Durasi Baca: 4 Menit
Ikhtisar: BKPAKSI Balikpapan menata program pendidikan Al-Qur’an, memperkuat kompetensi guru, dan mendorong kolaborasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran peserta didik secara berkelanjutan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Balikpapan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menata program pendidikan Al-Qur’an selama setahun ke depan agar lebih terukur dan terarah.
Bukan sekadar menyusun agenda, forum ini juga menjadi ruang konsolidasi guru dan pengurus. Lantas, seperti apa langkah yang disiapkan untuk memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di Balikpapan?
Rakerda Jadi Ruang Menata Program Setahun ke Depan
BKPAKSI Balikpapan menjadikan Rakerda sebagai momentum mengevaluasi sekaligus menyusun target kegiatan. Setiap program diarahkan supaya pelaksanaannya lebih fokus dan hasilnya dapat dievaluasi secara terukur.
Direktur Daerah BKPAKSI Balikpapan Wahyudin menjelaskan, konsolidasi diperlukan agar guru dan pengurus memiliki arah kerja yang lebih jelas.
Menurut Wahyudin, hasil program nantinya akan dilihat melalui evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan PASKI, yakni Festival Anak Saleh dan Keluarga Sakinah.
Artinya, Rakerda tidak berhenti pada penyusunan rencana. Ada target yang perlu dijalankan dan hasil yang kemudian menjadi bahan evaluasi organisasi.
Pola tersebut penting karena pendidikan Al-Qur’an melibatkan banyak unit, tenaga pengajar, pengurus, serta peserta didik dengan kebutuhan berbeda.
Kompetensi Guru Jadi Perhatian Utama
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga pengajar. BKPAKSI mendorong guru PAUD yang belum bergelar sarjana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.
Langkah itu diarahkan melalui kerja sama dengan Universitas Mulia. Program tersebut terutama menjadi perhatian bagi guru yang belum memiliki kualifikasi S1, termasuk tenaga pengajar di wilayah pedalaman.
BKPAKSI menilai peningkatan pendidikan formal guru diperlukan agar kompetensi mereka semakin sesuai dengan nomenklatur yang ditetapkan Dinas Pendidikan.
Kebutuhan terhadap penguatan kapasitas pengajar juga sejalan dengan fokus BKPAKSI Kaltim. Organisasi tersebut secara resmi menyebut pembinaan dan pelatihan guru PAUD Al-Qur’an sebagai salah satu tujuan kegiatannya.
Di Balikpapan, pembinaan pendidikan Al-Qur’an juga berjalan melalui unit-unit TPQ, RTQ, dan SPS Al-Qur’an. BKPAKSI Balikpapan saat ini membuka penerimaan peserta didik untuk tahun ajaran 2026–2027 pada unit-unit binaannya di enam kecamatan.
Baca Juga: Karhutla Kaltim Capai 936 Hektare, Ada Sanksi bagi Pembakar Lahan dan Sampah
Sekitar 600 Guru Terhubung dengan Pendidikan Al-Qur’an
BKPAKSI Balikpapan mencatat sekitar 600 guru telah tergabung dalam organisasi tersebut. Sementara peserta didik yang berada dalam cakupan pendidikan mencapai hampir 10.000 orang.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas guru memiliki dampak yang cukup luas. Ketika kualitas pengajar diperkuat, pembelajaran yang diterima peserta didik juga diharapkan semakin terarah.
Di sisi lain, keberadaan unit pendidikan Al-Qur’an di Balikpapan sudah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan masyarakat. Salah satu contoh, SPS Al-Qur’an Ats Tsamro di Balikpapan Utara tercatat dalam sistem pendidikan pemerintah dengan status satuan pendidikan swasta dan memiliki akreditasi B.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Ada aspek kelembagaan, kompetensi pendidik, tata kelola, hingga pemenuhan standar pendidikan yang perlu diperhatikan bersama.
BKPAKSI Balikpapan Dinilai Jadi Barometer Kaltim
Sekretaris Wilayah BKPAKSI Kalimantan Timur, Misspan, menyebut Balikpapan memiliki posisi strategis bagi perkembangan BKPAKSI di tingkat provinsi.
Ia menilai Balikpapan dapat menjadi barometer karena program yang dijalankan dinilai berjalan baik dan unit-unit pendidikan Al-Qur’an terus berkembang.
