Dari Balikpapan Menuju Kalbar, 190 Brimob Bantu Operasi Aman Nusa II

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:27 WIB
Pasukan Brimob Kaltim mengikuti apel sebelum diberangkatkan ke Kalimantan Barat untuk memperkuat penanganan karhutla. (DOK. M IBRAHIM/KP)
Pasukan Brimob Kaltim mengikuti apel sebelum diberangkatkan ke Kalimantan Barat untuk memperkuat penanganan karhutla. (DOK. M IBRAHIM/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: 190 personel Brimob Kaltim diberangkatkan ke Kalbar untuk memperkuat penanganan karhutla melalui Operasi Aman Nusa II selama sebulan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri diberangkatkan dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menuju Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026), untuk memperkuat penanganan karhutla.

Penugasan ini menjadi dukungan lintas wilayah saat ancaman kebakaran masih tinggi di Kalimantan. Kondisi kemarau dan risiko titik panas membuat operasi terpadu menjadi perhatian penting.

190 Personel Brimob Bertolak dari Balikpapan

Pemberangkatan dilakukan dalam rangka Operasi Satgas Aman Nusa II Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Pasukan tersebut ditempatkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyebut pengerahan pasukan merupakan tindak lanjut perintah Presiden setelah kunjungan kerja ke Kalimantan Barat.

Dalam penugasan tersebut, personel membawa perlengkapan perorangan sekaligus peralatan pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan operasi.

Informasi dari RRI juga menyebut 190 personel tersebut berada di bawah komando Kombes Pol Iwan Hidayat selaku Komandan Resimen Penugasan.

Mengapa Kaltim Mengirim Bantuan ke Kalbar?

Polda Kaltim melihat kondisi karhutla di wilayahnya relatif lebih kondusif sehingga sebagian kekuatan dapat diperbantukan ke daerah lain.

Langkah ini menunjukkan pola penanganan karhutla yang membutuhkan mobilisasi personel ketika suatu wilayah menghadapi tekanan lebih besar.

Meski mengirim pasukan keluar daerah, kesiapsiagaan di Kalimantan Timur tetap dipertahankan untuk menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru.

Kondisi tersebut penting karena risiko karhutla pada 2026 masih dipengaruhi musim kemarau dan fenomena El Niño.

BMKG menyebut risiko karhutla diperkirakan meningkat sejak Juli dan mencapai periode puncak pada Agustus hingga September 2026. Kalimantan Barat termasuk wilayah prioritas pemantauan.

Baca Juga: Karhutla Kaltim Capai 936 Hektare, Ada Sanksi bagi Pembakar Lahan dan Sampah

Ancaman Karhutla Masih Berkaitan dengan Kondisi Kemarau

Karhutla bukan hanya persoalan api yang muncul di kawasan hutan atau lahan terbuka.

Asap, gangguan kesehatan, kerusakan ekosistem, hingga terganggunya aktivitas masyarakat dapat menjadi dampak lanjutan ketika kebakaran meluas.

BMKG pada pertengahan Agustus juga mencatat kondisi El Niño berada pada intensitas sangat kuat. Sejumlah wilayah Kalimantan termasuk dalam area yang mendapat peringatan dini kekeringan meteorologis.

Situasi tersebut menjelaskan mengapa penanganan karhutla membutuhkan kesiapan sebelum api berkembang menjadi kejadian yang lebih luas.

Bagi Kalimantan Timur, konteks ini juga relevan karena wilayahnya masih menghadapi potensi karhutla meski kondisi pada saat pemberangkatan dinilai relatif kondusif.

Operasi Aman Nusa II Berlangsung Selama Satu Bulan

Operasi Aman Nusa II direncanakan berlangsung selama satu bulan.

Durasi tersebut masih dapat dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi karhutla di Kalimantan Barat.

Artinya, masa penugasan belum otomatis berhenti setelah satu bulan apabila situasi lapangan masih membutuhkan dukungan personel.

Pendekatan seperti ini membuat operasi dapat menyesuaikan kebutuhan berdasarkan perkembangan kebakaran dan kondisi wilayah.

Dalam operasi tersebut, koordinasi menjadi bagian penting karena penanganan karhutla melibatkan banyak unsur di lapangan.

Selain kepolisian, penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja bersama dengan unsur pemerintah daerah, petugas pemadam, relawan, serta masyarakat.

Baca Juga: BKPAKSI Balikpapan Perkuat Pendidikan Al-Qur’an, Kompetensi Guru Jadi Fokus Utama

Perbantuan Personel Bukan Berarti Kaltim Lepas Siaga

Pengerahan 190 personel dari Balikpapan perlu dilihat sebagai perbantuan lintas wilayah, bukan pengurangan kesiapsiagaan Kaltim.

Kaltim memiliki pengalaman menghadapi karhutla sehingga dukungan personel dapat diarahkan ketika wilayah lain membutuhkan tambahan kekuatan.

Di sisi lain, kondisi cuaca tetap menjadi faktor yang harus dipantau secara berkala.

BMKG menyatakan sebagian besar Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering pada periode 21–27 Agustus 2026.

Bagi masyarakat Kaltim, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap api masih diperlukan meski situasi daerah sedang relatif kondusif.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pengiriman 190 personel dari Balikpapan menunjukkan penanganan karhutla kini membutuhkan kekuatan lintas daerah. Kaltim membantu karena kondisinya relatif lebih kondusif, namun kesiagaan lokal tetap penting. Musim kemarau belum selesai. Jadi, kada cukup hanya mengandalkan pasukan ketika api muncul. Pencegahan, pemantauan, dan respons cepat harus berjalan bersamaan agar beban penanganan kada makin besar.

Pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat perlu memperkuat pemantauan lahan rawan serta cepat melaporkan titik api sebelum meluas.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya kesiapsiagaan karhutla.

Mau terus mengikuti perkembangan penanganan karhutla dan kabar Kalimantan? Update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa personel Brimob Kaltim yang dikirim ke Kalbar?

Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri diberangkatkan dari Balikpapan.

2. Apa tujuan pengiriman personel tersebut?

Mereka diperbantukan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

3. Berapa lama Operasi Aman Nusa II berlangsung?

Operasi dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dan dapat dievaluasi sesuai perkembangan situasi karhutla.

4. Mengapa personel Kaltim diperbantukan ke Kalbar?

Kondisi karhutla di Kaltim dinilai relatif lebih kondusif sehingga sebagian kekuatan dapat membantu Kalbar.

5. Apakah Kaltim masih melakukan kesiapsiagaan karhutla?

Ya. Pengerahan personel ke Kalbar disertai dengan upaya mempertahankan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla di Kaltim.

Sumber Informasi

Media KALTIMPOST, dengan judul “190 Personel Brimob Kaltim Dikirim ke Kalbar, Bantu Atasi Karhutla”, oleh M Ibrahim. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

Konteks tambahan mengenai kondisi kemarau, El Niño, dan risiko karhutla mengacu pada informasi BMKG periode Agustus 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
brimob Kalimantan Barat polda kaltim karhutla