Antrean Pertalite Mengular di MT Haryono Balikpapan, Dishub Siapkan Titik dan Jam Baru

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:42 WIB
Antrean Pertalite di MT Haryono memicu kemacetan, Dishub Balikpapan menyiapkan skema pelayanan baru. (Mella Intan Thiarani/balpos)
Antrean Pertalite di MT Haryono memicu kemacetan, Dishub Balikpapan menyiapkan skema pelayanan baru. (Mella Intan Thiarani/balpos)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Antrean Pertalite di MT Haryono mengganggu lalu lintas, Dishub menyiapkan titik dan waktu layanan baru.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Dam, Jalan MT Haryono Balikpapan, memicu kemacetan dan mengganggu akses warga serta pelaku usaha sekitar.

Masalahnya bukan cuma soal panjang antrean. Pemerintah kini menyiapkan titik pelayanan dan pengaturan jam pembelian agar kendaraan kada lagi menumpuk pada waktu sibuk.

Antrean Pertalite di MT Haryono Balikpapan Bikin Macet, Dishub Siapkan Skema Baru

Kemacetan di Jalan MT Haryono kawasan Dam terjadi setelah antrean kendaraan menuju SPBU Pertalite memanjang hingga badan jalan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat sekaligus mengganggu akses sejumlah usaha di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan M Fadli Pathurrahman mengatakan keluhan datang dari pengguna jalan yang terdampak panjangnya antrean.

“Pengendara juga protes karena antreannya semakin panjang dan menambah kemacetan,” kata Fadli saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Senin (17/8/2026).

Mengapa antrean Pertalite sampai mengganggu Jalan MT Haryono?

Antrean kendaraan di SPBU Dam menjadi persoalan karena sebagian kendaraan menunggu hingga keluar area SPBU dan masuk ke badan jalan.

Sejumlah pelaku usaha sekitar lokasi bahkan memasang plang serta pot di sebagian badan jalan. Langkah itu dilakukan karena antrean kendaraan dinilai menghambat akses pelanggan menuju tempat usaha.

Kondisi antrean BBM subsidi memang masih menjadi persoalan di sejumlah titik Balikpapan. Pada 10 Agustus 2026, antrean di beberapa SPBU dilaporkan dapat mencapai 1–2 kilometer.

Artinya, persoalan yang terjadi di MT Haryono bukan sekadar urusan pengisian bahan bakar. Ketika antrean masuk ke badan jalan, dampaknya langsung terasa bagi pengguna jalan lain.

Lonjakan permintaan Pertalite ikut menekan layanan SPBU

Salah satu pemicu meningkatnya antrean adalah pergeseran konsumsi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.

Data yang dihimpun pada Juni 2026 menunjukkan penyaluran Pertalite di Balikpapan meningkat dari rata-rata 141 kiloliter per hari menjadi sekitar 174–175 kiloliter per hari setelah kenaikan harga Pertamax. Pertamina Patra Niaga kemudian menyesuaikan penyaluran untuk mengikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.

Pada saat itu, kuota Pertalite Balikpapan untuk 2026 tercatat 51.527 kiloliter. Hingga 7 Juni, realisasi penyaluran mencapai 22.568 kiloliter dengan sisa sekitar 28.959 kiloliter.

Data tersebut menunjukkan persoalannya bukan semata-mata ketersediaan BBM secara keseluruhan. Distribusi, titik pelayanan, dan waktu pembelian menjadi bagian penting yang perlu ditata agar antrean tidak terkonsentrasi.

Baca Juga: Dokumen Rumah Hilang Saat Hendak Dijual, Misdiana Khawatir Disalahgunakan Orang Lain

Dishub siapkan titik pelayanan baru di Balikpapan

Pemerintah Kota Balikpapan akan menindaklanjuti hasil pertemuan Wali Kota Balikpapan dengan BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga.

Salah satu pembahasan berkaitan dengan penambahan kuota BBM bersubsidi, terutama untuk kendaraan roda dua.

Fadli menyebut rapat lanjutan ditargetkan berlangsung dalam dua hingga tiga hari setelah pernyataannya pada 17 Agustus. Pemerintah kota juga menyiapkan sejumlah lokasi yang dinilai dapat membantu mengurai antrean.

“Ada beberapa titik yang akan kita rencanakan untuk dibuka. Pertama di MT Haryono, di depan Majesti, dan juga di Grand City,” ujarnya.

