Durasi Baca: 3 menit
Ikhtisar: Mitra Hijau mendorong PLTS, keterampilan hijau, dan diversifikasi energi agar Kaltim mengurangi ketergantungan batu bara.
Balikpapan TV - Hai Ces! Yayasan Mitra Hijau mendorong percepatan transisi energi berkeadilan di Kalimantan Timur melalui pengembangan energi surya, peningkatan keterampilan masyarakat, dan perencanaan energi terbarukan.
Bagi daerah yang selama ini lekat dengan industri batu bara, perubahan itu bukan sekadar mengganti sumber listrik. Ada pekerjaan, keterampilan, dan masa depan ekonomi masyarakat yang ikut dipertaruhkan.
PLTS disiapkan bukan sekadar sebagai alternatif listrik
Melalui proyek Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI-JET), Yayasan Mitra Hijau mendorong masyarakat dan pemangku kepentingan daerah agar lebih siap menghadapi perubahan sistem energi.
Salah satu bentuk dukungannya adalah penyusunan panduan praktis mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Materinya mencakup kebutuhan yang cukup dekat dengan calon pengguna, mulai dari perencanaan, estimasi biaya, perizinan, hingga perawatan panel surya.
Langkah tersebut melengkapi kegiatan pelatihan yang sebelumnya dilakukan Mitra Hijau bersama PPSDM KEBTKE di Kalimantan Timur. Materinya antara lain kebijakan transisi energi, regulasi PLTS, komponen dan konfigurasi sistem, perencanaan PLTS, hingga kunjungan lapangan.
Artinya, pengembangan energi surya tidak hanya ditempatkan sebagai urusan teknologi. Pengetahuan praktis dan kemampuan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari proses transisi.
Tantangannya: energi baru harus punya orang yang siap mengelolanya
Koordinator Proyek IKI-JET Yayasan Mitra Hijau, Dick, mengatakan pelatihan dan peningkatan kesadaran masyarakat diperlukan agar warga daerah tidak sekadar menjadi penonton dalam transisi energi.
"Kami melakukan pelatihan-pelatihan, kami melakukan penyadaran, bahkan kami sampai membuat pelatihan pada saat itu adalah perancangan—maaf, pemetaan energi terbarukan untuk daerah."
Menurut dia, pemetaan tersebut diperlukan agar pemerintah daerah dapat mulai memikirkan penganggaran energi terbarukan, bukan hanya untuk tenaga surya.
Potensi yang dibicarakan juga lebih luas. Dick menyebut Kalimantan Timur memiliki peluang pada biomassa, bio-oil, dan hidro selain energi surya.
Pendekatan seperti ini penting karena transisi energi tidak berhenti pada pembangunan pembangkit. Ketika sumber energi berubah, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan baru juga ikut berubah.
Pada 2026, isu tersebut semakin mendapat perhatian di Kaltim. Yayasan Mitra Hijau bersama sejumlah perguruan tinggi menggelar kegiatan yang membahas green jobs atau pekerjaan hijau, termasuk peluang bagi generasi muda di sektor energi terbarukan.
Baca Juga: Kemarau dan El Nino Tekan Pasokan Air Balikpapan, Jam Layanan PTMB Dikurangi
Kaltim mulai melihat peluang ekonomi setelah era batu bara
Data yang disampaikan Dinas ESDM Kaltim pada Juli 2026 menunjukkan bauran energi baru terbarukan di daerah tersebut berada di angka 12,94 persen, sementara target yang disebutkan untuk 2045 mencapai 79 persen.
Jarak antara kondisi saat ini dan target tersebut menunjukkan bahwa transisi energi membutuhkan proses panjang. Karena itu, pengembangan PLTS menjadi salah satu bagian dari pekerjaan besar yang juga membutuhkan investasi, kebijakan, infrastruktur, dan sumber daya manusia.
Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri memiliki regulasi mengenai peningkatan program energi baru dan energi terbarukan. Pergub Kaltim Nomor 5 Tahun 2023 menjadi salah satu dasar kebijakan daerah dalam pengembangan EBT.
Di sisi lain, Kaltim masih memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan batu bara. Kondisi itu membuat transisi energi tidak cukup dibicarakan sebagai persoalan lingkungan. Dampaknya juga menyentuh pekerja dan masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas ekonomi berbasis energi fosil.
Karena itu, konsep just energy transition menempatkan kesiapan masyarakat sebagai bagian penting. Mitra Hijau sebelumnya menjelaskan bahwa program IKI-JET memang diarahkan untuk membantu daerah penghasil batu bara seperti Kaltim dan Sumatera Selatan mempersiapkan transisi melalui perencanaan inklusif dan transformasi ekonomi.
