Sumur Bor TNI Hadir di Lamaru, Warga Tak Lagi Andalkan Sungai Saat Kemarau

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:26 WIB
Warga Lamaru memanfaatkan sumur bor TNI untuk memenuhi kebutuhan air harian selama kemarau panjang berlangsung. (DOK. ROMDANI/KP)
Warga Lamaru memanfaatkan sumur bor TNI untuk memenuhi kebutuhan air harian selama kemarau panjang berlangsung. (DOK. ROMDANI/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Warga Lamaru kini mendapat akses sumur bor TNI untuk kebutuhan harian, mengurangi ketergantungan pada air sungai saat kemarau panjang setempat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Warga Jalan Traktor VI, RT 08, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, kini memiliki akses sumur bor untuk kebutuhan air harian setelah sebelumnya mengandalkan sungai saat kemarau.

Fasilitas melalui program TNI Manunggal Air ini menjadi penting karena ketersediaan air menjadi persoalan yang langsung memengaruhi aktivitas rumah tangga ketika musim kering berlangsung.

Sumur Bor Mengubah Akses Air Warga Lamaru

Kunjungan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono pada Selasa (25/8) menjadi momentum untuk melihat langsung pemanfaatan fasilitas tersebut.

Krido berdialog dengan warga sekaligus melihat kondisi sumur bor yang telah selesai dibangun.

Bagi masyarakat RT 08, fasilitas itu bukan sekadar tambahan infrastruktur. Sumber air tersebut menjawab kebutuhan dasar yang sebelumnya sulit dipenuhi ketika kondisi sungai menjadi satu-satunya pilihan.

Hermawati, warga RT 08, menyampaikan keberadaan sumur bor sangat membantu masyarakat menghadapi musim kemarau.

“Mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kasad, dan Pangdam VI/Mulawarman atas bantuan air sumur bor ini. Kalau musim kemarau tiba, kami biasanya hanya menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih di kawasan permukiman dapat berkaitan langsung dengan kondisi musim dan ketersediaan sumber air lokal.

Ketika sumber sungai menjadi tumpuan utama, keberadaan sumur bor memberi pilihan baru bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Bank Mandiri Buka KCP Grand City Balikpapan, Pembiayaan UMKM Capai Puluhan Miliar

Program TNI Manunggal Air Sudah Menjangkau 179 Titik

Kodam VI/Mulawarman menyebut pembangunan sarana air melalui program TNI Manunggal Air telah mencapai 179 titik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dari jumlah tersebut, 113 titik berada di Kalimantan Timur. Balikpapan sendiri mendapat bagian 11 titik pembangunan sumber air.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penyediaan sumber air bukan hanya dilakukan pada satu kawasan, melainkan menjadi bagian dari program infrastruktur yang menyasar sejumlah wilayah.

Pada Agustus 2026, Pangdam VI/Mulawarman juga menyebut pembangunan titik air menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air.

Krido mengatakan pembangunan sumur bor, jembatan perintis, hingga jembatan beton merupakan bagian dari pelaksanaan program pemerintah yang selaras dengan program TNI Angkatan Darat.

“Berdasarkan program Presiden Bapak Prabowo Subianto dan program TNI AD yang dimotori oleh Kasad, kami langsung merealisasikan berbagai pembangunan, mulai dari sumur bor hingga jembatan perintis dan beton,” katanya.

Artinya, pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang dirasakan langsung masyarakat di lapangan.

Air Sumur Bor Perlu Dijaga Kualitasnya

Kehadiran sumur bor memang memperluas akses air, tetapi sumber air baru tetap membutuhkan pengelolaan yang baik.

Kementerian Kesehatan menempatkan sumur bor atau pompa sebagai salah satu sumber air yang dapat masuk kategori terlindung, dengan catatan kelayakannya perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi pencemaran.

Untuk air yang digunakan sebagai air minum, kualitasnya juga perlu diperiksa melalui parameter fisik, mikrobiologi, dan kimia sesuai ketentuan kesehatan lingkungan.

