DPRD Balikpapan Tempati Gedung Baru, Paripurna Perdana Bahas Dua Proyek RS

Ahla Najwa • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Rapat paripurna perdana DPRD Balikpapan berlangsung di gedung baru berkonsep auditorium modern, menggantikan kantor lama. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)
Rapat paripurna perdana DPRD Balikpapan berlangsung di gedung baru berkonsep auditorium modern, menggantikan kantor lama. (DOK. ANGGI PRADITHA/KP)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: DPRD Balikpapan mulai menggunakan gedung baru dan menyepakati pembiayaan dua proyek rumah sakit serta KUA-PPAS 2027.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna perdana di gedung baru pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekaligus membahas keputusan anggaran penting bagi pembangunan layanan kesehatan kota.

Perpindahan ini bukan sekadar soal tempat rapat. Fasilitas baru tersebut menjadi penanda perubahan ruang kerja legislatif setelah bertahun-tahun kegiatan penting berlangsung di lokasi sewaan.

Gedung baru mulai mengubah aktivitas DPRD Balikpapan

Rapat paripurna perdana berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai 1 gedung baru DPRD Balikpapan. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam agenda tersebut.

Sebelumnya, kegiatan legislatif tertentu harus memanfaatkan ballroom hotel karena fasilitas gedung lama dinilai belum memadai.

Kini, DPRD memiliki ruang paripurna dengan konsep auditorium modern berbentuk melingkar. Kursi anggota dewan dan tamu ditata bertingkat untuk mendukung jarak pandang serta kualitas suara.

Pemanfaatan gedung baru sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Juli 2026. Ruang di gedung tersebut digunakan untuk pembahasan KUA dan PPAS 2027 karena kapasitas ruang rapat lama dinilai terbatas.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Dorong Aturan Kendaraan Berat Naik Jadi Perda, Jam Operasional Diminta Diperketat

Mengapa gedung lama dianggap kurang representatif?

Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri menyebut gedung lama telah berusia lebih dari 40 tahun dan semakin sulit menunjang kebutuhan kelembagaan.

“Salah satu kantor DPRD yang paling tidak representatif dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur adalah DPRD Balikpapan,” ujar Alwi.

Ia mencontohkan fasilitas musala yang hanya mampu menampung sekitar lima hingga tujuh orang.

Persoalan lain terdapat pada ruang rapat. Satu ruangan rapat gabungan sebelumnya harus dipakai bergantian untuk Banggar, Bapemperda, Badan Kehormatan, pansus, komisi, hingga RDP.

Menurut Alwi, gedung baru memberikan ruang kerja individual bagi anggota DPRD. Kondisi tersebut diharapkan membuat pelayanan kelembagaan dan penyerapan aspirasi masyarakat berjalan lebih optimal.

Pembangunan gedung baru sendiri telah melalui proses panjang. Pada Juni 2026, progres fisiknya dilaporkan sekitar 95 persen dan menunggu penyelesaian administrasi serta serah terima aset.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Mulai Tempati Gedung Baru, Fasilitas Air Masih Jadi Sorotan

Dua proyek rumah sakit masuk kesepakatan anggaran

Agenda paripurna perdana tidak hanya berkaitan dengan fasilitas gedung. DPRD Balikpapan bersama pemerintah daerah juga menyepakati pembiayaan kegiatan tahun jamak untuk pembangunan sarana kesehatan.

Dua proyek yang disebut dalam agenda tersebut adalah pembangunan RS Sayang Ibu dengan alokasi Rp218,5 miliar dan RS Balikpapan Timur sebesar Rp273,2 miliar.

Jika digabungkan, nilai kedua alokasi tersebut mencapai Rp491,7 miliar.

RSIA Sayang Ibu sendiri merupakan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Balikpapan yang beralamat di Jalan Wain Nomor 33, Baru Ilir, Balikpapan Barat. Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan Balikpapan mencatat fasilitas tersebut berstatus akreditasi paripurna.

Besarnya anggaran membuat proyek kesehatan menjadi salah satu keputusan yang patut diperhatikan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan nantinya berkaitan langsung dengan kapasitas layanan kesehatan publik.

KUA-PPAS 2027 ikut disepakati

Selain proyek rumah sakit, rapat paripurna menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

KUA-PPAS menjadi bagian penting dalam proses penyusunan APBD karena memberikan arah kebijakan serta prioritas belanja daerah sebelum anggaran ditetapkan.

Alwi menyampaikan pelaksanaan penganggaran kegiatan tahun jamak berlangsung hingga 2029. Ia menegaskan periode tersebut tidak melewati masa jabatan wali kota yang disebut berakhir pada 2030.

Dengan demikian, pembahasan anggaran dalam rapat perdana gedung baru memiliki dua sisi sekaligus: memperkuat fasilitas kelembagaan dan menetapkan arah pembiayaan layanan publik.

Apa yang perlu diperhatikan masyarakat?

Bagi masyarakat Balikpapan, perpindahan kantor DPRD seharusnya tidak berhenti pada perubahan fasilitas fisik.

Gedung yang lebih representatif perlu diikuti pelayanan aspirasi yang mudah diakses, ruang rapat yang terbuka, serta pembahasan kebijakan yang dapat dipantau publik.

Hal serupa berlaku pada anggaran dua proyek rumah sakit. Nilai hampir setengah triliun rupiah membuat transparansi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembangunan menjadi bagian penting untuk diperhatikan.

Pemerintah Kota Balikpapan juga menyediakan dokumen pengelolaan APBD melalui portal resmi, termasuk KUA, PPAS, APBD, dan laporan realisasi anggaran.

Baca Juga: 36 Dapur MBG Balikpapan Sudah Aktif, Wawali Cek Kesiapan IPAL hingga Keamanan Pangan

Poin Penting:

Insight Redaksi

Gedung baru memang memberi ruang kerja yang lebih layak, tetapi ukuran keberhasilannya ada pada layanan publik. Anggaran kesehatan juga harus mudah dipantau. Di Balikpapan, fasilitas boleh makin nyaman, namun kerja dewan jangan sampai cuma nyaman di ruangan. Transparansi dan akses aspirasi tetap jadi ukuran penting, Ces.

Gedung baru akan terasa manfaatnya jika warga makin mudah menyampaikan aspirasi, sementara proyek kesehatan berjalan terbuka dan tepat sasaran.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak warga memahami keputusan anggaran DPRD Balikpapan hari ini.

Selalu update informasi Balikpapan dan Kaltim hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan DPRD Balikpapan menggelar paripurna perdana di gedung baru?

Rapat paripurna perdana digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026.

2. Apa saja yang dibahas dalam paripurna tersebut?

Agenda mencakup persetujuan anggaran tahun jamak untuk dua proyek rumah sakit serta KUA-PPAS 2027.

3. Berapa total anggaran dua proyek rumah sakit?

Total alokasi yang disebutkan mencapai Rp491,7 miliar.

4. Berapa anggaran pembangunan RS Sayang Ibu?

Alokasi yang disepakati sebesar Rp218,5 miliar.

5. Sampai kapan penganggaran kegiatan tahun jamak berlangsung?

Menurut Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri, penganggaran berlangsung sampai 2029.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Resmi Tempati Gedung Baru, DPRD Balikpapan Gelar Paripurna Perdana dan Sepakati Anggaran Dua RS”, oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
dprd balikpapan Alwi Al Qadri balikpapan