Misspan juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai dinas dan lembaga. Menurutnya, kerja bersama diperlukan agar pendidikan Al-Qur’an dapat berkembang lebih luas dan terintegrasi.
Konteks kolaborasi tersebut bukan hal baru. Pada 2025, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur juga terlibat dalam Musyawarah Wilayah II BKPAKSI Kaltim di Balikpapan dan mendorong penguatan arah strategis organisasi.
Di tingkat masyarakat, hubungan antara BKPAKSI dan lembaga pemerintah juga terlihat dalam pembinaan TPQ. Pada 2025, TPQ Nurul Iman di Balikpapan menerima tanda daftar dari Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan dan berada di bawah binaan BKPAKSI Kota Balikpapan.
Baca Juga: 64 Jamu Mengandung BKO Ditemukan di Balikpapan, Warga Wajib Waspada
Pendidikan Al-Qur’an Butuh Guru yang Terus Berkembang
Penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting karena pendidikan Al-Qur’an tidak hanya membutuhkan kemampuan mengajar membaca dan menghafal. Pengelolaan kelas, pemahaman peserta didik, serta kemampuan mengikuti standar pendidikan juga menentukan kualitas pembelajaran.
Karena itu, agenda peningkatan pendidikan formal guru dapat menjadi salah satu fondasi penguatan lembaga. Guru yang memiliki kualifikasi dan kompetensi semakin baik akan lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan anak yang terus berkembang.
Rakerda BKPAKSI Balikpapan kemudian memiliki arti lebih luas. Forum ini menjadi titik temu antara perencanaan organisasi, peningkatan kualitas guru, evaluasi program, dan penguatan jejaring pendidikan Al-Qur’an.
Jika seluruh unsur tersebut berjalan beriringan, manfaatnya tidak hanya dirasakan lembaga. Peserta didik dan keluarga juga menjadi bagian langsung dari dampaknya.
Poin Penting
-
BKPAKSI Balikpapan menggelar Rakerda untuk menata program kerja selama satu tahun.
-
Rakerda menjadi ruang konsolidasi guru dan pengurus sekaligus evaluasi program.
-
Sekitar 600 guru tergabung dalam BKPAKSI Balikpapan dengan hampir 10.000 peserta didik.
-
Guru PAUD didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 melalui kerja sama dengan Universitas Mulia.
-
BKPAKSI Kaltim menilai Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai barometer organisasi.
-
Kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan institusi pendidikan menjadi bagian penting penguatan program.
Insight Redaksi
Penguatan pendidikan Al-Qur’an di Balikpapan tidak cukup hanya menambah unit pembelajaran. Kualitas guru justru menjadi fondasi agar pertumbuhan lembaga sejalan dengan mutu pendidikan. Dengan ratusan pengajar dan ribuan peserta didik, pembenahan kompetensi perlu konsisten. Jangan sampai jumlah bertambah, tetapi kualitas tertinggal. Ini pekerjaan bersama.
Guru perlu mendapat akses pendidikan formal sekaligus pelatihan praktis yang berkelanjutan, supaya kualitas pembelajaran tumbuh seimbang dengan jumlah peserta didik.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya kualitas guru dalam pendidikan Al-Qur’an.
Ikuti terus informasi pendidikan dan perkembangan Balikpapan hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa tujuan Rakerda BKPAKSI Balikpapan?
Rakerda bertujuan menata program kerja agar lebih terukur, terarah, dan dapat dievaluasi secara maksimal.
2. Berapa guru yang tergabung dalam BKPAKSI Balikpapan?
Berdasarkan keterangan dalam sumber berita, sekitar 600 guru tergabung dalam BKPAKSI Balikpapan.
3. Berapa jumlah peserta didik yang tercatat?
BKPAKSI Balikpapan menyebut jumlah peserta didiknya mencapai hampir 10.000 orang.
4. Apa langkah untuk meningkatkan kualifikasi guru?
Guru PAUD yang belum bergelar S1 didorong melanjutkan pendidikan melalui fasilitas kerja sama dengan Universitas Mulia.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “RAKERDA BKPAKSI BALIKPAPAN PERKUAT KOMPETENSI GURU DAN PROGRAM PENDIDIKAN AL-QURAN”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma