Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Kampanye Pekan Menyusui Dunia di Balikpapan mengajak masyarakat memperkuat dukungan bagi ibu menyusui di ruang publik.
Balikpapan TV - Hai Ces! Ratusan peserta memenuhi Lapangan Merdeka Balikpapan dalam kampanye Pekan Menyusui Dunia 2026 yang digagas AIMI untuk memperkuat dukungan bagi ibu dan anak.
Bukan sekadar jalan bersama, kegiatan ini membawa pesan bahwa dukungan terhadap ibu menyusui perlu hadir di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk ketika berada di ruang publik. Yuk, simak kenapa dukungan lingkungan ikut menentukan keberhasilan menyusui, Ces!
Ketika Menyusui Dibawa ke Ruang Publik
Pekan Menyusui Dunia 2026 berlangsung pada 1–7 Agustus dengan tema global Breastfeeding for a Sustainable Start in Life – Strengthen What Works. WHO dan UNICEF Indonesia menekankan pentingnya memperkuat praktik serta dukungan yang sudah terbukti membantu ibu menyusui.
Di Balikpapan, pesan tersebut disuarakan melalui kegiatan yang digagas Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Peserta mengikuti long march atau jalan sehat yang dipadukan dengan orasi.
Rangkaian kegiatan itu menempatkan isu menyusui bukan hanya sebagai urusan ibu dan bayi, tetapi sebagai bagian dari lingkungan sosial yang perlu mendapat dukungan bersama.
Ketika seorang ibu membawa bayinya beraktivitas di luar rumah, kebutuhan untuk mendapatkan ruang yang nyaman dan lingkungan yang mendukung menjadi bagian dari pengalaman menyusui itu sendiri.
Baca Juga: 131 Korban Kavling Balikpapan Pertimbangkan Lahan Pengganti, Kerugian Capai Rp4,3 Miliar
Dukungan Tidak Berhenti di Rumah
WHO dan UNICEF Indonesia menyebut keberhasilan menyusui membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemberi kerja, komunitas, dan pemerintah. Dukungan tersebut dibutuhkan agar ibu memperoleh informasi, layanan, serta lingkungan yang kondusif.
Data yang disampaikan WHO dan UNICEF juga menunjukkan cakupan ASI eksklusif bayi usia 0–5 bulan di Indonesia meningkat dari 52 persen pada 2017 menjadi 66,4 persen pada 2024.
Namun, tantangan masih ada. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan hampir 90 persen persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan, tetapi hanya sekitar satu dari empat bayi baru lahir yang mulai disusui dalam satu jam pertama kehidupannya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dukungan menyusui membutuhkan ekosistem yang lebih luas. Edukasi, layanan kesehatan, dukungan keluarga hingga lingkungan sosial memiliki peran masing-masing.
Daves Hadir Mendukung Kegiatan AIMI
Kegiatan di Lapangan Merdeka Balikpapan turut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha. Salah satunya AMDK Daves yang merupakan bagian dari STMB Group.
Head of Brand Development STMB Group Jun mengatakan keterlibatan Daves menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk hadir dalam kegiatan positif masyarakat.
“AMDK Daves ingin terus hadir dalam berbagai aktivitas positif masyarakat. Kami berharap dukungan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari semangat masyarakat Balikpapan,” ujarnya.
Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk air mineral untuk membantu kelancaran rangkaian kegiatan.
Bagi Daves, keterlibatan dalam kampanye menyusui juga menjadi bagian dari hubungan perusahaan dengan isu kesehatan dan kehidupan masyarakat.
“Kami melihat ruang seperti ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan brand secara lebih dekat, bukan hanya melalui produk, tetapi melalui keterlibatan nyata dalam aktivitas yang bermanfaat. Dan di setiap aktivitas positif itu, AMDK Daves hadir untuk menemani,” tambahnya.
Kehadiran dukungan dari dunia usaha membuat kampanye kesehatan masyarakat memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas. Pesannya pun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang hadir secara langsung.
