Paskibraka Balikpapan Intensif Berlatih, Fisik dan Kekompakan Jadi Kunci Jelang HUT RI

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB
c

Paskibraka Balikpapan memperkuat fisik, disiplin, kekompakan, dan mental menjelang tugas pengibaran Merah Putih. (Foto Mella/Balpos)

 

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Paskibraka Balikpapan mematangkan fisik, disiplin, kekompakan, dan mental menjelang tugas pengibaran Merah Putih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Paskibraka Kota Balikpapan kini menjalani latihan intensif menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, dengan fokus pada ketepatan gerakan dan kekompakan pasukan.

Latihan di halaman Balai Kota Balikpapan menjadi tahap penting sebelum para pelajar menjalankan tugas di hadapan peserta upacara. Setiap detail gerakan terus dievaluasi agar pelaksanaan pengibaran dan penurunan bendera berlangsung tertib.

Latihan Paskibraka Balikpapan Mulai Memasuki Tahap Intensif

Menjelang hari pelaksanaan, latihan Paskibraka Balikpapan diarahkan pada penguasaan gerakan sekaligus pembentukan kerja sama antarpersonel.

Materi latihan mencakup gerakan di tempat, gerakan berjalan, hingga rangkaian formasi yang nantinya digunakan dalam upacara.

Bagi anggota, tantangannya bukan sekadar menghafal gerakan. Setiap langkah, posisi, dan perubahan formasi harus dilakukan secara seragam.

Kesalahan kecil dalam barisan pun menjadi bahan evaluasi pelatih. Dari proses tersebut, anggota dituntut semakin teliti dalam mengikuti aba-aba.

Pemerintah Kota Balikpapan sebelumnya menetapkan 43 peserta untuk kebutuhan Paskibraka daerah tahun 2026. Sebanyak 39 orang diproyeksikan bertugas di tingkat kota, sementara empat lainnya menjadi perwakilan tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Jumlah tersebut menunjukkan proses pembentukan Paskibraka Balikpapan berlangsung melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari seleksi hingga pemusatan latihan.

Mengapa Setiap Gerakan Harus Dilatih Berulang?

Bagi Fadila Nur Ropianto, anggota Paskibraka dari SMA Negeri 5 Balikpapan, latihan merupakan bagian penting untuk memastikan tugas pada 17 Agustus berjalan lancar.

Fadila mengatakan persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari. Intensitas latihan memang menguras tenaga, tetapi proses tersebut diperlukan sebelum tampil dalam upacara.

“Persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Latihannya cukup berat, tetapi itu dilakukan supaya nanti pengibaran bendera bisa berjalan lancar,” kata Fadila saat ditemui Balikpapan Pos seusai latihan di halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (10/8/2026).

Tahun ini Fadila mendapat tugas sebagai pembentang bendera. Pengalaman serupa sudah beberapa kali dijalani ketika mengikuti kegiatan di sekolah.

“Saya sudah terbiasa menjadi pembentang karena di sekolah juga sering mendapat tugas sebagai pembentang,” ujarnya.

Meski sudah memiliki pengalaman, Fadila masih menghadapi tantangan selama latihan. Arahan dan koreksi pelatih menjadi bagian dari proses pembentukan ketepatan gerakan.

“Yang paling menantang itu arahan dan teguran dari pelatih. Kalau ada yang kurang rapi atau melakukan kesalahan, kami harus terus memperbaikinya,” katanya.

Pengalaman tersebut membuat Fadila dan anggota lainnya harus memperhatikan detail. Sebab, kekompakan pasukan dibangun dari kemampuan setiap anggota mengendalikan gerakan masing-masing.

Baca Juga: Borneo Culture Week Tembus Indonesia Travel, Plaza Balikpapan Bidik Standar Event Nasional

Dari Paskibra Sekolah hingga Paskibraka Kota

Keinginan Fadila menjadi Paskibraka sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Ketertarikannya muncul setelah mengikuti kegiatan Paskibra dan melihat kakak kelas menjalankan tugas upacara.

Sejak saat itu, pengalaman di lingkungan sekolah menjadi bekal menuju seleksi Paskibraka tingkat kota.

