El Nino Pangkas Produksi Air PTMB, 38 Ribu Sambungan Rumah Berpotensi Terdampak

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 07:32 WIB
Produksi air bersih PTMB Balikpapan disesuaikan karena pasokan air baku menyusut akibat kemarau dan El Nino. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Produksi air bersih PTMB Balikpapan disesuaikan karena pasokan air baku menyusut akibat kemarau dan El Nino. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: El Nino menekan pasokan air baku Balikpapan, membuat PTMB memangkas pengambilan dari Manggar dan Teritip serta menyiapkan distribusi darurat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Produksi air bersih PTMB Balikpapan disesuaikan akibat menyusutnya air baku di Waduk Manggar dan Teritip selama kemarau serta El Nino.

Pengurangan ini bisa terasa sampai ke rumah pelanggan, terutama ketika pasokan harus dibagi lebih ketat. Simak bagaimana PTMB menyiapkan antisipasinya, Ces!

Produksi Air Manggar Turun Jadi 900 Liter per Detik

PTMB menurunkan pengambilan air baku dari Waduk Manggar setelah kondisi sumber air semakin tertekan. Kapasitasnya disesuaikan dari sekitar 1.150 menjadi 900 liter per detik.

Pengurangan sebesar 250 liter per detik itu dilakukan mengikuti arahan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda untuk menjaga ketersediaan air baku selama kemarau.

Sumber air dari Waduk Teritip juga mengalami penyesuaian. Pengambilannya turun dari sekitar 220 menjadi 110 liter per detik atau berkurang 50 persen.

Jika kedua sumber tersebut dihitung, kapasitas pengambilan air baku PTMB berkurang sekitar 360 liter per detik.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan produksi perusahaan. Bagi pelanggan, berkurangnya air baku dapat memengaruhi durasi pelayanan di sejumlah wilayah.

Mengapa Pengurangan Air Baku Dilakukan Saat Kebutuhan Tetap Tinggi?

PTMB harus menyesuaikan pengambilan air dengan kondisi sumber baku yang tersedia. Tujuannya menjaga cadangan air waduk agar tidak semakin tertekan selama periode kering.

BMKG sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September. Pada akhir Agustus, indeks ENSO juga menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Dalam pembaruan 7 September 2026, BMKG menyebut El Nino masih aktif dengan kategori sangat kuat. Kondisi atmosfer yang relatif kering turut menekan potensi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Bagi Balikpapan, kondisi tersebut membuat pengelolaan air baku harus dilakukan lebih hati-hati. Air yang tersedia tidak hanya harus diproses, tetapi juga dipertahankan agar pelayanan tetap berjalan selama kemarau.

Baca Juga: Pembangunan Depo Angkutan Balikpapan Terancam Molor, Anggaran Masih Kurang Rp154 Miliar

Sekitar 38 Ribu Sambungan Rumah Berpotensi Mengalami Penyesuaian

Dampak penyesuaian produksi berpotensi dirasakan pelanggan PTMB. Pemerintah Kota Balikpapan menyebut sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami perubahan jam pelayanan.

Artinya, persoalan yang dihadapi bukan hanya berkurangnya produksi di instalasi pengolahan. Waktu ketersediaan air di sebagian jaringan juga dapat berubah mengikuti kemampuan pasokan.

Direktur Teknik PTMB Mohammad Kohiruddin mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan setelah adanya instruksi pengurangan pengambilan air baku mulai 1 September 2026.

Meski begitu, PTMB memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih. Pengaturan distribusi menjadi salah satu cara untuk menjaga pelayanan di tengah keterbatasan sumber air.

Bagi pelanggan, kondisi ini membuat penggunaan air perlu diatur lebih bijak. Air yang tersedia sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan utama rumah tangga ketika distribusi sedang terbatas.

Tiga Terminal Tangki Disiapkan untuk Wilayah Terdampak

PTMB tidak hanya mengandalkan jaringan perpipaan untuk menghadapi kemungkinan gangguan distribusi. Perusahaan menyiapkan tiga titik terminal tangki air sebagai lokasi pendukung distribusi.

Terminal tersebut nantinya menjadi titik pengiriman air ke wilayah yang mengalami penurunan pasokan. Polanya akan disesuaikan dengan pemetaan daerah yang terdampak.

Langkah ini disiapkan agar distribusi air dapat bergerak lebih cepat ketika jaringan perpipaan tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di kawasan tertentu.

PTMB juga menyiapkan mobil pengolah air yang dapat memanfaatkan sumber alternatif, seperti bendali dan sumur dalam. Fasilitas tersebut diproyeksikan membantu memenuhi kebutuhan air bersih ketika tekanan terhadap sumber utama meningkat.

Kesiapan distribusi darurat menjadi penting karena dampak pengurangan produksi tidak selalu sama di setiap wilayah. Kondisi jaringan dan posisi pelanggan terhadap sumber air dapat memengaruhi pelayanan.

Baca Juga: Denda PBB Balikpapan Dihapus, Warga Punya Waktu hingga 30 September 2026

Apa yang Bisa Dilakukan Pelanggan Selama Pasokan Terbatas?

Dalam kondisi sumber air baku menyusut, penghematan air menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan pasokan. PTMB juga mengimbau pelanggan agar tidak menggunakan air secara berlebihan.

Kebutuhan utama seperti minum, memasak, mandi, dan kebersihan rumah dapat menjadi prioritas ketika distribusi mengalami penyesuaian.

Pelanggan yang mengalami gangguan atau perubahan pelayanan juga dapat berkoordinasi dengan PTMB. Informasi mengenai wilayah terdampak diperlukan agar distribusi bantuan dapat diarahkan sesuai kebutuhan.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih Balikpapan selama El Nino bukan hanya mengenai jumlah produksi. Ketersediaan air baku, kapasitas pengolahan, jaringan distribusi, hingga pola penggunaan pelanggan saling berkaitan.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Kondisi air Balikpapan memperlihatkan bahwa ketahanan pelayanan tidak hanya bergantung pada produksi harian. Saat sumber baku menyusut, setiap liter menjadi bagian dari strategi mempertahankan layanan. Karena itu, informasi mengenai wilayah terdampak dan pola distribusi perlu disampaikan secara terbuka agar warga dapat menyesuaikan kebutuhan sejak awal.

FAQ

1. Mengapa produksi air PTMB diturunkan?
Karena pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Teritip disesuaikan dengan kondisi sumber air selama kemarau dan El Nino.

2. Berapa produksi air dari Waduk Manggar sekarang?
Pengambilan air baku dari Waduk Manggar disesuaikan dari sekitar 1.150 menjadi 900 liter per detik.

3. Apakah semua pelanggan PTMB terdampak?
Tidak seluruh pelanggan dipastikan mengalami dampak yang sama. Sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami penyesuaian jam pelayanan.

4. Apa langkah PTMB jika distribusi terganggu?
PTMB menyiapkan tiga terminal tangki air dan mobil pengolah air untuk mendukung distribusi ke wilayah yang membutuhkan.

5. Mengapa warga perlu menghemat air?
Penghematan membantu menjaga penggunaan air tetap terkendali ketika sumber air baku dan kapasitas produksi sedang terbatas.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
El Nino air bersih waduk manggar balikpapan PTMB