diduga mendapat kiriman dari Kalimantan Selatan.
Kondisi seperti ini tentu bikin warga yang beraktivitas di luar rumah perlu lebih waspada. Apalagi, karhutla di Balikpapan dan wilayah sekitar masih terjadi pada periode kemarau.
Udara Tidak Sehat Terdeteksi Pagi Hari
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam (TLPSDA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Arrizal Rahman, mengatakan pemantauan melalui aplikasi IQAir menunjukkan kualitas udara Balikpapan berada pada kategori tidak sehat sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 Wita, Minggu.
Kondisi serupa juga sempat terjadi sehari sebelumnya. Pada Sabtu (12/9), angka kualitas udara tercatat mencapai 102 sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 Wita.
Angka tersebut berada dalam rentang kategori tidak sehat dalam indeks kualitas udara yang digunakan dalam standar ISPU Indonesia, yakni 101–200.
Bagi warga, persoalannya bukan sekadar angka di aplikasi. Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas luar ruangan menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Bukan Semata-Mata dari Karhutla Balikpapan
Balikpapan memang sedang menghadapi peningkatan kejadian karhutla.
Data BPBD Balikpapan yang diberitakan pada 11 September mencatat 27 kejadian karhutla sepanjang awal September. Angka itu sudah lebih dari separuh kejadian selama Agustus yang mencapai 40 kasus. Secara kumulatif, terdapat 74 kejadian karhutla di Balikpapan sepanjang 2026 hingga periode tersebut, dengan luas lahan terbakar mencapai 41,3 hektare.
Namun, DLH Balikpapan menduga kabut asap yang terlihat pada Minggu pagi tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam kota.
Arrizal menyebut adanya indikasi asap kiriman dari Kalimantan Selatan berdasarkan informasi yang diterima dari BPBD Balikpapan.
Dugaan tersebut juga memiliki konteks regional. BMKG dalam prakiraan periode 11–17 September menyebut sebaran asap masih bertahan di tengah kondisi kemarau dan atmosfer yang relatif kering. BMKG juga mencatat asap dari kebakaran dapat menyebar ke wilayah sekitar mengikuti arah angin.
Baca Juga: DBH Balikpapan Baru Cair Rp12 Miliar, Proyek Fisik Terjepit di APBD Perubahan 2026
Kabut Asap dan Arah Angin Jadi Perhatian
Kondisi di Kalimantan Selatan juga menunjukkan adanya potensi kabut asap. Dalam peringatan cuacanya, BMKG menyebut potensi kabut asap pada dini hingga pagi hari di wilayah Kalimantan Selatan yang dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi aktivitas masyarakat.
Artinya, kondisi udara di Balikpapan tidak bisa dilihat hanya dari kejadian kebakaran yang berada di dalam batas kota. Asap dapat bergerak mengikuti kondisi atmosfer dan angin, sehingga sumber polusi bisa berasal dari wilayah yang lebih luas.
Di sisi lain, penanganan karhutla lokal tetap penting. BPBD Balikpapan mencatat kejadian karhutla tersebar di sejumlah kecamatan, dengan Balikpapan Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi.
Warga Perlu Perhatikan Kondisi Udara
Kabut asap terlihat di sejumlah kawasan Balikpapan pada Minggu pagi, termasuk kawasan Grand City.
DLH Balikpapan terus memantau perkembangan kualitas udara seiring meningkatnya aktivitas karhutla selama Agustus dan September.
Untuk warga yang harus beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, penggunaan masker menjadi salah satu langkah antisipasi yang disampaikan DLH Balikpapan.
Yang juga perlu diperhatikan adalah perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu. Kondisi udara pada pagi hari tidak otomatis menggambarkan kondisi sepanjang hari, sehingga warga sebaiknya mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan resmi ketika kabut asap kembali terlihat.
Baca Juga: Air Baku Balikpapan Turun 360 Liter per Detik, PTMB Siapkan 17 Truk
Poin Penting
-
Kualitas udara Balikpapan terdeteksi tidak sehat pada Minggu (13/9) sekitar pukul 07.00–10.00 Wita.
-
Sehari sebelumnya, angka 102 juga tercatat sekitar pukul 09.00–10.00 Wita.
-
DLH Balikpapan menerima informasi adanya indikasi asap dari Kalimantan Selatan.
-
BPBD mencatat 27 kejadian karhutla di Balikpapan pada awal September.
-
BMKG menyebut sebaran asap masih bertahan di tengah kondisi kemarau dan dapat bergerak mengikuti arah angin.
-
Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker saat kondisi udara memburuk.
Insight Redaksi
Persoalan kualitas udara Balikpapan kali ini menunjukkan bahwa kabut asap bukan hanya persoalan lokasi kebakaran. Ketika asap bergerak mengikuti kondisi atmosfer, kualitas udara sebuah kota dapat ikut terdampak meski sumber asap diduga berada di wilayah lain.
Karena itu, pemantauan kualitas udara dan penanganan karhutla perlu berjalan bersamaan. Data kualitas udara memberi gambaran kondisi yang dihadapi warga, sementara informasi titik dan kejadian kebakaran membantu melihat sumber persoalannya.
Kalau kabut asap kembali muncul, warga sebaiknya tidak hanya melihat apakah langit tampak berkabut, tetapi juga memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan kepada keluarga atau teman agar mereka juga bisa lebih waspada saat kualitas udara kembali memburuk.
Kondisi udara bisa berubah cepat, terutama selama musim kemarau. Balikpapan TV akan terus menghadirkan informasi yang membantu Ces memahami apa yang sedang terjadi di sekitar kita.
FAQ
Apakah kabut asap di Balikpapan dipastikan berasal dari Kalimantan Selatan?
Belum dapat disebut sebagai kepastian. DLH Balikpapan menyampaikan adanya indikasi asap dari Kalimantan Selatan berdasarkan informasi yang diterima dari BPBD Balikpapan.
Apakah Balikpapan juga mengalami karhutla?
Ya. BPBD Balikpapan mencatat 27 kejadian karhutla pada awal September dan 74 kejadian secara kumulatif sepanjang 2026 hingga periode 11 September.
Apa yang harus dilakukan warga ketika udara memburuk?
Warga yang perlu beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker dan memantau perkembangan kualitas udara serta informasi resmi dari pemerintah.
Mengapa asap dari wilayah lain bisa memengaruhi Balikpapan?
Asap dapat bergerak mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin. BMKG menyebut asap kebakaran berpotensi menyebar ke wilayah sekitar.
Sumber Informasi
Informasi ini telah tayang sebelumnya di Balpos (Balikpapan Pos) dengan judul “Kualitas Udara Balikpapan Terdeteksi Tidak Sehat, DLH Balikpapan Sebut Kabut Asap Kiriman dari Wilayah Lain”, ditulis oleh Roshan Fauzi, Amd.
Artikel ini merupakan bagian dari Mitra Promedia Group dan dipublikasikan kembali dengan penyesuaian angle serta gaya penulisan artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma