Bayan Craft Art Festival 2026 Berakhir, 43 Ribu Pengunjung Ramaikan Balikpapan

Arya Kusuma • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:39 WIB
Pengunjung memadati kawasan BSCC Dome saat malam terakhir Bayan Craft Art Festival 2026 di Balikpapan.
Pengunjung memadati kawasan BSCC Dome saat malam terakhir Bayan Craft Art Festival 2026 di Balikpapan.

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Bayan Craft Art Festival 2026 berakhir setelah tujuh hari di Balikpapan, dengan sekitar 43 ribu pengunjung dan 83 UMKM yang terlibat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bayan Craft Art Festival 2026 resmi berakhir di BSCC Dome Balikpapan, Minggu (30/8), setelah menghadirkan hiburan, UMKM, seni, budaya, dan olahraga selama sepekan.

Bukan sekadar panggung hiburan, festival ini mempertemukan ribuan pengunjung dengan pelaku usaha lokal. Dari sini, ada cerita menarik tentang bagaimana sebuah event ikut menggerakkan ekonomi kota.

43 Ribu Pengunjung Meramaikan Festival Selama Sepekan

Bayan Craft Art Festival 2026 berlangsung pada 24–30 Agustus 2026 di kawasan BSCC Dome Balikpapan. Festival tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat sejak pertama digelar pada 2023.

Senior Staff PT Bayan Resources Tbk Yuli Widiastuti memperkirakan jumlah pengunjung mencapai 43 ribu orang setelah malam terakhir. Angka tersebut berasal dari akumulasi kunjungan selama rangkaian kegiatan festival.

Menurut Yuli, kepadatan pengunjung terasa saat hari libur nasional dan akhir pekan. Momentum tersebut turut bertepatan dengan rangkaian Bayan Open 2026.

Bayan Open sendiri menghadirkan 1.292 peserta dan berlangsung pada 24–29 Agustus di tiga lokasi pertandingan Balikpapan.

Bayan Open 2026
Bayan Open 2026

Ada 83 UMKM yang Mendapat Ruang Bertemu Pasar

Salah satu kekuatan festival tahun ini berada pada keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 83 UMKM ikut mengisi area festival dengan produk dan layanan masing-masing.

Pesertanya terdiri atas UMKM umum, UMKM binaan pemerintah daerah, serta UMKM binaan Bayan Group. Empat UMKM binaan perusahaan juga didatangkan dari wilayah operasional Bayan.

Konsep tersebut membuat area festival tidak hanya menjadi tempat berbelanja. Pengunjung juga dapat mengenal produk lokal sambil menikmati rangkaian hiburan dan kompetisi.

Sebelumnya, jumlah tenant UMKM disebut sekitar 60 peserta. Tahun ini jumlahnya berkembang menjadi sekitar 80 tenant dalam rangkaian Bayan Open dan festival.

Bagi pelaku UMKM, keberhasilan event bukan hanya dihitung dari jumlah orang yang datang. Kualitas transaksi, pencatatan usaha, dan peluang pelanggan baru juga menentukan manfaat jangka panjang.

“Acaranya seru, karena banyak kegiatan. Stan UMKM-nya juga beragam, jadi kami bisa jalan-jalan sekaligus belanja produk dan kuliner lokal,” ujar salah seorang ibu anggota Ceriwis Grup.
“Acaranya seru, karena banyak kegiatan. Stan UMKM-nya juga beragam, jadi kami bisa jalan-jalan sekaligus belanja produk dan kuliner lokal,” ujar salah seorang ibu anggota Ceriwis Grup.

 

Baca Juga: BBM Subsidi Balikpapan Diatur Mulai 1 September, DPRD Minta Warga Tak Terbebani

Bukan Cuma Belanja, Ada Seni sampai Kompetisi

Festival menghadirkan berbagai kegiatan yang menyasar keluarga dan komunitas. Di antaranya karaoke dangdut, cosplay, pushbike, Lomba Peraturan Ketangkasan Baris-Berbaris (LPKBB), hingga pertunjukan seni.

Konsep tersebut membuat pengunjung memiliki banyak alasan datang ke lokasi. Area festival menjadi titik pertemuan antara hiburan, produk UMKM, kreativitas, dan komunitas.

Malam terakhir kemudian diisi Tarian Dayak Kontemporer, D’voice Factory, serta penampilan Happy Asmara. Rangkaian hiburan itu menjadi bagian dari malam terakhir festival.

