SMPN 29 Grand City Balikpapan Siap Tampung 120 Murid di SPMB 2027

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:07 WIB
Kepala Disdikbud Balikpapan menjelaskan pembangunan SMPN 29 dan TK Pembina II di Grand City. (DINA ANGELINA/KP)
Kepala Disdikbud Balikpapan menjelaskan pembangunan SMPN 29 dan TK Pembina II di Grand City. (DINA ANGELINA/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Pembangunan SMPN 29 dan TK Negeri Pembina II di Grand City dikebut agar siap menerima murid pada SPMB 2027.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan SMP Negeri 29 dan TK Negeri Pembina II di Grand City, Balikpapan Utara, dipercepat Pemkot Balikpapan untuk menambah daya tampung pendidikan dan mulai menerima murid pada SPMB 2027.

Buat orang tua di kawasan Balikpapan Utara, sekolah baru ini bukan sekadar bangunan tambahan. Ada kapasitas belajar baru yang sedang disiapkan, termasuk pola penerimaan murid secara bertahap, Ces.

Progres SMPN 29 Sudah Mencapai 72 Persen

Pembangunan SMPN 29 di kawasan Grand City terus bergerak menuju tahap penyelesaian. Hingga 10 September 2026, progres fisiknya telah mencapai sekitar 72 persen.

Capaian tersebut berada di atas target pekerjaan pada periode yang sama. Pemkot Balikpapan menargetkan pembangunan dapat rampung sehingga kompleks pendidikan tersebut bisa dimanfaatkan untuk tahun ajaran baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Irfan Taufik menyebut operasional sekolah akan dimulai secara bertahap. Tahun pertama SMPN 29 direncanakan membuka empat rombongan belajar atau rombel.

Dengan empat rombel tersebut, daya tampung awal diperkirakan sekitar 120 siswa. Jumlah rombel kemudian akan ditambah mengikuti kebutuhan dan kesiapan sekolah.

Perkembangan pembangunan ini juga menjadi perhatian DPRD Balikpapan. Sebelumnya, Komisi IV DPRD menyatakan pembangunan SMPN 29 perlu dikawal agar dapat selesai sesuai jadwal dan digunakan dalam SPMB tahun ajaran 2027/2028.

Mengapa Pembukaan Kelas Dilakukan Bertahap?

Pemkot tidak langsung membuka seluruh kapasitas ruang kelas ketika sekolah mulai beroperasi. Skema tersebut disiapkan untuk menyesuaikan jumlah murid dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Irfan menjelaskan, tahun pertama sekolah akan memiliki empat rombel. Pada tahun berikutnya jumlah tersebut ditingkatkan menjadi delapan rombel, kemudian mencapai kapasitas maksimal 12 rombel pada tahun ketiga.

Menurutnya, pola tersebut berkaitan dengan konsep pembangunan sekolah yang dibuat minimalis pada tahap awal.

“Kita bangun dengan pola minimalis, tidak langsung 15 rombel agar tidak mubazir selama tiga tahun pertama,” terang Irfan.

Dengan cara ini, ruang belajar tidak langsung dipenuhi kapasitas maksimal ketika jumlah peserta didik belum membutuhkan seluruh fasilitas yang tersedia.

Kapasitas akhirnya tetap disiapkan hingga 12 rombel untuk jenjang SMP. Penambahan kelas akan mengikuti perkembangan kebutuhan peserta didik di kawasan tersebut.

Baca Juga: Galeri Arsip Balikpapan Dibuka, Materi Sejarah Diganti Tiap 1-2 Bulan

Bukan Hanya Bangunan, Guru Juga Disiapkan

Sekolah baru tidak akan berjalan hanya dengan ruang kelas. Ketersediaan tenaga pendidik menjadi bagian yang disiapkan sebelum SMPN 29 mulai menerima murid.

Disdikbud Balikpapan akan mengantisipasi kebutuhan guru melalui penambahan Guru Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Sementara pengisian kepala sekolah dilakukan melalui mekanisme tersendiri.

Irfan memastikan posisi kepala sekolah juga telah masuk dalam persiapan operasional.

“Kalau kepala sekolah ada mekanisme tersendiri, tapi tahun depan sudah punya kepala sekolah. Jadi aman dari sisi SDM,” imbuhnya.

Artinya, kesiapan SMPN 29 untuk menerima murid pada SPMB 2027 tidak hanya bergantung pada penyelesaian fisik bangunan. Ruang belajar, tenaga pendidik, dan struktur pengelolaan sekolah juga harus siap bersamaan.

Fasilitas Apa Saja yang Disiapkan di Grand City?

Kompleks pendidikan di Grand City dirancang sebagai fasilitas terpadu yang mencakup jenjang TK dan SMP.

Dalam rancangan awal, TK disiapkan dengan enam rombel, sedangkan SMP memiliki kapasitas hingga 12 rombel. Fasilitas pendukung yang disiapkan mencakup laboratorium, ruang guru, kantor, aula, serta lapangan olahraga.

Kehadiran fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan pendidikan di Balikpapan Utara yang berkembang bersama pertumbuhan kawasan permukiman.

