Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Harga cabai lokal di Pasar Pandansari mencapai Rp100 ribu per kilogram, sementara stok pangan masih aman.
Balikpapan TV - Hai Ces! Harga cabai lokal di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, mencapai Rp100 ribu per kilogram saat Satgas Pangan memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok.
Kenaikan ini memang terasa di kantong, tetapi pemerintah memastikan stok pangan masih tersedia dan pergerakan harga sejumlah komoditas masih terkendali.
Cabai Lokal Jadi Komoditas yang Paling Menonjol
Satgas Pangan Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, serta Bulog melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pandansari, Sabtu (5/9/2026).
Pemantauan menyasar sejumlah kebutuhan sehari-hari, mulai beras, telur, daging, bawang hingga cabai.
Dari komoditas yang diperiksa, cabai menjadi salah satu bahan pangan dengan perbedaan harga paling mencolok. Cabai yang didatangkan dari luar Balikpapan berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram, sedangkan cabai lokal mencapai Rp100 ribu.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Balikpapan Wahid Alauddin mengatakan kenaikan sejumlah komoditas masih berada dalam batas kewajaran.
“Kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang dinilai wajar,” terang Wahid.
Perbedaan harga cabai tersebut tidak hanya berkaitan dengan asal pasokan. Kondisi cuaca di daerah produsen juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga komoditas tersebut.
Artinya, harga yang lebih tinggi di tingkat pasar tidak otomatis menunjukkan adanya kelangkaan di Balikpapan. Faktor produksi dan pasokan dari daerah penghasil turut menentukan harga yang diterima pedagang dan konsumen.
Baca Juga: TPAS Manggar Tak Cuma Menimbun Sampah, juga Olah Kompos, Maggot hingga Bahan Bakar
Harga Daging Naik, tetapi Masih dalam Batas Wajar
Perubahan harga juga ditemukan pada komoditas daging. Dalam pemantauan tersebut, daging beku dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram, sementara daging segar berada di kisaran Rp160 ribu per kilogram.
Kenaikannya disebut sekitar 5 persen. Angka tersebut masih dinilai wajar oleh pemerintah daerah.
Kondisi harga pangan Balikpapan secara umum juga masih menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda antar-komoditas. Sistem Harga Bahan Pokok Terkini Kota Balikpapan mencatat rata-rata harga pada 4 September 2026, antara lain cabai rawit Rp78.160 per kilogram dan daging sapi murni Rp159.400 per kilogram.
Data tersebut menjadi gambaran bahwa harga di tingkat pasar dapat berbeda berdasarkan jenis komoditas, lokasi pemantauan, serta asal pasokan. Karena itu, angka Rp100 ribu yang ditemukan dalam sidak perlu dibaca sebagai harga cabai lokal pada titik pemantauan tersebut.
Stok Pangan Masih Aman, Warga Diminta Tetap Tenang
Kenaikan harga tentu menjadi perhatian bagi warga yang setiap hari berbelanja kebutuhan dapur. Namun, pemerintah memastikan persoalan saat ini belum mengarah pada kondisi kekurangan pasokan.
Wahid menyampaikan bahwa ketersediaan pangan di Pasar Pandansari masih mencukupi.
“Ketersediaan yang cukup, kemudian harga terjangkau, masyarakat tetap tenang,” jawabnya.
Pemantauan juga dilakukan untuk melihat apakah kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas tertentu atau sudah meluas ke kebutuhan pokok lainnya.
Hasil sidak menunjukkan sejumlah kebutuhan pangan masih tersedia. Pemerintah pun mengimbau masyarakat tidak perlu panik terhadap pasokan, meski harga beberapa komoditas, terutama cabai, mengalami kenaikan.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan.
“Masyarakat pun diimbau tidak perlu khawatir terhadap pasokan pangan, meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, terutama cabai,” tambah Tedy.
Pemkot Siapkan Penguatan Pasokan dari Daerah Produsen
Persoalan harga cabai tidak hanya dilihat dari kondisi pasar di Balikpapan. Jalur pasokan dari daerah produsen juga menjadi bagian penting karena perubahan produksi di wilayah hulu dapat berdampak hingga ke konsumen.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Muhammad Anwar mengatakan pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan setiap hari melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Menurut Anwar, kondisi harga pangan Balikpapan masih berada dalam kategori hijau. Cabai menjadi salah satu komoditas yang kenaikannya paling terlihat.
