Bukan Sekadar Buang Sampah, TPST Karang Joang Buka Peluang Ekonomi di Balikpapan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:13 WIB
Pekerja mengoperasikan mesin pengolahan sampah di TPST Karang Joang, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. (DOK. ANGGI/KP)
Pekerja mengoperasikan mesin pengolahan sampah di TPST Karang Joang, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. (DOK. ANGGI/KP)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: TPST Karang Joang menjadi bagian pengelolaan sampah Balikpapan dengan mengolah limbah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karang Joang di Balikpapan Utara mampu mengolah sekitar 5 ton sampah per hari, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang dilaporkan mencapai Rp40 juta.

Pengolahan tersebut menunjukkan bahwa sampah tidak seluruhnya berakhir sebagai residu. Sebagian dapat dipilah, diolah, dan memiliki nilai jual apabila dikelola dengan sistem yang tepat.

Bagaimana TPST Karang Joang mengubah sampah menjadi nilai ekonomi?

1. Sampah masuk untuk dipilah

Tahap awal pengelolaan dilakukan dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Proses ini menjadi penting karena material yang masih memiliki nilai ekonomi harus dipisahkan dari sampah residu.

2. Material bernilai dipisahkan

Sampah yang dapat dimanfaatkan kembali memiliki peluang untuk masuk ke rantai daur ulang. Pemilahan membantu mengurangi material yang langsung dibawa menuju tempat pembuangan akhir.

3. Sampah tidak sekadar menjadi beban

Ketika sampah dikelola melalui fasilitas pengolahan, sebagian material dapat berubah menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

4. Aktivitas pengolahan menciptakan pekerjaan

Operasional TPST juga membutuhkan tenaga untuk berbagai kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga distribusi material yang telah diproses.

5. Nilai ekonomi kembali ke masyarakat

Model pengelolaan seperti ini memperlihatkan hubungan antara persoalan lingkungan dan ekonomi. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memberikan manfaat ketika dikelola secara terorganisasi.

Mengapa TPST Karang Joang penting bagi persoalan sampah Balikpapan?

Balikpapan menghadapi timbulan sampah yang besar setiap harinya. Pemerintah mencatat timbulan sampah Balikpapan Raya mencapai sekitar 560 ton per hari, dengan sekitar 540 ton per hari berasal dari Kota Balikpapan.

Angka tersebut membuat fasilitas pengolahan memiliki posisi penting dalam mengurangi jumlah sampah yang harus berakhir di tempat pemrosesan akhir.

TPST Karang Joang sendiri berada di Jalan PDAM KM 12, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Lokasi tersebut memang menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur persampahan Kota Balikpapan.

Dokumen Pemerintah Kota Balikpapan juga mencatat kawasan Pembibitan KM 12 Karang Joang sebagai salah satu lokasi prioritas pengembangan pusat daur ulang sampah.

Artinya, pengelolaan di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemindahan sampah, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan material yang masih memiliki nilai.

Baca Juga: Donasi Warga Samarinda Digerakkan Laskar Banjar Borneo untuk Korban Bencana NTT

Berapa besar peluang ekonomi dari pengolahan sampah?

Nilai ekonomi menjadi salah satu sisi menarik dari aktivitas TPST Karang Joang.

Berdasarkan laporan Kaltim Post yang menjadi sumber transformasi, pengolahan sekitar 5 ton sampah per hari dapat menghasilkan nilai ekonomi yang dilaporkan mencapai Rp40 juta.

Namun, angka tersebut perlu dibaca sebagai nilai ekonomi dari aktivitas pengolahan, bukan berarti seluruh sampah yang masuk berubah menjadi uang tunai.

Nilai tersebut bergantung pada jenis material, volume sampah yang dapat dipulihkan, harga material daur ulang, serta proses pengolahan yang dilakukan.

Di sinilah pemilahan dari sumber menjadi penting. Semakin baik sampah dipisahkan sejak rumah tangga, semakin besar peluang material bernilai tetap dalam kondisi yang dapat dimanfaatkan.

Bagaimana pengolahan sampah bisa membuka lapangan kerja?

Persoalan sampah tidak hanya menghasilkan pekerjaan bagi petugas pengangkutan. Ketika sampah masuk dalam sistem pemilahan dan pengolahan, muncul kebutuhan tenaga pada berbagai tahapan.

