Galeri Arsip Balikpapan Dibuka, Materi Sejarah Diganti Tiap 1-2 Bulan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 06:34 WIB
Kepala Disputakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu menjelaskan koleksi arsip sejarah kota yang akan dipamerkan secara rutin. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)
Kepala Disputakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu menjelaskan koleksi arsip sejarah kota yang akan dipamerkan secara rutin. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Galeri Arsip Balikpapan menghadirkan koleksi ANRI dan akan mengganti materi berkala agar warga terus menemukan cerita sejarah baru.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan membuka Galeri Arsip untuk mendekatkan masyarakat dengan perjalanan sejarah Kota Minyak melalui koleksi dokumentasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Bukan sekadar ruang pajang, galeri ini dirancang agar kunjungan berikutnya tetap terasa berbeda. Materi yang ditampilkan akan diganti secara berkala sehingga masyarakat memiliki alasan untuk kembali mengenal cerita Balikpapan dari sisi yang berbeda.

Sekali Datang Belum Tentu Melihat Semua Koleksi

Koleksi yang tersedia di Galeri Arsip Balikpapan tidak seluruhnya dipajang dalam satu waktu. Dispustakar menyimpan sekitar 50 koleksi arsip dari ANRI yang telah memiliki kode dokumentasi.

Sebagian koleksi tersebut dipilih untuk ditampilkan secara bergantian. Pergantian materi direncanakan berlangsung setiap satu hingga dua bulan.

Kepala Dispustakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu mengatakan pola tersebut sengaja dibuat agar masyarakat tidak hanya datang sekali.

“Materinya akan kami putar agar ketika masyarakat datang lagi, ada hal berbeda yang bisa mereka lihat dan pelajari,” kata Neny.

Konsep ini membuat galeri memiliki fungsi lebih luas. Pengunjung tidak hanya melihat dokumentasi masa lalu, tetapi juga bisa menemukan cerita berbeda setiap periode pameran.

Bagi pelajar dan komunitas, pergantian materi juga membuka peluang menjadikan galeri sebagai ruang belajar yang bisa dikunjungi berulang kali.

Mengapa Arsip yang Dipamerkan Bukan Dokumen Asli?

Ada alasan mengapa dokumen yang berada di balik ruang pamer bukan arsip primer atau dokumen asli.

Neny menjelaskan, materi yang dipajang di Galeri Arsip Balikpapan merupakan arsip sekunder. Sementara dokumen asli atau arsip primer tetap disimpan di ANRI untuk menjaga keamanan dan kelestariannya.

Langkah tersebut sejalan dengan fungsi lembaga kearsipan dalam menjaga arsip yang memiliki nilai kesejarahan. ANRI sendiri menjelaskan arsip statis sebagai arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan dan ditetapkan untuk dipermanenkan.

ANRI juga menyediakan layanan bagi masyarakat yang ingin mengakses koleksi arsip statis, termasuk layanan peminjaman dan reproduksi arsip. Artinya, arsip sejarah memang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran tanpa harus memindahkan dokumen asli dari tempat penyimpanannya.

Pemisahan antara arsip asli dan materi pameran menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan sejarah tanpa mengabaikan aspek pelestarian.

Baca Juga: 131 Korban Kavling Balikpapan Pertimbangkan Lahan Pengganti, Kerugian Capai Rp4,3 Miliar

Cerita Balikpapan Tidak Berhenti di Koleksi ANRI

Dispustakar juga melihat masih ada ruang untuk memperkaya cerita sejarah Balikpapan.

Penelusuran diarahkan pada arsip yang berkaitan dengan perjalanan kota, termasuk dokumen yang tersimpan di luar negeri. Salah satu tujuan yang tengah dibidik adalah arsip di Belanda.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan ANRI dan pemerintah pusat karena penelusuran arsip luar negeri membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan negara.

Langkah ini penting karena sejarah sebuah kota tidak selalu tersimpan di satu tempat. Semakin banyak sumber yang dapat dihimpun, semakin luas pula gambaran yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Bagi Balikpapan, keberadaan arsip dari berbagai sumber dapat membantu masyarakat melihat perkembangan kota bukan hanya melalui cerita lisan, tetapi juga melalui dokumentasi sejarah.

Rumah Dahor Jadi Bagian dari Jejaring Sejarah Kota

Penguatan materi galeri juga tidak hanya mengandalkan lembaga kearsipan nasional.

Dispustakar menggandeng sejarawan dan komunitas yang selama ini aktif merawat cerita masa lalu Balikpapan. Salah satunya adalah sejarawan Rudi yang mengelola Rumah Dahor.

