Pembangunan Sekolah Terpadu Grand City Capai 70 Persen, SMPN 29 dan TK Pembina 2 Disiapkan

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:47 WIB
Pembangunan sekolah terpadu Grand City Balikpapan mencapai 70 persen, dengan SMPN 29 dan TK Pembina 2 disiapkan menambah akses pendidikan. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Pembangunan sekolah terpadu Grand City Balikpapan mencapai 70 persen, dengan SMPN 29 dan TK Pembina 2 disiapkan menambah akses pendidikan. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 3 menit

Ikhtisar: Pembangunan sekolah terpadu Grand City mencapai sekitar 70 persen, dengan SMPN 29 dan TK Pembina 2 disiapkan menambah akses pendidikan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan sekolah terpadu di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, kini mencapai sekitar 70 persen dan terus dipacu agar SMP Negeri 29 serta TK Negeri Pembina 2 segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Buat warga yang menunggu tambahan fasilitas pendidikan di kawasan ini, progresnya memang sudah jauh di depan target. Tetapi pekerjaan belum selesai, karena sejumlah bagian bangunan dan fasilitas pendukung masih harus dirampungkan.

Dari 40 Persen, Kini Sudah Sekitar 70 Persen

Perkembangan terbaru menunjukkan pembangunan SMP Negeri 29 telah mencapai sekitar 70–72 persen pada awal hingga pertengahan September 2026.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat meninjau lokasi pada 10 September menyebut progres tersebut jauh di atas target periode yang seharusnya berada di kisaran 40 persen. Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Irfan Taufik menyebut capaian proyek sudah 72 persen, dengan target pekerjaan pada periode tersebut sekitar 28 persen.

Pekerjaan di lapangan kini masuk ke sejumlah tahapan lanjutan, mulai dari pemasangan atap, penyelesaian dinding dan lantai, hingga finishing bangunan.

Artinya, sebagian besar struktur utama sudah terbentuk. Tantangan berikutnya bukan hanya mengejar persentase pekerjaan, tetapi memastikan bangunan benar-benar siap digunakan ketika sekolah mulai menerima peserta didik.

Bukan Hanya SMP, Ada Enam Rombel PAUD

Kompleks pendidikan di Grand City ini disiapkan tidak hanya untuk SMP Negeri 29.

Untuk jenjang SMP, bangunan dirancang memiliki 12 rombongan belajar. Di lokasi yang sama juga disiapkan fasilitas pendidikan anak usia dini melalui TK Negeri Pembina 2 dengan enam rombongan belajar.

Kehadiran fasilitas tersebut diarahkan untuk menambah kapasitas layanan pendidikan di kawasan Grand City dan wilayah sekitarnya.

Kebutuhan itu semakin terasa seiring perkembangan kawasan permukiman di Balikpapan Utara. Pembangunan SMPN 29 sebelumnya memang diposisikan sebagai bagian dari upaya menambah daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut.

Jadi, nilai proyek ini bukan sekadar bangunan baru. Ada kebutuhan ruang belajar yang ingin dijawab ketika sekolah tersebut mulai beroperasi.

Baca Juga: SMPN 29 Grand City Balikpapan Siap Tampung 120 Murid di SPMB 2027

Pekerjaan Dikebut Siang hingga Malam

Untuk menjaga laju pembangunan, pekerjaan dilakukan dengan meningkatkan intensitas pengerjaan hingga siang dan malam.

Kontraktor menyebut pekerjaan utama ditargetkan dapat segera diselesaikan, sedangkan tahap finishing dan penataan lingkungan membutuhkan waktu berikutnya. Dalam perkembangan 10 September, kontraktor menyebut pekerjaan utama dikejar agar selesai lebih cepat, sementara penyelesaian keseluruhan ditargetkan pada November.

Pemerintah Kota Balikpapan sendiri berharap sekolah dapat selesai paling lambat November sehingga masih tersedia waktu untuk menyiapkan kebutuhan sebelum penerimaan peserta didik pada 2027.

Di sisi lain, keterangan Disdikbud pada 9–10 September menyebut penyelesaian pembangunan ditargetkan paling lambat akhir Desember agar dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.

Perbedaan batas waktu tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan masih berada dalam fase percepatan dan penyelesaian. Yang paling jelas saat ini, progres fisiknya sudah berada di kisaran 70 persen.

Ada Fasilitas yang Masih Disesuaikan

Penyelesaian bangunan juga diikuti penyesuaian terhadap kebutuhan fasilitas.