Mengapa Lingkungan Ramah Menyusui Penting?
Menyusui merupakan salah satu intervensi kesehatan yang memberikan manfaat bagi ibu dan bayi. WHO dan UNICEF menyebut praktik menyusui yang optimal dapat membantu menurunkan risiko kematian anak sekaligus memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi ibu.
WHO dan UNICEF juga menekankan bahwa pemberian ASI perlu didukung sejak masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan hingga dua tahun pertama kehidupan anak.
Karena itu, lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting. Tempat kerja, fasilitas kesehatan, keluarga, komunitas dan ruang publik dapat ikut menentukan apakah seorang ibu merasa memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
Bentuk dukungan tersebut tidak selalu harus besar. Penyediaan ruang menyusui, akses informasi yang tepat, sikap yang tidak menghakimi serta dukungan keluarga dapat menjadi bagian dari lingkungan yang lebih ramah bagi ibu dan bayi.
Baca Juga: Denda PBB Balikpapan Dihapus, Warga Punya Waktu hingga 30 September 2026
Poin Penting:
- Pekan Menyusui Dunia 2026 berlangsung pada 1–7 Agustus.
- Kampanye di Balikpapan digagas oleh AIMI.
- Kegiatan berlangsung di Lapangan Merdeka Balikpapan.
- Peserta mengikuti long march dan orasi mengenai dukungan bagi ibu menyusui.
- AMDK Daves dari STMB Group turut mendukung kegiatan.
- WHO dan UNICEF menekankan pentingnya dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, komunitas dan pemerintah.
- Indonesia mencatat cakupan ASI eksklusif bayi usia 0–5 bulan sebesar 66,4 persen pada 2024.
Insight Redaksi
Kampanye menyusui di ruang publik menunjukkan bahwa keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan sosial ikut menciptakan kondisi yang membuat proses menyusui lebih mudah dijalani. Bagi Balikpapan, kolaborasi antara komunitas, masyarakat dan dunia usaha dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih ramah bagi ibu dan anak.
Dukungan terhadap ibu menyusui dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga dapat membantu menyediakan waktu dan ruang yang nyaman, sementara lingkungan kerja serta ruang publik dapat memperhatikan kebutuhan ibu dan bayi.
WHO dan UNICEF juga mendorong penguatan layanan kesehatan, Posyandu, kelompok pendukung ibu, konseling menyusui serta kebijakan ramah keluarga.
Baca terus informasi kesehatan dan kabar terbaru dari Balikpapan hanya di balikpapantv.id, lalu bagikan artikel ini agar semakin banyak orang memahami pentingnya dukungan bagi ibu menyusui, Ces!
FAQ
1. Apa tema Pekan Menyusui Dunia 2026?
Tema 2026 adalah Breastfeeding for a Sustainable Start in Life – Strengthen What Works atau menyusui untuk awal kehidupan yang berkelanjutan dengan memperkuat praktik yang sudah terbukti efektif.
2. Kapan Pekan Menyusui Dunia 2026 berlangsung?
Pekan Menyusui Dunia berlangsung pada 1–7 Agustus 2026.
3. Apa kegiatan AIMI di Balikpapan?
AIMI menggelar kampanye di Lapangan Merdeka melalui long march atau jalan sehat yang dipadukan dengan orasi.
4. Siapa yang mendukung kegiatan tersebut?
Kegiatan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha, termasuk AMDK Daves dari STMB Group.
5. Mengapa dukungan lingkungan penting bagi ibu menyusui?
Karena keberhasilan menyusui membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, komunitas dan lingkungan sosial.
Sumber Informasi
Media Kaltim Post, dengan judul “AMDK Daves dan AIMI Berkolaborasi, Dukung Pekan Menyusui Dunia 2026 di Balikpapan”, ditulis Supriyono Lupus, serta WHO dan UNICEF Indonesia melalui rilis Pekan Menyusui Sedunia 2026.