BMKG Ungkap Mengapa Asap Karhutla Berau Tidak Sampai ke Balikpapan

Arya Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:28 WIB
Asap dan kondisi langit di kawasan Balikpapan saat musim kemarau serta ancaman karhutla di Kalimantan Timur.
Asap dan kondisi langit di kawasan Balikpapan saat musim kemarau serta ancaman karhutla di Kalimantan Timur.

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Arah angin membuat asap karhutla Berau bergerak ke utara hingga Sabah, sementara Balikpapan masih relatif aman dari asap kiriman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! BMKG menyebut operasi modifikasi cuaca di IKN dan Berau dilakukan untuk mengatasi defisit air serta menekan ancaman karhutla di Kalimantan Timur.

Penasaran kenapa hotspot tinggi tetapi Balikpapan masih aman dari asap kiriman? Arah angin ternyata menentukan ke mana massa asap bergerak, simak penjelasannya.

Asap Karhutla Berau Justru Bergerak ke Utara

Kondisi udara Balikpapan hingga kini masih relatif aman dari asap kiriman karhutla, meski sejumlah wilayah Kalimantan Timur mengalami peningkatan titik panas.

Ketua Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan Huda Abshor Muhsinin menjelaskan, pola angin membuat massa asap dari sejumlah wilayah kebakaran tidak bergerak menuju Balikpapan.

“Jadi asap ini dibelokkan oleh angin, tidak sampai ke Balikpapan,” ujar Huda, Jumat (28/8).

Arah dan kecepatan angin menjadi faktor penting dalam menentukan wilayah yang terdampak asap. Karena itu, keberadaan titik api di suatu daerah tidak otomatis membuat wilayah lain di sekitarnya mengalami paparan asap.

Asap Berau Tembus Batas Negara

Massa asap dari kebakaran di Berau justru terpantau bergerak ke arah utara hingga melintasi batas negara dan mencapai Sabah, Malaysia.

“Kami deteksi itu sudah sampai ke Melayu, Sabah, Malaysia,” kata Huda.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa asap tidak selalu menyebar ke wilayah yang paling dekat dengan sumber kebakaran. Kondisi atmosfer dapat membawa massa asap menuju wilayah lain sesuai arah pergerakan angin.

Bagi Balikpapan, pola angin yang berlaku membuat massa asap dari sejumlah wilayah kebakaran tidak bergerak menuju kota.

Baca Juga: BBM Subsidi Balikpapan Diatur Mulai 1 September, DPRD Minta Warga Tak Terbebani

Kabut Pagi Balikpapan Punya Sumber Lain

Balikpapan sempat terlihat berkabut pada pagi hari. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta disebabkan asap kiriman karhutla.

Huda mengatakan, minimnya hujan membuat partikel dari emisi kendaraan maupun asap kebakaran di dalam kota lebih mudah bertahan di atmosfer.

“Memang itu asap, tapi bukan dari karhutla, melainkan dari kendaraan. Kemudian di Balikpapan juga beberapa kali ada kebakaran. Karena sudah lama tidak ada hujan, asap itu menyelimuti kota,” jelasnya.

Artinya, kondisi udara yang terlihat berkabut di Balikpapan perlu dibedakan antara asap kiriman dari wilayah karhutla dan sumber emisi yang berasal dari dalam kota.

OMC Digelar di IKN untuk Atasi Defisit Air

Di tengah kondisi kering, BMKG bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), TNI Angkatan Udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan, operasi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan potensi awan yang tersedia.

“Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia,” jelas Budi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (24/8).

Budi menjelaskan, OMC tidak menciptakan hujan apabila tidak terdapat awan yang dapat dioptimalkan.

Baca Juga: Api Bakar Sampah Merembet di Gunung Malang, Brimob Cegah Kobaran Meluas

OMC Berau Menekan Ancaman Karhutla

OMC di kawasan IKN berlangsung pada 22–27 Agustus untuk mengatasi penurunan cadangan air Waduk Sepaku.

Setelah operasi berlangsung, hujan turun di kawasan IKN dan sekitarnya selama dua hari hingga pagi setelah operasi.

Sementara itu, OMC di Berau dilaksanakan pada 24–28 Agustus untuk menekan ancaman karhutla. Operasi tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah daerah menyusul tingginya sebaran titik panas di wilayah tersebut.

Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi atmosfer dan pergerakan asap untuk mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak.

Poin Penting

Insight Redaksi

Bagi Balikpapan, tingginya hotspot Kaltim belum otomatis berarti ancaman asap langsung. Data BMKG menunjukkan arah angin justru menjadi penyaring alami. Tapi, asap lokal tetap patut diperhatikan karena minim hujan membuat polutan bertahan lebih lama. Nah, sumber asap harus dibaca cermat, bukan sekadar melihat titik panas.

Pantau kondisi udara dan arah angin sebelum beraktivitas di luar, terutama saat kabut pagi mulai terlihat di kawasan kota.

Bagikan artikel ini ke bubuhan dan keluarga supaya informasi soal asap karhutla kada salah dipahami.

Selalu update info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

Apakah asap karhutla Berau sampai ke Balikpapan?
Menurut BMKG, massa asap dari sejumlah wilayah kebakaran tidak bergerak menuju Balikpapan karena dipengaruhi pola angin.

Ke mana asap karhutla Berau bergerak?
BMKG mendeteksi massa asap bergerak ke arah utara hingga melintasi batas negara dan mencapai Sabah, Malaysia.

Apakah kabut pagi di Balikpapan berasal dari karhutla?
Tidak otomatis. BMKG menyebut asap di Balikpapan juga dapat berasal dari emisi kendaraan dan kebakaran yang terjadi di dalam kota.

Mengapa OMC dilakukan di IKN?
OMC di IKN dilakukan untuk mengatasi penurunan cadangan air Waduk Sepaku.

Apakah OMC dapat membuat hujan tanpa awan?
Tidak. OMC dilakukan dengan mengoptimalkan potensi awan yang tersedia dan tidak menciptakan hujan apabila tidak terdapat awan.

Sumber Informasi: Kaltim Post
Reporter: Ainur Rofiah, Muhammad Taufik, Muhammad Ridhuan

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Asap Karhutla bmkg balikpapan berau karhutla