Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Proyek SNB AOI 1-3-5 rampung setelah WPN-5 beroperasi, menambah produksi gas sekaligus menopang WK Mahakam.
Balikpapan TV - Hai Ces! PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelesaikan proyek SNB AOI 1-3-5 di lepas pantai Kalimantan Timur, setelah platform terakhir WPN-5 beroperasi pada 24 Agustus 2026.
Produksi awal Sumur NB-501 mencapai 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari setelah melalui tahapan peningkatan produksi secara bertahap. Proyek ini penting karena diarahkan menjaga keberlanjutan produksi dari WK Mahakam.
Bagi pembaca di Kalimantan Timur, proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas migas. Ada pekerjaan, teknologi, industri pendukung, serta pasokan energi yang bergerak dari kawasan operasi menuju kebutuhan nasional, Ces!
Enam Platform Kini Lengkap di Lapangan Sisi Nubi
WPN-5 menjadi fasilitas keenam sekaligus terakhir yang beroperasi dalam proyek pengembangan Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5.
Sebelumnya, lima platform telah beroperasi secara bertahap sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026. Rangkaian tersebut menunjukkan pengembangan Lapangan Sisi Nubi dilakukan melalui tahapan fasilitas yang saling terhubung.
WPS-4 mulai beroperasi pada 4 Desember 2025, disusul WPS-5 pada 21 Februari 2026. Kemudian WPN-7, WPN-6, dan WPN-8 menyusul pada 23 Maret, 5 Juni, serta 5 Juli 2026.
Dengan enam platform aktif, fasilitas produksi proyek SNB AOI 1-3-5 kini telah lengkap. Produksi dari lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kinerja WK Mahakam yang masuk fase mature.
Mengapa Pengembangan Lapangan Mature Masih Penting?
Lapangan migas mature menghadapi tantangan alami berupa perubahan kemampuan produksi seiring usia pengembangan lapangan.
Karena itu, pembangunan fasilitas baru menjadi salah satu pendekatan untuk mempertahankan produksi dari wilayah kerja yang masih memiliki potensi.
PHM sebelumnya menjelaskan proyek SNB AOI memiliki kapasitas desain rata-rata sekitar 30 MMSCFD per platform. Proyek tersebut diarahkan mendukung kesinambungan produksi gas dan kondensat dari Lapangan Sisi Nubi.
Konteks ini membuat capaian 6,12 MMSCFD dari Sumur NB-501 menjadi salah satu indikator awal kontribusi fasilitas baru terhadap produksi gas.
Baca Juga: BBM Bersubsidi Balikpapan Mulai Dievaluasi, Antrean SPBU Jadi Sorotan Pemkot
Teknologi Fondasi Pangkas Waktu Pemasangan Jacket
Proyek offshore membutuhkan metode konstruksi yang mampu menghadapi kondisi laut sekaligus menjaga keselamatan pekerjaan.
PHM menggunakan Suction Pile Foundation, teknologi yang memasang fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan.
Dalam pengembangan SNB AOI, penerapan teknologi tersebut membantu mempercepat proses instalasi struktur jacket. Waktu pemasangan disebut dapat dipangkas dari sekitar dua minggu menjadi lima hari.
PHM sebelumnya menyebut teknologi tersebut menjadi pendekatan baru yang pertama diterapkan di Indonesia untuk proyeknya, dengan enam jacket dipasang di Lapangan Sisi Nubi.
Kecepatan konstruksi bukan sekadar soal waktu. Pada proyek offshore, efisiensi instalasi juga berkaitan dengan pengendalian pekerjaan, keselamatan, dan keandalan fasilitas.
Skala Proyeknya Bukan Kecil
Di balik beroperasinya enam platform, terdapat pekerjaan konstruksi dengan skala material dan fasilitas yang cukup besar.
Proyek SNB AOI 1-3-5 mencakup enam jacket, enam topside, tiga extension platform, 18 riser, serta sekitar 22 kilometer pipa bawah laut.
Kebutuhan materialnya mencapai sekitar 11 ribu metrik ton baja. Infrastruktur tersebut menghubungkan fasilitas baru dengan sistem produksi yang sudah tersedia di Lapangan Sisi Nubi.
Lokasi proyek berada sekitar 25 kilometer dari Delta Mahakam dengan kedalaman perairan sekitar 60 hingga 80 meter. Kondisi tersebut membuat kebutuhan teknologi dan pengelolaan proyek menjadi bagian penting sejak tahap konstruksi.
Sumur NB-502 Masih Masuk Tahap Pengembangan
Beroperasinya WPN-5 bukan berarti seluruh pekerjaan pengembangan sumur langsung berhenti.
PHM masih melanjutkan pengembangan Sumur NB-502 melalui pekerjaan Well Intervention. Tim melakukan pemasangan sand screen untuk mengendalikan pasir dari formasi.