Rumah Dahor menjadi bagian jejaring sejarah kota melalui kolaborasi pengelola arsip lokal dan sejarawan Balikpapan. (CR: Indonesia.travel)
Rumah Dahor menjadi bagian jejaring sejarah kota melalui kolaborasi pengelola arsip lokal dan sejarawan Balikpapan. (CR: Indonesia.travel)

Rumah Dahor dikenal sebagai ruang pembelajaran publik yang menghimpun foto lama, arsip, dan cerita lokal mengenai Balikpapan.

Kolaborasi dengan pengelola sejarah lokal membuat galeri memiliki peluang menghadirkan perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan kota. Arsip nasional dapat memberikan dokumen, sementara koleksi dan cerita lokal membantu pembaca memahami konteks di baliknya.

Dengan cara tersebut, sejarah tidak berhenti sebagai benda lama yang dipajang. Ada cerita mengenai bagaimana sebuah kota tumbuh, berubah, dan membentuk identitasnya.

Galeri Arsip Bisa Jadi Ruang Belajar untuk Sekolah

Materi yang tersedia saat ini memang masih berada pada tahap awal dan sebagian besar bersumber dari ANRI. Namun, respons dari masyarakat mulai terlihat.

Galeri dapat dikunjungi masyarakat umum, sekolah, maupun komunitas pada Senin hingga Jumat mengikuti jam pelayanan kantor Dispustakar Balikpapan.

Kehadiran ruang seperti ini memberi pilihan bagi sekolah dan komunitas yang ingin mengenalkan sejarah Balikpapan melalui sumber visual dan dokumentasi.

Bagi generasi yang lebih akrab dengan informasi digital, foto, dokumen, dan arsip sejarah dapat menjadi pintu masuk untuk memahami perubahan sebuah kota secara lebih konkret.

Terlebih, materi yang berganti setiap satu hingga dua bulan membuat pengalaman berkunjung tidak berhenti pada satu tema.

Baca Juga: Kuota Pertalite Balikpapan Selisih 125 Ribu KL, DPRD Desak BPH Migas Beri Penjelasan

Sejarah Kota Perlu Terus Diperkenalkan

Arsip sering kali terlihat seperti kumpulan dokumen lama yang hanya penting bagi peneliti. Galeri Arsip Balikpapan mencoba membawa fungsi arsip lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Neny berharap warga dapat melihat arsip sebagai bagian dari cerita perjalanan kota, bukan sekadar dokumen masa lalu.

“Dari sini masyarakat bisa mengenal bagaimana Balikpapan tumbuh dan mengetahui cerita yang menjadi bagian dari perjalanan kota,” ujarnya.

Bagi pengunjung, perubahan materi menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Datang hari ini berarti melihat satu bagian cerita, sedangkan kunjungan berikutnya berpotensi membuka halaman sejarah yang berbeda.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Galeri arsip akan lebih bernilai jika tidak berhenti sebagai ruang pajang. Pola rotasi koleksi memberi peluang menjadikan sejarah sebagai pengalaman berulang, terutama bagi pelajar dan komunitas.

Tantangannya adalah menjaga kesinambungan materi agar setiap pergantian benar-benar menghadirkan cerita baru. Jika kolaborasi dengan ANRI, sejarawan, dan komunitas terus berkembang, galeri ini berpotensi menjadi salah satu ruang literasi sejarah Balikpapan yang hidup, bukan sekadar menyimpan masa lalu, Ces!

FAQ

1. Apa itu Galeri Arsip Balikpapan?
Galeri Arsip Balikpapan merupakan ruang yang disiapkan Dispustakar untuk mengenalkan perjalanan sejarah dan perkembangan Kota Balikpapan melalui materi arsip.

2. Apakah dokumen yang dipamerkan merupakan arsip asli?
Tidak. Materi yang dipamerkan merupakan arsip sekunder, sedangkan dokumen asli atau arsip primer tetap disimpan di ANRI.

3. Berapa banyak koleksi yang dimiliki untuk materi galeri?
Dispustakar Balikpapan menyebut terdapat sekitar 50 koleksi arsip dari ANRI yang telah dilengkapi kode dokumentasi.

4. Seberapa sering materi galeri diganti?
Materi direncanakan berganti setiap satu hingga dua bulan.

5. Siapa yang dapat mengunjungi Galeri Arsip Balikpapan?
Masyarakat umum, sekolah, dan komunitas dapat mengunjungi galeri pada Senin hingga Jumat sesuai jam pelayanan kantor Dispustakar.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Intip Rekam Jejak Balikpapan! Dispustakar Pamerkan Arsip Langka ANRI, Ada Rencana Berburu ke Belanda”, oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Galeri Arsip Balikpapan Dispustakar Balikpapan ANRI sejarah balikpapan