Durasi Baca: 4 Menit
Ikhtisar: Pembangunan depo angkutan barang Balikpapan menghadapi kendala anggaran dan pematangan lahan yang belum sepenuhnya selesai.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan depo angkutan barang di Balikpapan terancam molor karena kebutuhan anggaran Rp174 miliar belum seluruhnya tersedia dan pematangan lahan masih berproses.
Proyek ini bukan sekadar tempat parkir truk. Depo disiapkan untuk menata kendaraan berat sekaligus membantu mengurai persoalan lalu lintas dan distribusi logistik di Balikpapan, Ces!
Mengapa pembangunan depo angkutan Balikpapan bisa tertunda?
Pemerintah Kota Balikpapan telah mengalokasikan Rp20 miliar untuk tahap awal pembangunan. Sementara kebutuhan keseluruhan proyek mencapai sekitar Rp174 miliar.
Artinya, masih terdapat selisih kebutuhan pendanaan sekitar Rp154 miliar untuk mencapai nilai proyek yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Faturrahman, menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama. Padahal, dokumen Detail Engineering Design (DED) dan kajian bisnis proyek telah diselesaikan.
Persoalannya kemudian bergeser dari kesiapan perencanaan menuju kemampuan membiayai pekerjaan fisik hingga tuntas.
Lahan belum seluruhnya siap, prosesnya bisa mencapai 40 minggu
Kendala lain berada pada tahap pematangan lahan. Dalam keterangan Fadli, masih terdapat sekitar 10 hektare lahan yang belum tersentuh pekerjaan.
“Ya mungkin sekitar 10 hektar lagi yang belum tersentuh,” kata Fadli.
Untuk menyelesaikan persiapan pematangan lahan tersebut, waktu yang dibutuhkan diperkirakan sekitar 40 minggu.
Durasi ini membuat ketersediaan anggaran menjadi semakin penting. Pekerjaan tidak hanya membutuhkan biaya tambahan, tetapi juga harus berjalan dalam rentang waktu yang cukup panjang agar kawasan siap digunakan.
Lokasi depo berada di kawasan Km 13 Balikpapan Utara. Pemerintah Kota Balikpapan sebelumnya menyiapkan lahan sekitar 11 hektare untuk terminal atau depo angkutan barang.
Kenapa depo ini penting bagi lalu lintas Balikpapan?
Selama ini, kendaraan bertonase besar menjadi salah satu persoalan dalam lalu lintas Balikpapan. Truk yang berhenti di bahu jalan atau masuk ke kawasan perkotaan dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan tempat parkir khusus bagi kendaraan besar. Pada Juni 2026, proses land clearing depo dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen dan kawasan tersebut diproyeksikan dapat digunakan sebagai lokasi parkir sementara kendaraan berat.
Konsep depo nantinya bukan sekadar menyediakan lahan parkir. Kendaraan besar dari luar kawasan perkotaan dapat diarahkan menuju depo, kemudian barang dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil sebelum didistribusikan ke dalam kota.
Model seperti ini diharapkan membuat kendaraan berukuran besar tidak perlu masuk terlalu jauh ke pusat kota.
Apa fasilitas yang disiapkan di depo Km 13?
Rencana depo angkutan barang mencakup sejumlah fasilitas pendukung kegiatan logistik.
Beberapa di antaranya adalah area parkir kendaraan besar, lokasi pelangsiran atau alih muatan, tempat istirahat pengemudi, fasilitas pengujian kendaraan, serta fasilitas pengisian bahan bakar.
Pemerintah juga mengembangkan konsep depo sebagai bagian dari sistem logistik yang lebih terintegrasi. Kendaraan besar dapat berhenti di lokasi tersebut, sementara distribusi menuju kawasan perkotaan dilakukan menggunakan kendaraan dengan ukuran lebih kecil.
Konsep ini memiliki dua kepentingan sekaligus: menjaga kelancaran distribusi barang dan mengurangi tekanan kendaraan berat terhadap ruas jalan perkotaan.
Baca Juga: Harga Cabai Lokal Tembus Rp100 Ribu, Satgas Pangan Sidak Pasar Pandansari Balikpapan
Apakah proyek ini benar-benar terancam berhenti?
