Tim ITK Kembangkan Mesin Pencuci Galon Multi-Sudut untuk Depot Air Balikpapan Timur

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:38 WIB
Tim ITK menguji mesin pencuci galon otomatis bertekanan tinggi untuk mencegah kontaminasi bakteri E. Coli. (DOK. M RIZKI/KP)
Tim ITK menguji mesin pencuci galon otomatis bertekanan tinggi untuk mencegah kontaminasi bakteri E. Coli. (DOK. M RIZKI/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: ITK mengembangkan teknologi pencucian galon otomatis untuk memperkuat sanitasi depot air minum isi ulang di Balikpapan Timur.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Institut Teknologi Kalimantan mengembangkan sistem pencucian dan distribusi galon untuk membantu depot air minum isi ulang meningkatkan sanitasi di Balikpapan Timur.

Inovasi ini lahir dari persoalan teknis di lapangan, terutama pencucian bagian dalam galon yang belum optimal. Teknologi barunya mencoba menjawab kebutuhan tersebut secara lebih praktis, Ces!

Mesin Baru ITK Menjawab Persoalan Pencucian Galon

Bagi pengelola depot air minum isi ulang, kebersihan galon menjadi bagian penting sebelum wadah kembali digunakan konsumen.

Tim Institut Teknologi Kalimantan atau ITK mengembangkan sistem bertajuk Modernisasi Instalasi Distribusi dan Sistem Pencucian Galon untuk Menjamin Kualitas Air Minum Isi Ulang di Balikpapan Timur.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diketuai dosen ITK Ridhwan Haliq. Ia bekerja bersama mahasiswa Arini Anggraini Aris, Arliansyah, Tegar Sarnadi, Adiya Ilham, dan Muhammad Dandi.

Pengembangan generasi kedua dilakukan setelah tim mengevaluasi penerapan peralatan generasi pertama pada depot air minum isi ulang.

Persoalan yang ditemukan antara lain bagian dalam galon sulit dijangkau, tekanan air menurun ketika sejumlah perangkat digunakan bersamaan, serta beberapa komponen mengalami keausan relatif cepat.

Kondisi itu menunjukkan bahwa teknologi pencucian depot bukan hanya soal menyemprotkan air. Desain alat juga perlu memperhitungkan jangkauan pembersihan, tekanan, material, serta penggunaan berulang.

Mengapa Bagian Dalam Galon Perlu Mendapat Perhatian?

Galon yang digunakan berulang kali membutuhkan proses pembilasan atau pencucian yang tepat sebelum kembali diisi.

Dalam sistem generasi kedua, ITK menggabungkan mesin pencuci otomatis dengan beberapa sudut pencucian dan nosel bertekanan tinggi yang diarahkan ke bagian dalam galon.

Desain tersebut ditujukan agar area yang sulit dijangkau dapat memperoleh semprotan secara lebih menyeluruh.

Aspek ini relevan dengan ketentuan kesehatan. Regulasi Kementerian Kesehatan menetapkan bahwa proses pengolahan, pewadahan, dan penyajian air minum harus memenuhi prinsip higiene dan sanitasi.

Ketentuan yang lebih spesifik mengenai Depot Air Minum juga mengharuskan wadah yang dibawa konsumen diperiksa dan dilakukan pembilasan, pencucian, atau sanitasi dengan cara yang benar.

Artinya, pengembangan peralatan pencucian memiliki kaitan langsung dengan tahapan sanitasi sebelum air minum diberikan kepada konsumen.

Baca Juga: 10 Ribu Kupon Jalan Sehat Meriahkan Launching CFD Balikpapan Selatan

Sistem Distribusi Air Juga Mendapat Pembaruan

Perhatian tim ITK bukan hanya pada mesin pencuci. Sistem distribusi air turut dirancang ulang agar tekanan air lebih stabil saat peralatan bekerja.

Sistem generasi kedua menggunakan manifold dan inline pressure regulator. Komponen tersebut dirancang membantu mengatur distribusi serta menjaga kestabilan tekanan air.

Masalah tekanan menjadi penting ketika beberapa titik pencucian menggunakan suplai air secara bersamaan.

Jika tekanan berubah terlalu besar, performa nosel dapat ikut terpengaruh. Karena itu, distribusi air menjadi bagian dari desain keseluruhan, bukan komponen yang berdiri sendiri.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi depot perlu melihat proses kerja sebagai satu sistem.

Mulai dari suplai air, pencucian wadah, distribusi tekanan, hingga material peralatan harus saling mendukung.

Baca Juga: BKPAKSI Balikpapan Perkuat Pendidikan Al-Qur’an, Kompetensi Guru Jadi Fokus Utama

Pengalaman Pengembangan Generasi Pertama Jadi Dasar Evaluasi

Teknologi generasi kedua tidak muncul secara tiba-tiba. Tim ITK menggunakannya sebagai tindak lanjut dari pengalaman penerapan peralatan sebelumnya.

Evaluasi lapangan menemukan beberapa kendala yang kemudian dijadikan dasar perbaikan desain.

Tim juga memilih material yang dirancang lebih tahan terhadap korosi serta penggunaan berulang. Tujuannya menjaga keandalan perangkat sekaligus mengurangi gangguan selama kegiatan operasional depot.

Pertimbangan tersebut penting bagi usaha depot yang membutuhkan peralatan bekerja berulang setiap hari.

Dalam konteks Balikpapan Timur, pengembangan ini juga memiliki jejak kegiatan sebelumnya. LPPM ITK mencatat adanya program penguatan kualitas usaha mikro kecil depot air minum isi ulang di wilayah tersebut pada 2025 yang melibatkan 10 depot.