Hal ini penting bagi warga Lamaru karena fasilitas yang tersedia bukan hanya perlu berfungsi, tetapi juga harus dipelihara agar manfaatnya berlangsung dalam jangka panjang.

Dengan begitu, penggunaan air untuk mandi, mencuci, memasak, maupun konsumsi dapat disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kualitas dan pengelolaan fasilitas.

Warga Lamaru Juga Sampaikan Aspirasi Pembangunan Masjid

Kebutuhan masyarakat yang disampaikan dalam kunjungan tersebut ternyata bukan hanya persoalan air bersih.

Rita, salah seorang warga, menyampaikan bahwa masyarakat RT 08 tengah membangun masjid secara swadaya melalui gotong royong.

Pengerjaan rumah ibadah tersebut masih menghadapi kendala pendanaan sehingga pembangunan belum berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Krido kemudian memberikan bantuan tunai sebesar Rp50 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan masjid.

Dua persoalan yang muncul dalam satu kunjungan itu memperlihatkan kebutuhan dasar masyarakat tidak berdiri sendiri.

Akses air bersih berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, sementara rumah ibadah menjadi bagian dari fasilitas sosial yang digunakan bersama warga.

Mengapa Sumur Bor Penting Saat Kemarau?

Ketergantungan pada air sungai membuat warga memiliki pilihan sumber air yang terbatas ketika kemarau datang.

Kondisi tersebut dapat menjadi persoalan ketika debit atau kualitas sumber air permukaan berubah akibat kondisi cuaca dan lingkungan.

Pengalaman di sejumlah wilayah Kalimantan juga menunjukkan penyediaan sumber air melalui sumur bor telah digunakan untuk menghadapi keterbatasan pasokan air. Di Kutai Kartanegara, misalnya, program sumber air pernah dikembangkan untuk kawasan pertanian yang bergantung pada kondisi cuaca.

Konteks tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan sumber air memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan wilayah.

Di Lamaru, fasilitas yang dibangun diarahkan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, keberlanjutan sarana menjadi faktor penting setelah pembangunan selesai.

Baca Juga: Dari Balikpapan Menuju Kalbar, 190 Brimob Bantu Operasi Aman Nusa II

Poin Penting

Insight Redaksi

Sumur bor memberi perubahan nyata bagi warga Lamaru karena kebutuhan air harian tak lagi sepenuhnya bergantung pada sungai. Namun, akses air bersih harus diikuti pengelolaan dan pemeriksaan kualitas berkala. Fasilitas publik seperti ini akan lebih kuat manfaatnya jika warga ikut menjaga sarana, kebersihan sekitar, serta keberlanjutan sumber air untuk jangka panjang bersama.

Warga jaga pompa, bersihkan area, dan koordinasikan pengecekan kualitas air secara berkala supaya manfaatnya panjang.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak warga memahami pentingnya menjaga fasilitas air bersama.

Musim kemarau boleh datang, tetapi kebutuhan air bersih tetap harus terjaga. Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana sumur bor TNI dibangun?

Sumur bor dibangun di Jalan Traktor VI, RT 08, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur.

2. Mengapa sumur bor penting bagi warga?

Karena sebelumnya warga mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari ketika musim kemarau.

3. Berapa titik air yang sudah dibangun Kodam VI/Mulawarman?

Kodam VI/Mulawarman menyebut terdapat 179 titik air yang dibangun di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

4. Berapa titik yang berada di Balikpapan?

Sebanyak 11 titik berada di Balikpapan berdasarkan data yang disampaikan Pangdam VI/Mulawarman.

5. Apakah air sumur bor otomatis aman untuk diminum?

Belum tentu. Kelayakan air minum perlu dipastikan melalui pemeriksaan kualitas sesuai parameter kesehatan yang berlaku.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Dulu Andalkan Air Sungai saat Kemarau, Warga Lamaru Balikpapan Kini Nikmati Sumur Bor Bantuan TNI”, oleh penulis Romdani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
TNI Manunggal Air sumur bor Lamaru Balikpapan Timur