Dinkes Balikpapan Temukan 64 Produk Jamu Mengandung BKO, 13 Tanpa Izin Edar

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:04 WIB
Dinkes Balikpapan menemukan 64 produk jamu mengandung BKO dan 13 produk tanpa izin edar. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Dinkes Balikpapan menemukan 64 produk jamu mengandung BKO dan 13 produk tanpa izin edar. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Pemeriksaan toko jamu Balikpapan menemukan 64 produk mengandung BKO serta 13 produk tanpa izin edar yang berisiko bagi konsumen.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Kesehatan Balikpapan menemukan 64 jenis obat bahan alam mengandung bahan kimia obat dari pemeriksaan 12 toko jamu sepanjang Agustus 2026.

Sekilas terlihat seperti jamu biasa, tetapi kandungan tersembunyi bisa membawa risiko serius. Yuk, kenali temuannya sebelum memilih produk herbal.

Pemeriksaan Menjangkau 12 Toko Jamu di Balikpapan

Pengawasan dilakukan terhadap 12 sarana toko jamu di Balikpapan untuk memeriksa keamanan produk yang beredar.

Dari jumlah tersebut, 10 toko diketahui menjual 64 jenis obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat atau BKO.

Petugas juga menyita 13 produk obat bahan alam dalam kemasan yang tidak memiliki izin edar resmi.

Temuan tersebut sebelumnya diperiksa melalui pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan terhadap sampel menunjukkan kandungan bahan kimia obat pada produk yang diuji.

Sildenafil dan Sibutramin Ditemukan dalam Produk Jamu

Salah satu temuan berada pada produk yang diklaim sebagai jamu kuat. Produk tersebut terbukti mengandung sildenafil sitrat.

Sildenafil merupakan bahan yang digunakan dalam terapi medis tertentu dan penggunaannya membutuhkan perhatian terhadap dosis serta kondisi kesehatan.

Produk pelangsing juga ditemukan mengandung sibutramin. BPOM memasukkan sibutramin sebagai bahan yang perlu diidentifikasi pada produk dengan klaim membantu mengurangi lemak tubuh.

Selain dua bahan tersebut, pengawasan juga menemukan sejumlah BKO lain pada produk dengan klaim stamina, pegal linu, pelangsing, dan penggemuk badan.

Baca Juga: Sumur Bor TNI Hadir di Lamaru, Warga Tak Lagi Andalkan Sungai Saat Kemarau

Mengapa Jamu yang Mengandung BKO Berbahaya?

Masalah utama terletak pada dosis dan informasi kandungan produk. Konsumen dapat mengonsumsi bahan obat tanpa mengetahui jumlah yang masuk ke tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, menegaskan risiko tersebut dalam konferensi pers pada Jumat, 21 Agustus 2026.

“Ini sangat berbahaya karena dosisnya tidak tertakar dan tidak sesuai aturan. Kemudian, kalau memberikan informasi yang bohong atau tidak jelas kepada masyarakat, dia sebutnya jamu tetapi ternyata mengandung bahan kimia. Misalnya, jamu kuat ternyata mengandung sildenafil sitrat. Sildenafil sitrat itu ada pada obat-obat kuat.”

Alwiati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan

BPOM juga menjelaskan bahwa obat bahan alam yang mengandung BKO dapat berisiko karena konsumen memperoleh bahan obat tanpa dosis yang tepat dan pengawasan tenaga kesehatan.

Untuk sildenafil, penggunaan tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Sibutramin juga dapat memengaruhi tekanan darah dan denyut jantung.

Bagaimana Masyarakat Memilih Jamu yang Lebih Aman?

Legalitas menjadi salah satu hal utama yang perlu diperiksa sebelum membeli jamu atau obat bahan alam.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk memastikan produk memiliki nomor izin edar serta memperhatikan kemasan, label, dan tanggal kedaluwarsa.

Klaim efek yang terasa sangat cepat juga layak dicermati. Produk herbal dengan klaim berlebihan sebaiknya diperiksa legalitas dan kandungannya terlebih dahulu.

Masyarakat juga diimbau tidak meminta toko menyediakan produk yang mengandung BKO. Dinkes Balikpapan meminta konsumen menghentikan penggunaan produk mencurigakan.

Apa Tindakan terhadap Produk yang Ditemukan?

Produk yang mengandung bahan kimia obat akan ditarik dari peredaran dan dimusnahkan sesuai tindak lanjut pengawasan.

Balai POM Balikpapan juga menindaklanjuti temuan tersebut. Pemilik usaha diminta memusnahkan produk dan membuat surat pernyataan.

Pengawasan semacam ini penting karena produk tanpa izin edar belum melalui evaluasi keamanan, mutu, dan manfaat sebagaimana produk resmi.

Dinkes Balikpapan juga dapat mengambil tindakan terhadap sarana usaha yang masih mengedarkan produk terlarang, termasuk melibatkan kepolisian sesuai ketentuan.

Baca Juga: Pertalite Balikpapan Over Kapasitas, Lima SPBU Tambahan Disiapkan untuk Motor

Poin Penting:

Insight Redaksi

Temuan ini menunjukkan bahwa label “jamu” belum cukup menjadi jaminan keamanan. Di Balikpapan, pengawasan perlu berjalan bersama literasi konsumen. Bubuhan pembeli juga punya peran: cek izin edar sebelum percaya klaim instan. Kada perlu tergoda harga murah jika kandungannya kadada kepastian. Produk herbal tetap harus dipilih dengan pertimbangan keamanan.

Sebelum membeli, cek nomor izin edar dan hindari produk dengan klaim instan yang sulit diverifikasi, Ces.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak warga Balikpapan paham memilih jamu yang aman.

Mau tetap update informasi kesehatan dan kabar Balikpapan yang penting untuk keseharian? Pantau terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa toko jamu yang ditemukan menjual produk mengandung BKO?

Dari 12 toko yang diperiksa, 10 toko diketahui menjual 64 jenis obat bahan alam mengandung BKO.

2. BKO apa yang ditemukan dalam produk jamu tersebut?

Temuan mencakup sildenafil sitrat dan sibutramin, selain sejumlah bahan kimia obat lainnya.

3. Apakah semua produk jamu mengandung bahan kimia obat?

Tidak. Temuan tersebut berasal dari produk tertentu yang diperiksa dan terbukti mengandung BKO.

4. Apa yang harus diperiksa sebelum membeli jamu?

Periksa kemasan, label, nomor izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk.

5. Apa yang dilakukan terhadap produk ilegal?

Produk yang mengandung BKO harus ditarik dan dimusnahkan, sementara pelaku usaha dapat dikenai tindakan sesuai ketentuan.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “WASPADA, DINKES BALIKPAPAN TEMUKAN JAMU MENGANDUNG BAHAN KIMIA”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Bahan Kimia Obat Jamu bpom balikpapan Dinkes Balikpapan