Fadila mengaku sempat ragu mampu melewati proses seleksi karena merasa masih memiliki sejumlah kekurangan. Kesempatan akhirnya datang pada 2026 ketika ia terpilih menjadi bagian dari Paskibraka Kota Balikpapan.

“Tahun ini mungkin rezekinya di tingkat kota. Kalau tahun depan ada kesempatan, saya pasti ikut lagi,” ucapnya.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman organisasi di sekolah dapat menjadi ruang awal bagi pelajar mengenal kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

Aurel Belajar Mengatur Fisik dan Menekan Ego

Cerita serupa datang dari Aurelio Putri, siswi kelas XI SMK Negeri 1 Balikpapan. Baginya, latihan Paskibraka membuat rutinitas harian harus disesuaikan dengan tuntutan fisik.

Aurel mulai memperhatikan pola makan, waktu istirahat, serta kondisi tubuh agar mampu mengikuti seluruh rangkaian latihan.

“Persiapannya cukup berat karena ini merupakan momen nasional. Kami harus menjaga pola makan, istirahat cukup, dan mengikuti pelatihan yang lebih intensif,” kata Aurel.

Menurut Aurel, latihan Paskibraka juga menjadi proses belajar bekerja dalam satu tim. Setiap anggota harus mengendalikan ego agar kepentingan kelompok dapat berjalan bersama.

Salah satu pengalaman yang berkesan baginya terjadi ketika anggota mendapat hukuman dari pelatih. Situasi tersebut justru membuat hubungan antaranggota semakin dekat.

“Mungkin terdengar berat, tetapi dari situ ego teman-teman bisa lebih menurun. Rasa kekeluargaan justru semakin erat,” ujarnya.

Disiplin juga diterapkan dalam keseharian. Waktu istirahat diatur, penggunaan telepon seluler dibatasi, dan beberapa materi latihan berlangsung hingga malam.

Pola tersebut membuat para anggota belajar bahwa tugas Paskibraka membutuhkan kesiapan fisik sekaligus kemampuan mengatur diri.

Baca Juga: Sebaru Fun Run 2026 Balikpapan Ludes 600 Tiket, Rute 5K Siap Digelar Agustus

Dukungan Keluarga Jadi Penguat Saat Seleksi

Sebelum masuk dalam latihan intensif, Aurel sempat mengalami tekanan ketika mengikuti proses seleksi.

Kondisi fisik yang sempat bermasalah membuatnya meragukan peluang untuk lolos. Namun, ia memilih mempertahankan keyakinan dan melanjutkan proses yang sudah dijalani.

“Saya sempat mengalami masalah fisik dan merasa cukup tertekan. Sempat berpikir mungkin tidak lolos, tetapi saya tetap percaya pada diri sendiri dan berusaha melewatinya,” katanya.

Dukungan keluarga dan teman sekolah kemudian menjadi penguat ketika rasa ragu muncul.

“Mereka selalu memberikan dukungan dan percaya saya bisa. Saat saya sering berpikir negatif, mereka yang membantu saya kembali percaya bahwa saya mampu,” ujarnya.

Aurel sendiri sudah mengenal Paskibra sejak SD dan SMP. Bahkan, ia pernah dipercaya menjadi ketua umum Paskibra ketika SMP.

Saat masuk SMA, Aurel memilih menghentikan kegiatan tersebut karena khawatir aktivitas organisasi mengganggu pelajaran. Namun, keinginan menjadi Paskibraka masih ia simpan hingga akhirnya mengikuti seleksi tingkat Kota Balikpapan.

Paskibraka Bukan Sekadar Tugas Sehari di Lapangan

Bagi Aurel, pengalaman menjadi Paskibraka memiliki nilai yang dapat dibawa setelah rangkaian upacara selesai.

Ia melihat proses pelatihan sebagai kesempatan membentuk karakter, membangun kedisiplinan, sekaligus belajar menjadi bagian dari kelompok.

“Bagi saya, menjadi Paskibraka berarti menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Saya juga ingin mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pembinaan Paskibraka yang memang diarahkan bukan hanya untuk kemampuan menjalankan tugas upacara. Program pembentukan Paskibraka Kota Balikpapan juga tercantum dalam perencanaan Kesbangpol Kota Balikpapan sebagai bagian dari pembentukan karakter kebangsaan.