Sebelumnya, pembangunan SMPN 29 juga mendapat perhatian karena diproyeksikan menambah daya tampung sekolah negeri di kawasan Balikpapan Utara. DPRD Balikpapan menilai sekolah tersebut penting bagi masyarakat di sekitar Graha Indah dan kawasan permukiman sekitarnya.

Bagaimana dengan Kondisi Lahan Sekolah?

Pemkot Balikpapan juga memperhatikan kondisi struktur tanah di area pembangunan. Penanganan dilakukan agar kawasan sekolah aman digunakan dan memiliki kondisi lahan yang mendukung aktivitas pendidikan.

Lahan yang dialokasikan pengembang Grand City untuk fasilitas umum pendidikan mencapai sekitar satu hektare. Di kawasan yang sama juga tersedia lahan sekitar 5.000 meter persegi untuk sarana ibadah.

Pemkot bahkan menyiapkan rencana jalan penghubung dari kompleks sekolah menuju masjid. Akses tersebut diharapkan membuat fasilitas pendidikan dan rumah ibadah dapat digunakan secara lebih terintegrasi.

“Sehingga siswa nantinya bisa ikut memanfaatkan masjid secara bersama-sama,” kata Irfan.

Rencana tersebut membuat pembangunan kompleks pendidikan tidak hanya berfokus pada ruang belajar. Akses menuju fasilitas pendukung juga ikut diperhitungkan sejak awal.

Baca Juga: Bukan Razia, Brimob Datang ke KM 10 Karang Joang Bawa Sembako untuk Warga

Siapa yang Bisa Mendaftar SMPN 29?

SMPN 29 diprioritaskan untuk memperkuat daya tampung pendidikan masyarakat di Balikpapan Utara. Namun, calon murid nantinya tetap memiliki kesempatan mengikuti proses penerimaan melalui jalur yang berlaku.

Disdikbud Balikpapan menyebut kesempatan juga dibuka melalui jalur reguler atau umum. Ketentuan teknis mengenai SPMB 2027, termasuk jadwal, kuota setiap jalur, wilayah penerimaan, dan persyaratan, belum dirinci dalam informasi yang tersedia saat pembangunan ini diumumkan.

Karena itu, orang tua calon murid sebaiknya menunggu pengumuman resmi Disdikbud Balikpapan untuk mengetahui ketentuan penerimaan secara lengkap.

Yang sudah menjadi gambaran saat ini adalah SMPN 29 ditargetkan mulai digunakan pada SPMB 2027, dengan pembukaan awal empat rombel atau sekitar 120 siswa.

Poin Penting:

Insight Redaksi

SMPN 29 menjadi tambahan penting bagi Balikpapan Utara karena pembangunan sekolah tidak berhenti pada penambahan ruang kelas. Pemerintah juga menyiapkan tenaga pendidik, fasilitas pendukung, akses ke rumah ibadah, serta pembukaan kapasitas secara bertahap. Bagi keluarga di kawasan Grand City dan sekitarnya, kehadiran sekolah negeri baru ini berpotensi membuat akses pendidikan jenjang SMP lebih dekat dan pilihan sekolah semakin bertambah.

Jika pembangunan selesai sesuai target, perhatian berikutnya akan bergeser dari proyek fisik menuju kesiapan operasional. Mulai dari penetapan wilayah penerimaan, kuota, jalur SPMB, tenaga pendidik, hingga informasi pendaftaran akan menjadi hal yang perlu dipantau calon murid dan orang tua.

Kalau sedang menunggu sekolah negeri baru di Balikpapan Utara, informasi SMPN 29 ini layak disimpan dan dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan. Pantau terus perkembangan pendidikan Balikpapan bersama Balikpapantv.id, teman update setia yang menghadirkan informasi lebih dari sekadar berita biasa.

FAQ

1. Kapan SMPN 29 Grand City Balikpapan mulai menerima murid?

SMPN 29 ditargetkan mulai menerima murid dalam pelaksanaan SPMB 2027 atau tahun ajaran 2027/2028.

2. Berapa jumlah siswa yang ditampung pada tahun pertama?

Tahun pertama direncanakan dibuka empat rombongan belajar dengan perkiraan daya tampung sekitar 120 siswa.

3. Berapa kapasitas maksimal SMPN 29?

Kapasitas SMPN 29 direncanakan berkembang hingga 12 rombongan belajar pada tahun ketiga operasional.

4. Apa saja fasilitas yang disiapkan?

Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas, laboratorium, ruang guru, kantor, aula, dan lapangan olahraga. Kompleks tersebut juga terhubung dengan rencana fasilitas ibadah.

5. Apakah SMPN 29 hanya menerima warga sekitar Grand City?

Sumber menyebut sekolah diprioritaskan untuk menambah daya tampung pendidikan masyarakat Balikpapan Utara, tetapi calon murid tetap dapat mengikuti jalur penerimaan yang berlaku. Ketentuan teknis SPMB 2027 akan mengikuti pengumuman resmi Disdikbud Balikpapan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “SMPN 29 Grand City Balikpapan Mulai Terima Murid pada SPMB 2027”, oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
SPMB 2027 SMPN 29 Balikpapan grand city pendidikan balikpapan