Sand screen berfungsi membantu menjaga pasir formasi tidak mengganggu keandalan produksi sumur. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum sumur masuk fase produksi.
Setelah pekerjaan selesai, NB-502 akan menjalani Put on Production atau POP. Tingkat produksinya akan mengikuti prognosis serta batas operasi mechanical screen agar proses berlangsung aman dan optimal.
Baca Juga: Kasus Video Asusila di Balikpapan Masuk Tahap Keterangan Terdakwa, Ini Perkembangannya
Ada Dampak bagi Industri Nasional
Proyek migas offshore memiliki rantai pekerjaan panjang yang melibatkan konstruksi, fabrikasi, jasa teknis, tenaga kerja, hingga kebutuhan material.
Dalam proyek SNB AOI 1-3-5, PHM menyebut terdapat keterlibatan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan industri nasional.
Dampaknya tidak hanya berada di lokasi sumur atau platform. Aktivitas proyek juga membuka ruang bagi peningkatan kapasitas pelaku industri yang mengerjakan proyek migas dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Bagi Kalimantan Timur, aspek ini penting karena kegiatan hulu migas memiliki hubungan langsung dengan ekosistem jasa, tenaga kerja, dan industri penunjang di daerah.
PHI Soroti Investasi untuk Pasokan Energi
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Muharram Jaya Panguriseng, menilai penyelesaian proyek tersebut menunjukkan konsistensi investasi dalam pengembangan lapangan migas.
Menurut Muharram, pengembangan seperti SNB AOI 1-3-5 diarahkan mendukung pasokan gas Indonesia dalam jangka panjang.
“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas, seperti pada proyek PHM SNB AOI 1-3-5,” ujar Muharram.
Ia juga menekankan bahwa teknologi, inovasi, budaya keselamatan, serta kolaborasi menjadi unsur penting dalam menghasilkan proyek yang andal. Pernyataan tersebut menempatkan keberhasilan proyek bukan hanya pada produksi, tetapi juga kualitas pelaksanaannya.
Poin Penting:
- Platform WPN-5 mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026.
- Sumur NB-501 mencapai produksi 6,12 MMSCFD setelah ramp up.
- WPN-5 menjadi platform keenam sekaligus terakhir proyek SNB AOI 1-3-5.
- Proyek mencakup enam jacket, enam topside, tiga extension platform, dan 18 riser.
- Infrastruktur pipa bawah laut proyek mencapai sekitar 22 kilometer.
- Kebutuhan material proyek mencapai sekitar 11 ribu metrik ton baja.
- Sumur NB-502 masih menjalani tahapan Well Intervention sebelum produksi.
- Teknologi Suction Pile Foundation digunakan dalam pemasangan fondasi platform.
Insight Redaksi
Proyek ini memperlihatkan tantangan migas Kaltim mulai bergeser dari sekadar mencari cadangan menuju menjaga produksi lapangan matang. Enam platform bukan angka kecil, sebab fasilitas tersebut menopang keberlanjutan operasi sekaligus rantai industri. Teknologi menjadi pembeda penting. Efisiensi konstruksi harus berjalan bersama keselamatan, dan manfaat ekonominya idealnya terasa sampai tenaga kerja serta industri lokal. Bukan cuma soal gas, tetapi soal kapasitas Kaltim menghadapi proyek energi berkelas nasional.
Proyek offshore seperti ini perlu terus dibaca dari sisi manfaat daerah, bukan hanya angka produksi dan investasi.
Kalau informasi energi dan perkembangan industri Kaltim terasa penting, bagikan artikel ini supaya makin banyak yang ikut paham.
Mau selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu proyek SNB AOI 1-3-5?
SNB AOI 1-3-5 merupakan proyek pengembangan Lapangan Sisi Nubi di Wilayah Kerja Mahakam yang dikelola PHM.
2. Berapa produksi awal Sumur NB-501?
Produksi Sumur NB-501 mencapai 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari setelah melalui proses ramp up.
3. Apa fungsi Suction Pile Foundation?
Teknologi tersebut digunakan untuk memasang fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan.
4. Apakah proyek SNB AOI 1-3-5 sudah sepenuhnya selesai?
Rangkaian enam platform telah lengkap, namun pengembangan Sumur NB-502 masih berlanjut sebelum memasuki tahap produksi.
5. Mengapa proyek ini penting bagi WK Mahakam?
Proyek tersebut menjadi bagian strategi PHM mempertahankan produksi gas dari WK Mahakam yang telah memasuki fase mature.
Sumber Informasi
Kaltim Post, dengan judul PT PHM Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Perkuat Pasokan Gas demi Ketahanan Energi Nasional, ditulis Maria Irham. Artikel ditransformasikan dengan angle dan gaya editorial Balikpapantv.id berdasarkan verifikasi serta konteks tambahan dari Pertamina Hulu Indonesia dan sejumlah publikasi energi terkait.