Di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, pembinaan Paskibraka 2026 juga menekankan fisik, mental, kedisiplinan, karakter, kesehatan, kekompakan, dan kebersamaan. Sebanyak 40 pelajar dari 10 kabupaten/kota mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan tingkat provinsi.

Artinya, latihan baris-berbaris yang terlihat sederhana sebenarnya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pelajar.

Baca Juga: Gedung Baru DPRD Balikpapan Mulai Dipakai, Ruang Kerja Dewan Kini Lebih Representatif

Kekompakan Jadi Target Utama Menjelang 17 Agustus

Bagi Fadila, seluruh latihan akan bermuara pada satu target: tampil sebagai pasukan yang solid ketika hari pelaksanaan tiba.

Dukungan antaranggota menjadi salah satu modal penting selama menjalani latihan. Ketika ada anggota mengalami kesulitan, anggota lainnya saling membantu.

“Teman-teman selalu saling mendukung. Kalau ada kesulitan atau masalah, kami menghadapinya bersama,” ujarnya.

Fadila berharap semangat tersebut terus terjaga hingga upacara berlangsung.

“Semoga kami semakin solid dan tetap antusias sampai pelaksanaan upacara. Kami ingin memberikan penampilan yang terbaik,” kata Fadila.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri menjadikan kesiapan Paskibraka sebagai salah satu perhatian dalam persiapan rangkaian HUT ke-81 RI. Persiapan tersebut mencakup gladi bersih, kesiapan petugas, pengamanan, lalu lintas, logistik, hingga keterlibatan pelajar dan masyarakat.

Dengan latihan yang terus dimatangkan, tugas Paskibraka Balikpapan pada 17 Agustus bukan hanya soal mengibarkan bendera. Ada proses panjang yang ikut membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kekompakan para pelajar.

Tips Menjaga Kesiapan Selama Latihan Paskibraka

Berdasarkan pengalaman anggota yang disampaikan dalam sumber, beberapa hal penting selama masa latihan antara lain:

Poin Penting

Insight Redaksi

Paskibraka bukan sekadar barisan rapi di depan tiang bendera. Dari latihan Fadila dan Aurel, terlihat bahwa disiplin lahir dari proses panjang, koreksi, dan rasa satu tim. Ini penting bagi Balikpapan: anak muda sedang ditempa, bukan cuma disiapkan tampil sehari.

Yang perlu dijaga bukan hanya gerakannya, tetapi nilai yang mereka bawa pulang.

Bagi kawalan ikam, latihan mereka jadi pengingat bahwa hasil bagus kada datang instan. Bagikan artikel ini supaya makin banyak yang paham proses di balik tugas Paskibraka.

Ikuti terus cerita dan informasi terbaru seputar Balikpapan, termasuk persiapan HUT ke-81 RI yang sedang berjalan, hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Paskibraka Balikpapan bertugas?

Paskibraka Balikpapan dijadwalkan menjalankan tugas pada rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

2. Di mana latihan Paskibraka Balikpapan berlangsung?

Latihan yang diberitakan sumber berlangsung di halaman Balai Kota Balikpapan.

3. Apa tugas Fadila Nur Ropianto?

Fadila mendapat tugas sebagai pembentang bendera dalam upacara 17 Agustus 2026.

4. Berapa jumlah peserta Paskibraka Balikpapan 2026?

Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan 43 peserta untuk kebutuhan Paskibraka daerah, terdiri atas 39 petugas tingkat kota dan empat perwakilan tingkat provinsi.

5. Apa yang dilatih selain baris-berbaris?

Latihan juga membentuk disiplin, kesiapan fisik, kerja sama, pengendalian diri, kekompakan, dan tanggung jawab.

Sumber Informasi: Media Balikpapan Pos, dengan judul “Paskibraka Balikpapan Intensif Berlatih, Antusias Berlatih Jelang HUT Ke-81 RI”, oleh Mella Intan Thiarani. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Fadila Nur Ropianto Paskibraka Balikpapan balai kota balikpapan