Salah satunya adalah rencana penambahan instalasi pendingin ruangan atau AC. Fasilitas tersebut disebut belum tercantum dalam gambar pekerjaan awal sehingga penambahannya diproses melalui mekanisme Contract Change Order atau CCO.

Ada pula usulan pekerjaan tambahan berupa pembangunan turap di bagian belakang kawasan sekolah. Pekerjaan tersebut masih bergantung pada persetujuan pemerintah kota.

Bagi sekolah yang nantinya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, penyesuaian seperti ini menjadi bagian penting dari tahap akhir. Bangunan yang cepat selesai tetap perlu dipastikan memiliki fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan operasional.

Baca Juga: Lahan Bersertifikat Jadi Jalan Tamansari, DPRD Balikpapan Minta Pemkot Segera Selesaikan

Harapannya Bukan Sekadar Selesai Dibangun

Pemerintah menargetkan SMP Negeri 29 dapat dimanfaatkan untuk penerimaan peserta didik pada 2027. Kehadiran sekolah baru ini diharapkan memperluas pilihan dan kapasitas layanan pendidikan bagi warga Grand City serta kawasan sekitarnya.

Pemkot juga tengah melihat kemungkinan pengembangan kawasan tersebut menjadi lebih lengkap. Rahmad Mas’ud menyebut pemerintah akan berkomunikasi dengan pihak Grand City terkait peluang tambahan lahan sekitar satu hektare untuk kemungkinan pembangunan SMA, meski rencana tersebut masih membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dengan begitu, pembangunan SMPN 29 dan TK Negeri Pembina 2 bisa menjadi bagian awal dari penguatan layanan pendidikan di kawasan yang terus berkembang.

Untuk saat ini, perhatian utama masih tertuju pada satu hal: memastikan pekerjaan yang sudah mencapai sekitar 70 persen itu benar-benar tuntas dan siap digunakan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Angka progres 70 persen memang menjadi kabar positif, tetapi ukuran keberhasilan proyek ini pada akhirnya bukan hanya seberapa cepat bangunannya berdiri. Yang lebih penting adalah apakah SMPN 29 dan TK Negeri Pembina 2 benar-benar siap menerima peserta didik dengan fasilitas yang sesuai ketika mulai digunakan.

Bagi warga Balikpapan Utara, tambahan ruang belajar berarti semakin dekatnya akses terhadap layanan pendidikan. Karena itu, tahap finishing, kelengkapan fasilitas, dan kepastian waktu pemanfaatan menjadi bagian yang sama pentingnya dengan mengejar progres konstruksi.

Kalau pembangunan berjalan sesuai target, warga Grand City dan kawasan sekitarnya tidak hanya mendapatkan gedung sekolah baru, tetapi juga tambahan kapasitas pendidikan yang dapat digunakan untuk jangka panjang.

Bagikan informasi ini kepada keluarga atau warga yang sedang menunggu perkembangan sekolah baru di Grand City. Perjalanan pembangunan belum selesai, dan tahap akhir justru akan menentukan kapan fasilitas tersebut benar-benar bisa digunakan.

Yang ditunggu sekarang bukan lagi kapan bangunannya terlihat jadi, tetapi kapan ruang-ruang belajar itu benar-benar mulai dipakai anak-anak Balikpapan.

FAQ

1. Di mana SMP Negeri 29 Balikpapan dibangun?
SMP Negeri 29 dibangun di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.

2. Berapa kapasitas SMP Negeri 29?
SMP Negeri 29 disiapkan dengan 12 rombongan belajar. Kompleks yang sama juga memiliki enam rombongan belajar untuk PAUD/TK Negeri Pembina 2.

3. Berapa progres pembangunannya pada September 2026?
Perkembangan terbaru yang disampaikan pemerintah dan pihak terkait berada di kisaran 70–72 persen.

4. Kapan sekolah ditargetkan selesai?
Terdapat target penyelesaian paling lambat November 2026 dari peninjauan Wali Kota, sementara Disdikbud menyebut target akhir Desember 2026. Keduanya sama-sama mengarah pada pemanfaatan sekolah pada tahun ajaran baru 2027.

5. Apakah ada fasilitas tambahan yang sedang diusulkan?
Ada rencana penambahan instalasi AC melalui CCO serta usulan pembangunan turap di bagian belakang kawasan sekolah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
SMP Negeri 29 balikpapan utara Grand City Balikpapan pendidikan balikpapan