Mulai dari pemilahan, pengumpulan material, pengoperasian fasilitas, hingga pengelolaan hasil pengolahan membutuhkan sumber daya manusia.

Kondisi tersebut membuat TPST memiliki fungsi ganda. Di satu sisi, fasilitas ini membantu mengurangi beban sampah. Di sisi lain, kegiatan operasionalnya dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kaltim Post juga menyoroti fungsi TPST Karang Joang dalam menekan sampah sekaligus membuka lapangan kerja. 

Apa kaitannya dengan target pengurangan sampah Balikpapan?

Pengembangan TPST menjadi semakin relevan karena Balikpapan terus mendorong pengurangan sampah yang masuk ke TPA Manggar.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan menyebut pengurangan sampah telah mencapai sekitar 30 persen dan menargetkan peningkatan hingga 50 persen. Salah satu strategi yang didorong adalah penguatan bank sampah serta pemilahan sampah sejak dari rumah.

Dokumen perencanaan lingkungan Balikpapan juga menyebut pembangunan TPST dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berpotensi mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan TPST Karang Joang tidak berdiri sendiri. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari rantai pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber, kemudian pemilahan, pengolahan, pemanfaatan kembali, hingga pengelolaan residu.

Baca Juga: Antrean Pertalite Mengular di MT Haryono Balikpapan, Dishub Siapkan Titik dan Jam Baru

Mengapa pemilahan sampah dari rumah tetap penting?

Sebagus apa pun fasilitas pengolahan, hasilnya akan lebih optimal apabila sampah sudah dipilah sejak dari sumber.

Sampah organik, plastik, kertas, logam, dan material lainnya memiliki karakter pengolahan berbeda. Ketika semuanya bercampur, material yang sebenarnya masih bernilai dapat menjadi kotor atau rusak.

Karena itu, kebiasaan rumah tangga menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah perkotaan.

Pemerintah Kota Balikpapan sebelumnya juga menekankan peran RT dan kelurahan untuk memastikan sampah telah dipilah sejak dari rumah sehingga hanya residu yang masuk ke TPA.

Di tingkat masyarakat, langkah sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik dapat membantu memperlancar proses berikutnya.

Poin Penting:

Insight Redaksi

TPST Karang Joang memperlihatkan bahwa persoalan sampah dapat dilihat dari dua sisi sekaligus: lingkungan dan ekonomi. Sampah yang dipilah dengan baik memiliki peluang masuk kembali ke rantai pemanfaatan. Bagi Balikpapan, penguatan fasilitas seperti TPST dapat membantu mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru. Tantangannya, sistem tersebut tetap membutuhkan keterlibatan warga sejak dari rumah agar sampah yang masuk sudah terpilah dan lebih mudah diolah.

FAQ

1. Berapa banyak sampah yang diolah TPST Karang Joang setiap hari?

TPST Karang Joang dilaporkan mampu mengolah sekitar 5 ton sampah per hari.

2. Berapa nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengolahan sampah?

Berdasarkan laporan Kaltim Post, aktivitas pengolahan sampah di TPST Karang Joang menghasilkan nilai ekonomi yang mencapai Rp40 juta.

3. Apa manfaat TPST Karang Joang bagi Balikpapan?

TPST Karang Joang membantu mengolah sampah sehingga dapat mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

4. Apakah TPST Karang Joang membuka lapangan kerja?

Ya. Aktivitas pengelolaan sampah di TPST membutuhkan tenaga dalam proses pemilahan, pengolahan, dan pengelolaan material sehingga turut membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.

5. Mengapa sampah perlu dipilah sejak dari rumah?

Pemilahan dari sumber membantu memisahkan material yang masih memiliki nilai guna atau ekonomi sehingga lebih mudah diproses dan dimanfaatkan kembali.

Sumber utama

Kaltim Post, "Olah 5 Ton Sampah Sehari, TPST Karang Joang Raup Rp40 Juta" dan "TPST Karang Joang Tekan Sampah, Buka Lapangan Kerja". Artikel ini merupakan transformasi editorial dengan tambahan konteks pengelolaan sampah Balikpapan dari sumber pemerintah dan dokumen terkait.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
TPST Karang Joang Sampah Balikpapan balikpapan utara pengelolaan sampah