Kondisinya perlu dilihat berdasarkan tahapan waktu pembangunan.
Laporan mengenai keterbatasan anggaran dan sisa pematangan lahan menunjukkan masih ada pekerjaan yang membutuhkan pendanaan. Namun, perkembangan berikutnya memperlihatkan pembangunan tetap berjalan.
Pada Agustus 2026, Dishub Balikpapan menyebut pekerjaan fisik sesuai pagu anggaran yang telah dialokasikan telah mencapai 100 persen. Meski begitu, depo belum sepenuhnya fungsional dan masih membutuhkan dukungan anggaran tambahan.
Dengan demikian, persoalannya bukan hanya apakah pembangunan fisik berjalan, tetapi apakah fasilitas tersebut dapat diselesaikan hingga benar-benar berfungsi sesuai konsep awal.
Dishub juga menyebut depo yang sudah beroperasi penuh berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari mana tambahan anggaran akan dicari?
Pemerintah Kota Balikpapan sedang mengupayakan tambahan pendanaan melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur maupun skema bantuan lainnya.
Langkah tersebut menjadi penting karena pembangunan fasilitas dengan kebutuhan anggaran besar tidak dapat hanya mengandalkan alokasi awal Rp20 miliar.
Bagi pemerintah daerah, penyelesaian depo juga berkaitan dengan agenda penataan kendaraan berat. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat yang lebih teratur bagi truk sebelum barang diteruskan menuju kawasan perkotaan.
Di sisi lain, Balikpapan juga menghadapi persoalan kendaraan berat yang masih melintas di sejumlah ruas kota. Pada September 2026, Dishub kembali menyoroti pergerakan kendaraan besar sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan lalu lintas di beberapa kawasan.
Karena itu, penyelesaian depo memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar pembangunan satu fasilitas transportasi.
Baca Juga: 28 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau
Poin Penting:
-
Total kebutuhan pembangunan depo angkutan disebut mencapai sekitar Rp174 miliar.
-
Anggaran awal yang dialokasikan Pemkot Balikpapan sebesar Rp20 miliar.
-
Terdapat kebutuhan pendanaan sekitar Rp154 miliar berdasarkan selisih kedua angka tersebut.
-
Dalam laporan awal, sekitar 10 hektare lahan masih belum tersentuh pematangan.
-
Proses pematangan lahan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 40 minggu.
-
Depo Km 13 diarahkan untuk menata kendaraan berat dan sistem distribusi logistik.
-
Perkembangan Agustus 2026 menunjukkan pekerjaan fisik sesuai pagu yang tersedia telah mencapai 100 persen, tetapi fasilitas masih membutuhkan dukungan agar dapat berfungsi penuh.
Insight Redaksi
Depo angkutan barang menjadi bagian penting dari wajah transportasi Balikpapan yang semakin sibuk. Persoalannya bukan hanya membangun kawasan baru, tetapi memastikan fasilitas tersebut benar-benar terhubung dengan sistem logistik kota. Jika berjalan penuh, depo dapat membantu memisahkan pergerakan kendaraan berat dan distribusi barang menuju kawasan perkotaan.
FAQ
1. Di mana lokasi depo angkutan barang Balikpapan?
Depo direncanakan berada di kawasan Kilometer 13, Balikpapan Utara.
2. Berapa total kebutuhan anggaran proyek?
Kebutuhan pembangunan yang disebut dalam laporan mencapai sekitar Rp174 miliar.
3. Berapa anggaran yang sudah dialokasikan?
Pemkot Balikpapan telah mengalokasikan Rp20 miliar untuk tahap awal.
4. Mengapa depo angkutan barang dibutuhkan?
Depo disiapkan untuk menata kendaraan berat, mengurangi parkir sembarangan, serta mendukung sistem distribusi barang yang lebih tertib.
5. Apakah depo sudah sepenuhnya beroperasi?
Belum sepenuhnya. Pada Agustus 2026, pekerjaan fisik sesuai pagu yang tersedia disebut telah mencapai 100 persen, tetapi masih diperlukan dukungan untuk membuat fasilitas berfungsi penuh.
Editor : Arya Kusuma