Untuk mengantisipasi kenaikan lebih tinggi, Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan menyiapkan penguatan hubungan dengan daerah penghasil dan pemasok.
Salah satu pendekatan yang dibahas adalah kerja sama business to business atau B2B antara pedagang Balikpapan dengan pemasok dari daerah produsen. Skema tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus memperkuat kepastian pasokan.
Langkah tersebut penting karena harga komoditas hortikultura sangat bergantung pada kesinambungan produksi dan distribusi. Ketika pasokan dari daerah penghasil terganggu, perubahan harga dapat lebih cepat terasa di pasar tujuan.
Baca Juga: Antrean kendaraan Pertalite di SPBU MT Haryono Balikpapan dan aktivitas usaha di sepanjang kawasan
Apa Artinya bagi Pembeli di Balikpapan?
Bagi masyarakat, kenaikan cabai hingga Rp100 ribu per kilogram membuat belanja dapur perlu disesuaikan. Namun, kondisi tersebut belum diikuti tanda kekurangan pasokan pangan secara umum.
Data harga pemerintah kota per 4 September menunjukkan rata-rata cabai rawit berada di Rp78.160 per kilogram, sementara pemantauan sidak di Pasar Pandansari menemukan cabai lokal pada level Rp100 ribu per kilogram. Perbedaan ini menunjukkan harga dapat bervariasi berdasarkan lokasi dan jenis pasokan.
Karena itu, pembeli dapat membandingkan harga sebelum berbelanja dan membeli sesuai kebutuhan. Pada saat yang sama, penguatan jalur pasokan menjadi pekerjaan penting agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih luas.
Poin Penting:
- Cabai lokal di Pasar Pandansari mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram.
- Cabai dari luar Balikpapan berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram.
- Cuaca di daerah produsen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga cabai.
- Daging beku sekitar Rp140 ribu per kilogram dan daging segar sekitar Rp160 ribu per kilogram.
- Kenaikan harga daging disebut sekitar 5 persen.
- Pemerintah memastikan stok pangan di Pasar Pandansari masih aman.
- Pemkot Balikpapan memperkuat koordinasi dengan daerah produsen dan pemasok.
Insight Redaksi
Harga cabai sering bergerak cepat karena sangat bergantung pada produksi dan distribusi dari daerah penghasil. Bagi warga Balikpapan, yang perlu diperhatikan bukan hanya angka harga hari ini, tetapi juga keberlanjutan pasokan. Kalau jalur distribusi tetap lancar, kenaikan pada satu komoditas tidak otomatis berarti seluruh kebutuhan pangan sedang bermasalah, Ces!
Masyarakat juga tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Belanja sesuai kebutuhan membantu menjaga pola konsumsi tetap normal ketika harga salah satu komoditas sedang naik.
FAQ
1. Berapa harga cabai lokal di Pasar Pandansari?
Cabai lokal dalam pemantauan Satgas Pangan mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram.
2. Mengapa harga cabai lokal lebih mahal?
DKP3 Balikpapan menyebut kondisi cuaca di daerah produsen menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga.
3. Apakah stok pangan di Pasar Pandansari aman?
Pemerintah memastikan sejumlah kebutuhan pokok yang dipantau masih tersedia dan pasokan dinilai aman.
4. Berapa harga daging yang ditemukan saat sidak?
Daging beku sekitar Rp140 ribu per kilogram, sedangkan daging segar sekitar Rp160 ribu per kilogram.
5. Apa langkah pemerintah menghadapi kenaikan harga?
Dinas Perdagangan bersama TPID Balikpapan memperkuat koordinasi dengan daerah produsen dan pemasok, termasuk penjajakan kerja sama B2B.
Sumber Informasi
Media KALTIMPOST.ID, dengan judul “Cabai Lokal Menyentuh Rp100 Ribu Sekilo, Satgas Pangan Langsung Sisir Pasar Pandansari”, oleh M Ibrahim. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.