Beberapa SPBU milik pengusaha lokal juga berpotensi dilibatkan. Pemerintah kota akan berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menyesuaikan pelayanan BBM bersubsidi di sejumlah kawasan.

Langkah ini sejalan dengan pola penanganan antrean yang sebelumnya pernah diterapkan di Balikpapan, termasuk pengaturan lokasi pelayanan dan pemisahan layanan berdasarkan jenis kendaraan. BPH Migas juga mencatat pengaturan pelayanan di SPBU menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan.

Jam pembelian BBM bersubsidi ikut dipertimbangkan

Selain menambah titik pelayanan, Dishub Balikpapan mempertimbangkan pengaturan waktu pembelian Pertalite.

Tujuannya sederhana: kendaraan yang mengisi BBM jangan menumpuk bersamaan dengan arus masyarakat menuju sekolah dan tempat kerja.

“Pagi hari anak-anak bersekolah dan ada aktivitas masyarakat berangkat ke kantor. Itu akan kita hindari,” kata Fadli.

Dalam skema yang sedang disiapkan, pelayanan BBM bersubsidi kemungkinan berlangsung pada pukul 09.00–12.00 Wita, kemudian dilanjutkan kembali pada 20.00–23.00 Wita.

Pengaturan waktu seperti ini bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, BPH Migas juga mencatat adanya pengaturan jam pengisian Pertalite untuk kendaraan roda dua dan roda empat sebagai bagian dari upaya mengendalikan kepadatan layanan.

Bagi masyarakat, perubahan jam layanan tentu perlu disosialisasikan secara jelas. Jangan sampai pengendara sudah datang ke SPBU, tetapi belum mengetahui waktu pelayanan yang berlaku.

Baca Juga: Kasus Solar Rp20,5 Miliar Handy Aliansyah Masuk Banding, DPR Minta Hakim Bekerja Independen

Apa yang perlu diperhatikan pengendara?

Selama skema baru belum ditetapkan secara resmi, pengendara sebaiknya mengikuti ketentuan yang berlaku di masing-masing SPBU.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

Pengaturan distribusi BBM bersubsidi memang berkaitan dengan kewenangan regulator. BPH Migas memiliki fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan serta pendistribusian BBM, sementara Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan penyaluran.

Karena itu, penambahan titik atau perubahan kuota membutuhkan koordinasi antarpihak, bukan sekadar keputusan operasional satu SPBU.

Poin Penting

Insight Redaksi

Antrean Pertalite di MT Haryono menunjukkan persoalan distribusi kini bersinggungan langsung dengan mobilitas kota. Kuota penting, tapi penyebaran layanan juga menentukan. Kalau titiknya menumpuk, jalan ikut kena imbas. Pemkot perlu memastikan skema baru benar-benar terasa di lapangan, bukan sekadar wacana rapat.

Jadi, penataan antrean jangan cuma memindahkan kendaraan dari satu titik ke titik lain. Jam layanan, kapasitas SPBU, pengawasan, dan akses jalan mesti dihitung bareng supaya bubuhan pengguna jalan sama-sama nyaman.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham perubahan skema pelayanan Pertalite di Balikpapan.

Penasaran apakah skema baru ini mampu mengurai antrean Pertalite tanpa mengganggu aktivitas warga? Ikuti terus info terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana antrean Pertalite menyebabkan kemacetan?

Antrean terjadi di SPBU Dam kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan hingga memengaruhi arus lalu lintas.

2. Apa penyebab antrean Pertalite semakin panjang?

Salah satu faktornya adalah meningkatnya permintaan Pertalite setelah konsumen beralih dari BBM nonsubsidi.

3. Titik mana yang disiapkan untuk mengurangi antrean?

Pemkot menyebut MT Haryono, depan Majesti, dan Grand City sebagai beberapa titik yang direncanakan.

4. Kapan skema waktu pelayanan Pertalite diberlakukan?

Skema 09.00–12.00 Wita dan 20.00–23.00 Wita masih dalam tahap persiapan dan belum disebut sebagai jadwal final.

5. Siapa yang terlibat dalam penanganan antrean?

Pemkot Balikpapan berkoordinasi dengan BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, Dishub, serta pengelola SPBU terkait.

Sumber Informasi: Media Balpos.com, dengan judul “Antrean Pertalite Bikin Jalan MT Haryono Balikpapan Macet, Dishub Siapkan Skema Baru”, oleh Mella Intan Thiarani. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
pertalite MT Haryono M Fadli Pathurrahman