GANAS ANNAR MUI Kaltim Ajak Sekolah dan Keluarga Perkuat Benteng Anti Narkoba

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:03 WIB
GANAS ANNAR MUI Kaltim memperkuat edukasi pencegahan narkoba melalui pelibatan sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. (DOK. M. IBRAHIM/KP)
GANAS ANNAR MUI Kaltim memperkuat edukasi pencegahan narkoba melalui pelibatan sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. (DOK. M. IBRAHIM/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: GANAS ANNAR MUI Kaltim mengajak sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat memperkuat pencegahan narkoba sejak dini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim mengumpulkan pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, santri, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Timur.

Persoalan narkoba bukan hanya soal penindakan. Ketahanan keluarga, pendidikan, lingkungan pergaulan, dan peran tokoh agama ikut menentukan seberapa kuat generasi muda menghadapi pengaruh narkotika.

Mengapa Edukasi Narkoba Menyasar Generasi Muda?

Pelajar dan mahasiswa berada dalam fase pembentukan karakter serta pengambilan keputusan yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

Dalam dialog GANAS ANNAR MUI Kaltim, pesan pencegahan disampaikan kepada peserta dari jenjang SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut juga melibatkan santri pondok pesantren, majelis taklim, takmir masjid, organisasi perempuan, serta organisasi kemasyarakatan.

Komposisi peserta menunjukkan pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan lingkungan pendidikan sekaligus ruang sosial tempat generasi muda berinteraksi.

Majelis Ulama Indonesia sendiri memiliki GANAS ANNAR sebagai wadah gerakan nasional dalam isu pencegahan narkoba. Struktur kepengurusan GANAS ANNAR MUI tercatat aktif pada 2026.

Baca Juga: Borneo Culture Week Tembus Indonesia Travel, Plaza Balikpapan Bidik Standar Event Nasional

Pencegahan Dimulai Sebelum Masalah Terjadi

Pendekatan pencegahan primer BNN memang diarahkan kepada anak dan generasi muda yang belum menyalahgunakan narkoba melalui penyuluhan, penerangan, serta pendidikan.

Artinya, edukasi bukan sekadar respons ketika penyalahgunaan sudah terjadi. Pesan mengenai risiko narkoba perlu hadir dalam keseharian anak melalui sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

Siapa yang Memiliki Peran dalam Pencegahan Narkoba?

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menekankan pentingnya keberanian generasi muda menolak pengaruh negatif.

“Generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai bahaya narkotika, sekaligus memiliki keberanian untuk menolak berbagai bentuk ajakan atau pengaruh negatif,” seru Romylus.

Menurut Romylus, upaya tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak. Ia menilai orangtua, guru, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan lingkungan pergaulan memiliki peran dalam menjaga generasi muda.

“Membutuhkan keterlibatan orangtua, guru, tokoh agama, organisasi masyarakat serta lingkungan pergaulan agar tak terjerumus narkoba,” tuturnya.

Pesan tersebut sejalan dengan pendekatan BNN yang menempatkan keluarga sebagai salah satu unsur penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Keluarga Menjadi Ruang Pertama Pencegahan

Keluarga memiliki posisi penting karena komunikasi sehari-hari dapat membantu orangtua memahami perubahan perilaku anak.

BNN juga menempatkan keluarga sebagai bagian dari strategi pencegahan, termasuk melalui pola asuh, komunikasi, pengawasan, dan dukungan terhadap perkembangan anak.

Sekolah kemudian menjadi ruang berikutnya untuk membangun pengetahuan dan ketahanan peserta didik terhadap pengaruh narkoba.

Langkah tersebut dapat diperkuat melalui kegiatan edukasi, pembinaan lingkungan sekolah, serta keterlibatan pelajar dalam aktivitas positif.

Tokoh Agama Ikut Memperkuat Pesan Anti Narkoba

Keterlibatan ulama, dai, majelis taklim, dan organisasi keagamaan menjadi salah satu pesan yang didorong GANAS ANNAR dalam kegiatan tersebut.