Penyelenggara juga menyediakan area bermain anak dan ruang bersantai. Fasilitas tersebut dirancang agar kunjungan keluarga memiliki pilihan aktivitas selama berada di lokasi.

penampilan Happy Asmara. Rangkaian hiburan itu menjadi bagian dari malam terakhir festival.
Rangkaian hiburan itu menjadi bagian dari malam terakhir festival.

UMKM Dinilai Bukan Sekadar dari Penjualan

Penyelenggara memberikan penghargaan kepada stan UMKM yang dinilai memiliki performa baik selama festival. Penilaian tidak hanya berfokus pada jumlah transaksi.

Kebersihan stan, pengelolaan sampah, serta kedisiplinan pencatatan pendapatan ikut menjadi bagian penilaian. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan usaha ikut diperhatikan.

Yuli menyebut penyelenggara ingin pelaku UMKM yang terlibat memiliki kemampuan usaha yang semakin matang. Festival kemudian menjadi ruang latihan sekaligus kesempatan memperkenalkan produk kepada pasar.

Atas kolaborasi tersebut, penyelenggara menerima piagam penghargaan dari DKUKMP Balikpapan terkait pemberdayaan UMKM lokal.

Dampaknya Bisa Merambat ke Sektor Pariwisata

Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma menilai kegiatan yang memadukan seni, olahraga, hiburan, dan UMKM memberikan dampak ekonomi bagi kota.

Menurut Ratih, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan pedagang. Peningkatan kunjungan juga berpotensi memberikan dampak kepada sektor perhotelan dan usaha pendukung pariwisata.

Kombinasi festival dengan Bayan Open menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan arus pengunjung. Bayan Open 2026 sendiri berstatus Sirkuit Nasional C dan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah.

Bagi Balikpapan, pola seperti ini menarik karena satu kegiatan dapat mempertemukan olahraga, ekonomi kreatif, hiburan, dan wisata dalam periode yang sama.

Baca Juga: Api Bakar Sampah Merembet di Gunung Malang, Brimob Cegah Kobaran Meluas

Parkir dan Kapasitas Jadi Catatan untuk Gelaran Berikutnya

Jumlah pengunjung yang tinggi juga membawa pekerjaan rumah bagi penyelenggara. Yuli menyebut kapasitas dan pengaturan parkir menjadi salah satu bahan evaluasi.

Catatan tersebut penting karena pertumbuhan pengunjung harus berjalan bersama kesiapan fasilitas. Ketika sebuah festival makin ramai, kenyamanan akses ikut menentukan pengalaman masyarakat.

Festival tahun ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan terpadu cukup kuat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kapasitas lokasi dan layanan dapat mengikuti pertumbuhan tersebut.

Pengunjing sangat menikmati sajian acara yang dikemas beragam hiburan dan UMKM, "Kami datang bersama teman-teman. Ternyata acaranya lengkap, ada hiburan, UMKM, sampai kegiatan untuk anak. Jadi tidak cepat bosan,” kata pengunjung yang datang bersama kelompoknya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Bayan Craft Art Festival menunjukkan bahwa event kota dapat menjadi ruang ekonomi, bukan hanya hiburan. Ketika UMKM, olahraga, seni, dan wisata bertemu, perputaran pengunjung ikut membuka peluang usaha. Tantangannya jelas: kapasitas harus mengikuti pertumbuhan. Kalau tidak, pengalaman pengunjung bisa kalah cepat dari ramainya acara. Balikpapan punya modal kuat di sini, tinggal dikelola cermat.

Event berikutnya perlu menghitung kapasitas parkir sejak awal, bukan menunggu kepadatan datang dahulu.

Kalau ada keluarga atau bubuhan yang ikut menikmati festival ini, bagikan artikelnya supaya pengalaman mereka ikut terdengar.

Pantau terus cerita kota, event, UMKM, dan kabar Balikpapan hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Bayan Craft Art Festival 2026 digelar?

Festival berlangsung selama tujuh hari, mulai 24 hingga 30 Agustus 2026 di Balikpapan.

2. Berapa jumlah pengunjung festival tahun ini?

Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 43 ribu orang setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

3. Berapa UMKM yang terlibat?

Festival melibatkan 83 UMKM dari pelaku usaha umum, binaan pemerintah daerah, dan Bayan Group.

4. Apa kaitan Bayan Craft Art Festival dengan Bayan Open?

Keduanya menjadi rangkaian kegiatan yang menggabungkan festival UMKM, seni, hiburan, dan turnamen bulu tangkis.

5. Apa evaluasi utama penyelenggara?

Kapasitas lokasi dan pengaturan parkir menjadi salah satu perhatian setelah tingginya jumlah kunjungan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Bayan Open 2026 Bayan Craft Art Festival 2026 balikpapan UMKM Balikpapan