Lahan bekas tambang dan potensi surya
Pengembangan PLTS juga membuka pembicaraan mengenai pemanfaatan ruang pascatambang. Dalam konteks Kaltim, lahan yang telah selesai digunakan untuk kegiatan pertambangan berpotensi menjadi bagian dari pembahasan diversifikasi pemanfaatan lahan, tentu dengan memperhatikan kondisi teknis, status lahan, tata ruang, dan ketentuan yang berlaku.
Di sinilah perencanaan menjadi penting. PLTS tidak cukup hanya dibangun karena suatu daerah mendapatkan paparan matahari. Kebutuhan listrik, kondisi jaringan, karakteristik lahan, biaya investasi, perizinan, hingga model pengelolaannya harus diperhitungkan.
Panduan teknis dan pelatihan dapat membantu memperkecil jarak antara gagasan energi surya dan kemampuan masyarakat untuk benar-benar mengimplementasikannya.
Mitra Hijau sendiri telah menyediakan sejumlah publikasi mengenai PLTS, termasuk panduan perencanaan, pembangunan, operasional, dan pemeliharaan PLTS atap.
Baca Juga: Jalan 1,5 Kilometer di Balikpapan Berdiri di Atas Lahan Warga, Ini Langkah Pemkot
Transisi energi bukan berarti hanya mengganti batu bara dengan surya
Pesan penting dari langkah Mitra Hijau adalah bahwa transisi energi Kaltim tidak harus bergantung pada satu jenis sumber energi.
Tenaga surya memang memiliki ruang pengembangan, tetapi biomassa, bio-oil, dan hidro juga disebut sebagai bagian dari potensi yang dapat dipetakan. Dengan begitu, strategi energi daerah dapat disusun berdasarkan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat, bukan hanya mengikuti satu teknologi.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transisi bukan hanya berapa banyak panel surya yang terpasang.
Yang tidak kalah penting adalah apakah masyarakat lokal memperoleh keterampilan, kesempatan kerja, dan ruang untuk ikut menentukan arah perubahan tersebut.
Poin Penting
-
Yayasan Mitra Hijau mendorong transisi energi berkeadilan di Kalimantan Timur melalui proyek IKI-JET.
-
PLTS didorong sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan.
-
Panduan PLTS mencakup perencanaan, estimasi biaya, perizinan, hingga pemeliharaan.
-
Mitra Hijau juga menjalankan pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
-
Potensi energi Kaltim yang disebut tidak hanya surya, tetapi juga biomassa, bio-oil, dan hidro.
-
Dinas ESDM Kaltim menyebut bauran EBT daerah sebesar 12,94 persen pada 2026 dengan target 79 persen pada 2045.
-
Transisi energi juga berkaitan dengan peluang green jobs dan kesiapan tenaga kerja lokal.
Insight Redaksi
Peralihan dari energi berbasis batu bara menuju energi yang lebih bersih akan jauh lebih berarti jika manfaat ekonominya ikut dirasakan masyarakat Kaltim. Karena itu, pembangunan pembangkit perlu berjalan beriringan dengan pendidikan, pelatihan, investasi, dan penciptaan pekerjaan hijau.
Bagi Kaltim, tantangannya bukan sekadar meninggalkan ketergantungan pada batu bara, tetapi memastikan masyarakat memiliki bekal untuk mengambil peran dalam ekonomi yang datang setelahnya.
Kalau isu energi sering terasa jauh karena dipenuhi istilah teknis, perubahan paling mudah dipahami justru dari hal yang dekat: siapa yang memasang pembangkitnya, siapa yang merawatnya, siapa yang mendapat pekerjaan, dan siapa yang menikmati listriknya.
Bagikan artikel ini jika menurut Ces perubahan energi di Kaltim juga perlu dibicarakan dari sisi manusia dan peluang kerjanya.
Balikpapan TV akan terus menemani Ces memahami perubahan di sekitar kita, bukan sekadar apa yang terjadi, tetapi juga apa artinya bagi kehidupan sehari-hari.
FAQ
Apa yang didorong Yayasan Mitra Hijau di Kalimantan Timur?
Yayasan Mitra Hijau mendorong percepatan transisi energi berkeadilan, termasuk melalui pengembangan energi terbarukan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan peluang pekerjaan hijau.
Mengapa PLTS menjadi salah satu pilihan?
PLTS merupakan salah satu teknologi energi terbarukan yang dapat dikembangkan dan membutuhkan pengetahuan mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan.
Apakah energi terbarukan di Kaltim hanya tenaga surya?
Tidak. Dalam materi yang disampaikan Koordinator Proyek IKI-JET Yayasan Mitra Hijau, potensi lain yang disebut antara lain biomassa, bio-oil, dan hidro.
Apa hubungan transisi energi dengan green jobs?
Perubahan menuju energi yang lebih bersih membutuhkan keterampilan baru, sehingga membuka peluang pekerjaan di sektor energi terbarukan dan bidang pendukung lainnya.
Editor : Arya Kusuma