Durasi Baca: 4 Menit
Ikhtisar: Disdikbud Balikpapan memastikan pengecekan MBG dilakukan berlapis sejak dapur SPPG hingga makanan diterima siswa.
Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan memastikan keamanan Makan Bergizi Gratis (MBG) diawasi berlapis, termasuk melalui keterlibatan guru yang menerima dan mengonsumsi menu bersama siswa.
Langkah ini penting karena kualitas makanan tidak hanya ditentukan saat berada di dapur, tetapi juga perlu dipastikan ketika sampai di sekolah.
Bagaimana pengecekan MBG dilakukan di sekolah?
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan pengawasan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan sejak program tersebut mulai diterapkan di Balikpapan pada Februari 2025.
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, guru di sekolah penerima manfaat ikut menjadi bagian dari pengawasan makanan yang diterima siswa.
Guru bukan sekadar mencicipi menu. Di Balikpapan, guru juga memperoleh porsi makanan yang sama dan ikut menyantap menu tersebut bersama siswa.
“Di Balikpapan memang guru menerima jatah makan dari program MBG. Jadi yang dilakukan bukan hanya mencicipi, tetapi mereka juga menyantap menu yang disiapkan,” ujar Irfan, Senin (17/8/2026).
Keterlibatan guru menjadi pemeriksaan tambahan setelah makanan melewati proses pengawasan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengawasan makanan dimulai dari dapur SPPG
Sebelum makanan sampai ke sekolah, proses pengendalian kualitas sudah dilakukan di SPPG. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Proses quality control sudah dimulai dari SPPG. Saat makanan tiba di sekolah, guru ikut mengonsumsi menu yang sama dengan siswa sehingga mekanisme pengawasan berlapis sudah berjalan,” jelas Irfan.
Dengan mekanisme tersebut, pengawasan berlangsung dalam dua lingkungan utama, yakni dapur penyedia makanan dan sekolah penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga memperkuat pengawasan melalui sistem digital. Pada Mei 2026, BGN meluncurkan aplikasi Reviu MBG yang memungkinkan PIC penerima manfaat, termasuk guru di sekolah, memberikan penilaian langsung terhadap makanan yang diterima.
Parameter yang dinilai mencakup ketepatan waktu distribusi, aroma, rasa, tampilan, serta variasi menu.
Baca Juga: Kasus Solar Rp20,5 Miliar Handy Aliansyah Masuk Banding, DPR Minta Hakim Bekerja Independen
Mengapa guru ikut memastikan makanan layak konsumsi?
Pemeriksaan di sekolah berfungsi sebagai lapisan pengawasan tambahan. Guru menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan makanan setelah paket MBG tiba di lingkungan sekolah.
Irfan menegaskan mekanisme tersebut bukan kebijakan baru di Balikpapan. Sistem pengawasan itu sudah diterapkan sejak pelaksanaan MBG dimulai pada Februari 2025.
Program MBG sendiri mulai berjalan di Balikpapan pada 17 Februari 2025 dengan tujuh sekolah sebagai penerima awal.
Artinya, keterlibatan guru dalam memastikan kondisi makanan merupakan bagian dari proses yang sudah berlangsung selama program berjalan.
Cakupan penerima MBG Balikpapan terus bertambah
Perluasan program MBG di Balikpapan berjalan seiring bertambahnya jumlah dapur SPPG yang beroperasi.
Menurut Irfan, sekitar 40 persen sekolah di Balikpapan saat ini telah menerima program tersebut. Dari kebutuhan 60 SPPG, sebanyak 30 SPPG disebut sudah beroperasi.
Perkembangan itu menunjukkan cakupan layanan terus diperluas. Pada Januari 2026, Disdikbud Balikpapan mencatat penerima manfaat masih sekitar 22,74 persen peserta didik.
Semakin luas cakupan distribusi, semakin penting pula konsistensi pengawasan kualitas makanan di setiap sekolah penerima.
Standar keamanan pangan terus diperkuat BGN
BGN menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan MBG. Pengawasan tidak hanya dilakukan ketika makanan sampai di sekolah, tetapi juga mencakup proses penyediaan dan pengolahan di SPPG.
Pada 2026, BGN juga melakukan penataan operasional SPPG untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan standardisasi pelaksanaan MBG secara nasional.
BGN bahkan menetapkan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari penerima manfaat MBG dalam petunjuk teknis program 2026.
Bagi sekolah, keterlibatan guru dalam pemeriksaan makanan menjadi langkah praktis untuk memastikan kondisi menu sebelum dikonsumsi bersama siswa.
Baca Juga: Dokumen Rumah Hilang Saat Hendak Dijual, Misdiana Khawatir Disalahgunakan Orang Lain
Tips
- Perhatikan kondisi makanan ketika paket MBG tiba di sekolah.
- Pastikan makanan diterima dalam kondisi yang layak.
- Guru dapat mengikuti mekanisme pemeriksaan yang ditetapkan penyelenggara.
- Sampaikan temuan terkait aroma, rasa, tampilan, atau kondisi makanan melalui jalur pengawasan yang tersedia.
- Sekolah dan SPPG perlu menjaga komunikasi agar masalah distribusi dapat segera ditindaklanjuti.
Poin Penting
- Pengawasan MBG di Balikpapan telah berjalan sejak Februari 2025.
- Guru menerima dan mengonsumsi menu MBG yang sama dengan siswa.
- Quality control dimulai dari dapur SPPG.
- Sekitar 40 persen sekolah disebut sudah menerima program MBG.
- Dari kebutuhan 60 SPPG, 30 SPPG disebut telah beroperasi.
- BGN memperkuat pengawasan melalui aplikasi Reviu MBG.
Insight Redaksi
Pengawasan MBG jangan berhenti di dapur. Di sekolah, guru menjadi mata terakhir sebelum makanan disantap. Mekanisme berlapis seperti ini penting ketika cakupan layanan terus meluas. Jadi, bubuhan sekolah kada cukup hanya menerima paket; kondisi makanan juga perlu diperhatikan bersama.
Sekolah sebaiknya mencatat temuan makanan secara konsisten dan segera meneruskannya ke SPPG atau pihak terkait agar evaluasi bisa dilakukan cepat.
Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin paham bagaimana pengawasan MBG berjalan di Balikpapan.
Ingin terus mengikuti perkembangan MBG dan kabar penting lainnya di Kota Beriman? Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan MBG mulai berjalan di Balikpapan?
Program MBG mulai dilaksanakan di Balikpapan pada Februari 2025.
2. Apakah guru hanya mencicipi makanan MBG?
Menurut Disdikbud Balikpapan, guru menerima porsi dan mengonsumsi menu yang sama dengan siswa.
3. Dari mana pengawasan kualitas makanan dimulai?
Pengawasan kualitas dimulai dari dapur SPPG sebelum makanan dikirim ke sekolah.
4. Apa saja yang dapat dinilai dalam pengawasan MBG?
BGN menggunakan sejumlah parameter, antara lain ketepatan waktu, aroma, rasa, tampilan, dan variasi menu melalui sistem Reviu MBG.
5. Berapa SPPG yang disebut sudah beroperasi di Balikpapan?
Menurut keterangan Irfan Taufik dalam sumber utama, 30 dari kebutuhan 60 SPPG disebut sudah beroperasi.
Sumber Informasi: Media Balikpapan Pos, dengan judul “Disdikbud Balikpapan Minta Guru Pastikan MBG Layak Konsumsi untuk Hindari Bahaya Keracunan, Pengecekan MBG Berjalan Sejak 2025”, oleh Mella Intan Thiarani. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.