Lingkungan keagamaan memiliki ruang komunikasi yang dekat dengan masyarakat sehingga pesan pencegahan dapat disampaikan melalui pendekatan yang sesuai dengan komunitas masing-masing.

MUI dalam kegiatan nasional GANAS ANNAR pada 2026 juga menekankan peran ulama dan masyarakat sebagai bagian strategis dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Pendekatan ini membuat kampanye anti narkoba tidak hanya bertumpu pada aparat penegak hukum.

Baca Juga: Debit Waduk Manggar Turun, PTMB Siapkan Embung Wain untuk Jaga Air Balikpapan

Penindakan Perlu Berjalan Bersama Pencegahan

Penindakan terhadap peredaran gelap narkotika tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi jaringan narkoba. Namun, pencegahan dibutuhkan agar masyarakat memiliki daya tangkal sebelum seseorang terpapar.

BNN menjelaskan pencegahan primer ditujukan kepada generasi muda dan sektor masyarakat yang dapat membantu mencegah penyalahgunaan narkoba.

Data BNN, BRIN, dan BPS yang disampaikan BNN pada 2025 mencatat prevalensi penyalahgunaan narkotika Indonesia pada 2023 sebesar 1,73 persen atau sekitar 3,33 juta orang. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 312 ribu anak usia remaja yang terpapar narkotika.

Angka tersebut memperlihatkan mengapa edukasi kepada pelajar dan mahasiswa perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pencegahan.

Pada saat yang sama, generasi muda perlu mendapatkan informasi yang dapat membantu mengenali risiko, menolak ajakan, serta mencari dukungan ketika menghadapi situasi berbahaya.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Di Kaltim, gerakan anti narkoba akan kuat jika pesan pencegahan hadir di sekolah, rumah, masjid, dan lingkungan pergaulan. Kada cukup mengandalkan aparat. Bubuhan muda perlu ruang aman untuk bertanya, menolak ajakan, dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan lingkungan. Gerakan bersama seperti ini penting karena pencegahan dimulai sebelum masalah muncul.

Mulai dari komunikasi keluarga yang terbuka, sekolah yang aktif memberi edukasi, serta tokoh masyarakat yang konsisten menyampaikan pesan pencegahan. Jangan sampai anak belajar tentang bahaya narkoba setelah terkena dampaknya.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya informasi pencegahan narkoba semakin luas dan makin banyak keluarga memahami perannya.

Ingin terus mengikuti informasi Kaltim yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu GANAS ANNAR MUI?

GANAS ANNAR merupakan Gerakan Nasional Anti Narkoba yang berada dalam lingkungan Majelis Ulama Indonesia untuk mendorong pencegahan penyalahgunaan narkoba.

2. Siapa yang perlu terlibat dalam pencegahan narkoba?

Keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tokoh agama, organisasi masyarakat, aparat, dan lingkungan pergaulan memiliki peran bersama.

3. Mengapa pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran edukasi?

Mereka berada pada fase pembentukan karakter sehingga membutuhkan pengetahuan dan daya tangkal terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba.

4. Apa peran keluarga dalam pencegahan narkoba?

Orangtua dapat membangun komunikasi, memberikan pendampingan, memperhatikan perubahan perilaku, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung.

5. Apakah penindakan saja cukup untuk menghadapi narkoba?

Penindakan penting, tetapi perlu berjalan bersama edukasi dan pencegahan agar masyarakat memiliki daya tangkal sejak dini.

Sumber Informasi

Artikel ini mengacu pada informasi yang diterbitkan KALTIMPOST mengenai dialog GANAS ANNAR MUI Kaltim. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id. Konteks tambahan mengenai pencegahan narkoba mengacu pada informasi resmi BNN dan MUI.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Romylus Tamtelahitu GANAS ANNAR kaltim