Sekolah Baru Grand City Balikpapan Ngebut, 120 Siswa Ditampung 2027

Ahla Najwa • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 05:42 WIB
Aktivitas pengerjaan proyek sekolah terpadu TK Negeri Pembina II dan SMP Negeri 29 di Grand City. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)
Aktivitas pengerjaan proyek sekolah terpadu TK Negeri Pembina II dan SMP Negeri 29 di Grand City. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: SMPN 29 Grand City dipacu rampung sebelum SPMB 2027, dengan kapasitas awal 120 siswa dan pengembangan bertahap.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan SMP Negeri 29 dan TK Negeri Pembina II di Grand City, Balikpapan Utara, sudah sekitar 70 persen dan ditargetkan selesai sebelum penerimaan siswa 2027.

Buat keluarga di Balikpapan Utara, sekolah baru bukan sekadar bangunan tambahan. Ada daya tampung baru, akses pendidikan lebih dekat, dan peluang bagi kawasan berkembang untuk punya fasilitas pendidikan sendiri.

Progres SMPN 29 Sudah 70 Persen, Kapan Dipakai?

Pembangunan kompleks sekolah terpadu di kawasan Grand City menunjukkan perkembangan lebih cepat dari target pekerjaan. Saat peninjauan pada 10 September 2026, progres fisiknya disebut sudah mencapai sekitar 70 persen.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyebut capaian tersebut berada di atas jadwal. Pada periode yang sama, pekerjaan semestinya baru berada di kisaran 40 persen.

Percepatan ini menjadi penting karena pemerintah ingin kompleks pendidikan tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2027. Target penyelesaian paling lambat November 2026 disampaikan agar masih tersedia waktu untuk menyiapkan operasional sekolah.

Kontraktor pelaksana dari PT Norma Noor menyebut pekerjaan utama ditargetkan selesai lebih dahulu, kemudian dilanjutkan tahap finishing hingga November. Pekerjaan disebut berjalan tanpa kendala berarti dan didukung aktivitas pengerjaan siang hingga malam.

Baca Juga: Polda Kaltim Bongkar Jaringan Narkoba, 2,9 Kg Sabu dan 1.900 Ekstasi Disita

Tahun Pertama, SMPN 29 Tidak Langsung Buka 12 Rombel

Meski rancangan akhirnya menyediakan kapasitas hingga 12 rombongan belajar, SMPN 29 tidak akan langsung membuka seluruh daya tampung tersebut pada tahun pertama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Irfan Taufik menjelaskan, pada SPMB 2027 sekolah direncanakan memulai dengan empat rombongan belajar. Jumlah itu diperkirakan menampung sekitar 120 siswa.

Kapasitas kemudian akan dinaikkan secara bertahap. Tahun berikutnya ditargetkan menjadi delapan rombel, lalu mencapai kapasitas maksimal 12 rombel pada tahun ketiga.

Pola tersebut dipilih agar pembangunan ruang kelas mengikuti pertumbuhan jumlah peserta didik dan kesiapan sumber daya manusia. Dengan cara ini, ruang yang tersedia tidak langsung menjadi kapasitas kosong ketika sekolah baru mulai beroperasi.

Kebutuhan guru juga masuk dalam persiapan. Disdikbud Balikpapan menyebut tenaga pendidik akan disiapkan, termasuk melalui Guru Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), sementara pengisian kepala sekolah memiliki mekanisme tersendiri.

Kompleks sekolah terpadu TK Negeri Pembina II dan SMPN 29 dibangun di kawasan Grand City. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)
Kompleks sekolah terpadu TK Negeri Pembina II dan SMPN 29 dibangun di kawasan Grand City. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)

Fasilitasnya Bukan Hanya Ruang Kelas

Sekolah terpadu Grand City dirancang bukan sekadar deretan ruang kelas. Kompleks tersebut mencakup SMPN 29 dan TK Negeri Pembina II dengan fasilitas pendukung seperti laboratorium, ruang guru, kantor, aula, serta lapangan olahraga.

Untuk jenjang TK, rancangan awal menyediakan enam rombel. Sementara SMP disiapkan hingga 12 rombel ketika kapasitas penuh. Pengembangan tersebut masih memungkinkan mengikuti kebutuhan peserta didik di kawasan Balikpapan Utara.

Ada pula perhatian terhadap kondisi struktur tanah di kawasan sekolah. Penanganan dilakukan untuk memastikan area pendidikan aman dari potensi longsor.

Kontraktor juga mengusulkan pekerjaan tambahan berupa turap di belakang area PAUD. Jika disetujui, pekerjaan tersebut diperkirakan menambah sekitar 10 persen dari keseluruhan pekerjaan.

Baca Juga: Warga Grand City Kembali Tagih Kepastian Pembangunan Masjid, Pemkot Siapkan Opsi

AC Kelas Masuk Rencana Tambahan

Kenyamanan belajar juga menjadi bagian dari evaluasi proyek. Saat meninjau lokasi, pemerintah daerah memberikan arahan terkait penambahan instalasi pendingin ruangan atau AC.