Program tersebut antara lain berkaitan dengan perbaikan filtrasi, edukasi sanitasi, serta pengujian kualitas air pada sejumlah depot yang melanjutkan tahapan program.

Data itu memberi konteks bahwa perhatian ITK terhadap kualitas depot air minum di Balikpapan Timur bukan kegiatan yang berdiri sendiri.

Sanitasi Depot Bukan Sekadar Urusan Mesin

Teknologi dapat membantu proses pencucian, tetapi kualitas air minum tetap bergantung pada keseluruhan praktik higiene dan sanitasi.

Kementerian Kesehatan menetapkan bahwa peralatan Depot Air Minum yang bersentuhan dengan proses produksi harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk tahan karat, tahan pencucian, dan tahan proses disinfeksi ulang.

Regulasi terbaru terkait standar usaha kesehatan juga memuat ketentuan mengenai sertifikat pelatihan higiene sanitasi Depot Air Minum bagi pengelola, penanggung jawab, maupun penjamah pangan.

Karena itu, mesin pencuci otomatis sebaiknya dipandang sebagai bagian dari sistem pengendalian sanitasi, bukan satu-satunya penentu kualitas.

Kebersihan wadah, kualitas sumber air, kondisi filter, proses disinfeksi, hingga kompetensi pengelola tetap saling berkaitan.

Peluang Teknologi Kampus Masuk ke Kebutuhan Usaha Lokal

Nilai penting dari inovasi ITK terletak pada pendekatan yang berangkat dari persoalan operasional depot.

Teknologi tidak hanya dikembangkan berdasarkan fungsi teknis, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan pemeliharaan.

Pendekatan seperti ini dapat mempertemukan kebutuhan perguruan tinggi dengan persoalan usaha mikro dan kecil di tingkat lokal.

Bagi Balikpapan Timur, hubungan tersebut relevan karena depot air minum isi ulang menjadi salah satu bagian dari layanan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

Ketika teknologi kampus mampu menjawab persoalan nyata di lapangan, hasil pengabdian masyarakat memiliki peluang memberi manfaat yang lebih panjang.

Namun, penerapan teknologi tetap membutuhkan evaluasi berkala. Efektivitas alat perlu dilihat dari konsistensi pencucian, kemudahan perawatan, ketahanan komponen, serta kepatuhan terhadap standar sanitasi.

Dari Galon Bersih hingga Kepercayaan Konsumen

Kualitas air minum tidak hanya ditentukan oleh air yang masuk ke dalam galon. Wadah yang digunakan juga menjadi bagian dari rantai keamanan produk.

Karena itu, inovasi mesin pencuci galon memiliki arti penting bagi proses sebelum air dikonsumsi.

Tim ITK berharap sistem tersebut membantu pelaku usaha meningkatkan sanitasi sekaligus menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Lebih jauh, inovasi ini memperlihatkan bagaimana riset dan pengabdian perguruan tinggi dapat diarahkan pada kebutuhan usaha lokal.

Bagi konsumen, dampaknya mungkin terlihat sederhana: galon dicuci sebelum diisi. Namun di balik proses tersebut terdapat rangkaian pengendalian kebersihan yang menentukan kualitas layanan.

Baca Juga: Handy Aliansyah Tunggu Putusan Banding, Aset PT DPK dan Janji Pembayaran Disorot

Poin Penting:

Insight Redaksi

Inovasi ITK menunjukkan persoalan air minum isi ulang tidak berhenti pada kualitas air. Wadah dan proses pencucian ikut menentukan kepercayaan konsumen. Di Balikpapan Timur, pendekatan teknologi yang lahir dari kebutuhan depot patut diperluas melalui pengujian rutin dan pendampingan usaha. Jangan sampai alat bagus, tetapi perawatannya kada konsisten. Teknologi harus benar-benar bekerja di lapangan.

Pengelola depot perlu mencatat jadwal pencucian, perawatan mesin, penggantian komponen, dan pemeriksaan kualitas air secara rutin agar operasional lebih terukur.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bahwa kebersihan galon bukan perkara sepele.

Mau mengikuti perkembangan teknologi, kesehatan, dan kabar lokal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa inovasi yang dikembangkan ITK?

ITK mengembangkan sistem pencucian galon otomatis multi-sudut sekaligus pembaruan sistem distribusi air untuk depot di Balikpapan Timur.

2. Apa kendala yang ditemukan pada sistem sebelumnya?

Tim menemukan bagian dalam galon sulit dijangkau, tekanan air menurun saat digunakan bersamaan, dan sejumlah komponen relatif cepat aus.

3. Apa fungsi manifold dan inline pressure regulator?

Keduanya digunakan dalam sistem distribusi untuk membantu menjaga kestabilan tekanan air ketika proses pencucian berlangsung.

4. Apakah mesin pencuci otomatis menjadi satu-satunya penentu kualitas air?

Tidak. Kualitas layanan juga berkaitan dengan sumber air, filtrasi, disinfeksi, kebersihan wadah, peralatan, serta penerapan higiene dan sanitasi.

5. Mengapa inovasi ini relevan bagi Balikpapan Timur?

Pengembangan tersebut diarahkan pada persoalan operasional depot air minum isi ulang dan kebutuhan sanitasi usaha lokal di wilayah tersebut.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Tim ITK Ciptakan Alat Pencuci Galon Otomatis Multi-Sudut untuk Depo Air Balikpapan Timur”, oleh penulis Muhammad Rizki. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

Riset tambahan menggunakan informasi LPPM Institut Teknologi Kalimantan mengenai program penguatan kualitas Depot Air Minum Isi Ulang di Balikpapan Timur.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Depot Air Minum ITK sanitasi Balikpapan Timur