TPAS Manggar Tak Cuma Menimbun Sampah, juga Olah Kompos, Maggot hingga Bahan Bakar

Arya Kusuma • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:40 WIB
Limbah kayu di TPAS Manggar dicacah untuk dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar PLTU.(Foto:TPAS Manggar)
Limbah kayu di TPAS Manggar dicacah untuk dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar PLTU.(Foto:TPAS Manggar)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Sampah di TPAS Manggar diolah menjadi kompos, maggot, serta cacahan kayu untuk bahan bakar pembangkit listrik.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar bukan cuma kawasan untuk menimbang dan menimbun sampah dari Balikpapan.

Di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPAS Manggar, sebagian sampah diolah kembali agar punya manfaat sebelum berakhir di landfill, yakni area penimbunan akhir.

Kegiatan tersebut mencakup pengomposan, budidaya maggot, serta pencacahan limbah kayu untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Sampah organik punya jalan lain sebelum berakhir di landfill

Kepala UPTD TPAS Manggar Mochamad Haryanto mengatakan, pengolahan sampah menjadi bagian dari aktivitas di kawasan tersebut.

Kegiatan itu terutama menyasar sampah organik yang masuk bersama timbunan sampah lainnya setiap hari.

Menurut Haryanto, keberadaan fasilitas pengolahan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, termasuk siswa dan mahasiswa yang berkunjung.

“Di TPA memang dominannya kegiatan pemrosesan sampah, mulai dari penimbangan kemudian penimbunan sampah di landfill. Tetapi di TPAS Manggar kami juga melakukan beberapa kegiatan pengolahan sampah,” kata Haryanto.

Kompos diproduksi sampai dua ton setiap bulan

Salah satu pengolahan yang berjalan adalah mengubah sampah organik menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali.

Produksi kompos di TPAS Manggar disebut mencapai sekitar satu sampai dua ton setiap bulan.

Angka tersebut menunjukkan ada bagian sampah organik yang tidak langsung masuk ke area penimbunan akhir.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan juga mencatat pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai salah satu kegiatan di TPAS Manggar.

Baca Juga: Antrean kendaraan Pertalite di SPBU MT Haryono Balikpapan dan aktivitas usaha di sepanjang kawasan

Maggot masih skala terbatas, tetapi sudah berjalan

Sampah organik dari TPAS Manggar juga dimanfaatkan untuk budidaya maggot sebagai bentuk pengolahan lainnya.

Haryanto menyebut produksinya masih sekitar 30 sampai 50 kilogram per bulan karena kegiatan tersebut belum masuk skala industri.

“Kalau maggot memang masih sedikit karena skalanya bukan industri. Paling dalam sebulan sekitar 30 sampai 50 kilogram,” jelas Haryanto.

DLH Kota Balikpapan turut mencatat budidaya maggot sebagai upaya memanfaatkan sampah organik, terutama sisa makanan yang masuk ke TPAS Manggar.

Budidaya maggot menjadi salah satu cara UPTD TPAS Manggar memanfaatkan sampah organik.(Foto TPAS MANGGAR)
Budidaya maggot menjadi salah satu cara UPTD TPAS Manggar memanfaatkan sampah organik.(Foto TPAS MANGGAR)

Limbah kayu dicacah untuk kebutuhan bahan bakar

Pengolahan di TPAS Manggar tidak berhenti pada sampah organik. Limbah kayu yang masuk juga diproses dengan cara dicacah.

Cacahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar campuran untuk PLTU, sehingga material dari kawasan TPAS memiliki fungsi lain.

Penggunaan cacahan kayu sebagai bahan campuran bahan bakar PLTU Teluk Balikpapan juga telah menjadi bagian dari pengolahan biomassa di kawasan tersebut.

Bagi Balikpapan, pola seperti ini membuat TPAS tidak hanya dipandang sebagai titik akhir perjalanan sampah.

Kawasan tersebut juga memiliki fungsi pengolahan dan edukasi, dengan fasilitas yang menurut DLH telah dikembangkan sejak TPA Manggar beroperasi pada 13 Januari 2012.

Baca Juga: Kuota Pertalite Balikpapan Jadi Masalah, Antrean Tak Cukup Dijadwal, Akar Masalah Harus Diatasi

Poin Penting

Insight Redaksi

TPAS Manggar menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak selalu berhenti di tempat penimbunan. Ada kompos, maggot, sampai limbah kayu yang bisa punya fungsi baru. Kadada gunanya kalau sampah hanya dipindahkan tanpa dicari nilai manfaatnya.

Pemilahan sampah dari sumbernya juga punya arti penting karena bahan organik dan kayu membutuhkan jalur pengolahan berbeda.

Kalau pengolahan bisa berjalan konsisten, TPAS bukan sekadar tempat menerima sampah, tetapi bagian dari ekosistem pengelolaan lingkungan Balikpapan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan yang ingin tahu bagaimana sampah Balikpapan diproses setelah meninggalkan rumah.

Mau memahami urusan sampah Balikpapan tanpa dibuat pusing istilah rumit? Ikuti terus Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa saja sampah yang diolah di TPAS Manggar?

Sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sedangkan limbah kayu dicacah untuk bahan bakar campuran.

2. Berapa produksi kompos TPAS Manggar setiap bulan?

Produksi kompos disebut sekitar satu sampai dua ton per bulan.

3. Berapa produksi maggot di TPAS Manggar?

Produksi maggot masih sekitar 30 sampai 50 kilogram per bulan dan belum mencapai skala industri.

4. Untuk apa limbah kayu dari TPAS Manggar?

Limbah kayu dicacah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar campuran pada pembangkit listrik tenaga uap.

5. Apakah TPAS Manggar juga menjadi tempat edukasi?

Ya. Kegiatan pengolahan sampah di kawasan tersebut turut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, siswa, dan mahasiswa.

Sumber Informasi: Balpos, “UPTD TPAS Manggar Olah Sampah Organik Jadi Kompos, uga Lakukan Budidaya Maggot hingga Olah Limbah Kayu jadi Campuran Bahan Bakar PLTU”, oleh Roshan Fauzi, Amd., 4 September 2026

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
kompos maggot pengelolaan sampah TPAS Manggar