Fasilitas tersebut belum tercantum dalam gambar awal pembangunan. Karena itu, penambahannya akan diproses melalui mekanisme Contract Change Order atau CCO.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sekolah tidak berhenti pada penyelesaian struktur bangunan. Sejumlah kebutuhan pendukung masih dapat disesuaikan selama proyek berjalan, sepanjang mengikuti mekanisme pekerjaan yang berlaku.

Grand City Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan

Pemanfaatan lahan Grand City menjadi bagian penting dari pembangunan fasilitas pendidikan ini. Lahan tersebut diserahkan pengembang kepada Pemerintah Kota Balikpapan sebagai fasilitas umum dan kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan.

Kawasan yang berkembang membutuhkan fasilitas publik yang ikut bertambah. Rencana sekolah terpadu ini sebelumnya memang diarahkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan di Balikpapan Utara yang mengalami pertumbuhan kawasan permukiman.

Pemerintah juga membuka kemungkinan pengembangan jenjang pendidikan hingga SMA. Rahmad menyebut Pemkot akan berkomunikasi dengan pihak Grand City mengenai kemungkinan tambahan lahan sekitar satu hektare untuk kebutuhan tersebut.

Artinya, pembangunan SMPN 29 dan TK Pembina II dapat menjadi tahap awal dari kawasan pendidikan yang lebih lengkap. Namun, rencana jenjang SMA masih bergantung pada ketersediaan lahan dan koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Sekolah Negeri dan Swasta Tetap Berjalan Bersama

Penambahan sekolah negeri juga ditempatkan Pemkot Balikpapan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, bukan untuk mengurangi peran sekolah swasta.

Rahmad menyebut Pemkot telah bekerja sama dengan 15 sekolah swasta. Bentuk dukungannya mencakup uang pangkal, subsidi SPP, hingga seragam bagi peserta didik dalam skema kerja sama tersebut.

Menurutnya, kualitas layanan pendidikan perlu dijaga baik di sekolah negeri maupun swasta. Dengan begitu, pilihan masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh status sekolah, tetapi juga oleh mutu pendidikan dan kemampuan aksesnya.

Pembangunan SMPN 29 sendiri disebut menjadi bagian dari pembangunan fasilitas pendidikan yang dilakukan Pemkot Balikpapan. Rahmad menyebut selama hampir lima tahun masa kepemimpinannya, pemerintah telah membangun tujuh sekolah baru.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Terpadu Grand City Capai 70 Persen, SMPN 29 dan TK Pembina 2 Disiapkan

Poin Penting:

Insight Redaksi:

Yang menarik dari SMPN 29 Grand City bukan hanya angka progres 70 persen. Pola pembukaan rombel bertahap menunjukkan pemerintah mencoba menyesuaikan kapasitas sekolah dengan pertumbuhan siswa, bukan sekadar mengejar bangunan selesai. Bagi Balikpapan Utara, keberadaan sekolah baru juga berarti akses pendidikan mulai mengikuti perkembangan kawasan permukiman. Jika target pembangunan tercapai, SPMB 2027 akan menjadi ujian pertama bagi kesiapan fasilitas, guru, dan tata kelola sekolah baru ini.

Kalau pembangunan selesai sesuai target, perhatian berikutnya tentu bergeser dari konstruksi ke kesiapan menerima siswa: mulai dari SDM, fasilitas belajar, hingga mekanisme SPMB 2027. Bagikan informasi ini agar keluarga yang berada di kawasan Grand City dan sekitarnya tidak melewatkan perkembangan sekolah baru tersebut, Ces!

FAQ

1. Kapan SMPN 29 Grand City mulai menerima siswa?

SMPN 29 ditargetkan mulai menerima peserta didik baru melalui SPMB 2027.

2. Berapa siswa yang akan diterima pada tahun pertama?

Pada tahun pertama, sekolah direncanakan membuka empat rombongan belajar dengan perkiraan sekitar 120 siswa.

3. Apakah SMPN 29 langsung memiliki 12 rombel?

Tidak. Kapasitas dibuka bertahap, mulai empat rombel, kemudian delapan rombel, hingga maksimal 12 rombel pada tahun ketiga.

4. Apa saja fasilitas yang disiapkan?

Kompleks sekolah dirancang memiliki laboratorium, ruang guru, kantor, aula, lapangan olahraga, serta fasilitas pendukung lainnya.

5. Apakah ada rencana SMA di Grand City?

Ada. Pemkot Balikpapan tengah menjajaki kemungkinan pembangunan SMA dengan meminta tambahan lahan kepada pihak Grand City.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Ngebut! Pembangunan Sekolah Terpadu Grand City Capai 70 Persen, Siap Tampung Siswa 2027”, oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
SPMB 2027 SMPN 29 Balikpapan Grand City Balikpapan pendidikan balikpapan